Jurnal Pelopor – Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah berhasil melaju ke babak 16 besar Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026. Hasil tersebut diraih setelah mereka mengalahkan pasangan Turki, Emre Sonmez/Yasemen Bektas, dalam pertandingan babak 32 besar.
Amri/Nita tampil meyakinkan sejak awal pertandingan dan mampu mengendalikan permainan dalam dua gim. Mereka mengamankan kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-14, 21-10. Hasil tersebut sekaligus menjadi modal penting bagi keduanya yang baru menjalani debut di ajang Kejuaraan Dunia.
Tampil Taktis Sejak Awal
Nita mengatakan kemenangan tersebut tidak lepas dari strategi yang telah mereka siapkan sebelum pertandingan. Mereka menyadari pasangan Turki memiliki pertahanan yang cukup kuat sehingga serangan harus dilakukan secara berulang untuk mendapatkan angka.
“Tadi sudah in dari awal mainnya, kami coba taktis karena mereka pasangan yang cukup bagus. Defense-nya kuat jadi kami perlu beberapa kali serangan untuk dapat poin,” ujar Nita seusai pertandingan.
Selain menerapkan strategi permainan, Amri/Nita juga mampu membaca kondisi lapangan dengan baik. Faktor arah angin menjadi salah satu hal yang mereka perhatikan selama pertandingan berlangsung.
Mampu Memanfaatkan Kondisi Angin
Pada gim pertama, Amri/Nita berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan karena harus bermain melawan arah angin. Mereka tidak terburu-buru menyerang dan memilih mempertahankan pola permainan untuk membuat lawan kehilangan momentum.
“Di gim pertama kondisinya kalah angin jadi tadi coba tahan dulu polanya sehingga mereka kebingungan sendiri,” kata Nita.
Memasuki gim kedua, kondisi lapangan menjadi lebih menguntungkan bagi pasangan Indonesia karena mereka berada di sisi yang menang angin. Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik hingga akhirnya Amri/Nita mampu memperlebar keunggulan dan menutup pertandingan dengan skor 21-10.
Debut di Kejuaraan Dunia
Bagi Amri/Nita, keberhasilan menembus babak 16 besar memiliki arti penting karena Kejuaraan Dunia 2026 merupakan penampilan pertama mereka di ajang tersebut. Keduanya mengaku memiliki waktu sekitar tiga hari untuk mempersiapkan diri sebelum menjalani pertandingan perdana.
“Ada sekitar tiga hari sebelum match pertama tadi, cukup bagi kami untuk menyiapkan semuanya. Dari recovery, penyesuaian hingga pengembalian fokusnya,” ujar Amri.
Waktu persiapan tersebut dimanfaatkan untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus menyesuaikan diri dengan atmosfer pertandingan. Hasilnya terlihat dari penampilan mereka yang mampu tampil solid dan menyelesaikan laga hanya dalam dua gim.
Bidik Medali
Lolos ke babak 16 besar membuat kepercayaan diri Amri/Nita semakin meningkat. Meski baru menjalani debut di Kejuaraan Dunia, keduanya tidak ingin berhenti sampai di babak tersebut.
Amri menegaskan bahwa mereka ingin memanfaatkan kesempatan berharga ini sebaik mungkin. Target mereka kini bukan sekadar melaju sejauh mungkin, tetapi berusaha membawa pulang medali.
“Ini Kejuaraan Dunia pertama kami, tidak semua orang bisa dapat jadi kami bertekad untuk memaksimalkan. Mudah-mudahan hasilnya maksimal, mudah-mudahan bisa bawa medali. Itu target kami,” kata Amri.
Dengan tiket 16 besar yang sudah diamankan, Amri/Nita kini akan kembali mempersiapkan diri menghadapi pertandingan berikutnya. Konsistensi, kemampuan membaca permainan, serta strategi menjadi kunci jika mereka ingin terus melangkah dan mewujudkan target meraih medali di Kejuaraan Dunia Bulutangkis 2026.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







