Jurnal Pelopor – Gabriel Jesus semakin menunjukkan ketajamannya bersama Barcelona setelah membantu Blaugrana menang 3-0 atas Getafe pada lanjutan Liga Spanyol, Sabtu (10/10/2026). Mantan penyerang Arsenal itu mencetak gol kedua Barcelona sekaligus mendapat pujian dari sejumlah media Spanyol. Bahkan, Mundo Deportivo membandingkan penyelesaian akhirnya dengan legenda Barcelona asal Brasil, Romario.
Gabriel Jesus Cetak Gol dalam Kemenangan Barcelona
Barcelona tampil agresif saat menjamu Getafe di Camp Nou dan langsung unggul melalui gol cepat Anthony Gordon. Setelah itu, Gabriel Jesus menggandakan keunggulan melalui penyelesaian akhir yang mendapat perhatian media setempat. Kemenangan 3-0 tersebut memperlihatkan ketajaman lini serang Barcelona setelah jeda internasional.
Penyerang asal Brasil berusia 29 tahun itu kini telah mencetak tiga gol dalam lima penampilan bersama Barcelona. Catatan tersebut menjadi awal positif setelah ia meninggalkan Arsenal untuk bergabung dengan klub Catalan itu. Dengan biaya transfer yang dilaporkan sebesar 8,6 juta pound, Jesus mulai menunjukkan kontribusi yang diharapkan dari rekrutan baru.
Mundo Deportivo Soroti Kemiripan dengan Romario
Media Catalan, Mundo Deportivo, memberikan apresiasi terhadap kemampuan Jesus bermain membelakangi gawang dan menghubungkan permainan dengan lini tengah. Namun, sorotan utamanya tertuju pada ketepatan sang striker ketika memperoleh peluang menghadap langsung ke gawang lawan. Media tersebut menilai penyelesaian akhir Jesus mengingatkan pada Romario, salah satu penyerang legendaris Barcelona.
“Peluang pertama yang didapatnya saat menghadap gawang langsung dimaksimalkan menjadi gol, dengan ketepatan waktu seperti Romario,” tulis Mundo Deportivo.
Romario memperkuat Barcelona selama dua musim dan mencatatkan 39 gol serta 17 assist dalam 65 penampilan. Perbandingan tersebut merupakan pujian terhadap kualitas penyelesaian akhir Jesus, bukan penyamaan pencapaian karier keduanya.
Romario dikenal sebagai salah satu penyerang penting dalam sejarah Barcelona dan sepak bola Brasil. Ia juga memiliki hubungan dengan penghargaan Ballon d’Or melalui pengakuan retrospektif setelah aturan kelayakan pemain diperluas. Sementara itu, Hristo Stoichkov merupakan pemenang resmi Ballon d’Or pada 1994.
Kerja Keras Selama Jeda Internasional Berbuah Manis
Media Spanyol AS turut menyoroti persiapan Jesus selama jeda internasional. Karena tidak mendapat panggilan memperkuat Timnas Brasil pada periode tersebut, ia memanfaatkan waktunya untuk berlatih di Barcelona. Usaha itu dinilai membantu sang striker memaksimalkan kesempatan ketika kompetisi kembali bergulir.
AS menilai kontribusi Jesus tidak hanya terlihat dari gol yang membawa Barcelona unggul 2-0. Ia juga aktif melakukan pressing terhadap pemain bertahan Getafe dan membantu tim menekan lawan. Pergerakan tanpa bola tersebut memperlihatkan perannya dalam sistem permainan yang diterapkan pelatih Hansi Flick.
Dapat Nilai 8,5, Jesus Bantu Tutupi Absennya Raphinha
Pujian lain datang dari Marca, yang memberikan nilai 8,5 dari 10 kepada Jesus. Media tersebut menyoroti performanya, terutama pada babak pertama, serta kemampuannya memanfaatkan kesempatan bermain. Penilaian itu menunjukkan bahwa kontribusinya dinilai penting dalam kemenangan Barcelona.
Marca juga menilai absennya Raphinha tidak terlalu terasa saat Barcelona menghadapi Getafe, baik dalam menyerang maupun bertahan. Jesus membantu mengisi kebutuhan tim melalui gol, tekanan terhadap lawan, dan keterlibatan dalam permainan kolektif. Bagi Flick, penampilan tersebut menambah pilihan di lini depan ketika pemain utama harus absen.
Peluang Jesus Menjadi Andalan Barcelona
Tiga gol dalam lima penampilan menjadi modal positif bagi Jesus untuk mempertahankan performanya. Meski demikian, konsistensi dalam pertandingan berikutnya tetap menjadi tantangan bagi mantan penyerang Arsenal tersebut. Barcelona tentu membutuhkan kontribusi berkelanjutan jika ingin menjaga persaingan di papan atas Liga Spanyol.
Pujian dari media Spanyol menunjukkan bahwa penampilan Jesus mulai menarik perhatian setelah kepindahannya ke Catalonia. Namun, perbandingan dengan Romario masih sebatas apresiasi terhadap ketajaman di depan gawang, bukan ukuran kesetaraan prestasi. Menurut Anda, apakah Gabriel Jesus mampu menjadi striker utama Barcelona dan mempertahankan ketajamannya sepanjang musim ini?
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







