• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Disorot Menteri PKP, KDM Buka Alasan Setop Izin Rumah

Dedi Mulyadi menegaskan setop izin rumah hanya berlaku di wilayah rawan bencana, sebagai jeda penataan ulang tata ruang.

musa by musa
19/12/2025
in Nasional
0
rumah
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menegaskan bahwa penghentian sementara izin pembangunan rumah tidak berlaku menyeluruh. Kebijakan itu hanya diterapkan di wilayah yang memiliki potensi bencana, seperti banjir dan longsor. Ia menyebut kepala daerah dan dinas terkait seharusnya memahami risiko tata ruang di wilayah masing-masing.

Menurut Dedi, kebijakan ini menjadi langkah jeda agar pemerintah memiliki ruang untuk menata ulang perencanaan wilayah secara lebih matang.

Jeda Sambil Menata Ulang Tata Ruang

Penghentian izin tersebut tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 180/HUB.03.08.02/DISPERKIM. Dedi menjelaskan, perubahan regulasi tata ruang membutuhkan waktu lama, sementara ancaman bencana bisa datang kapan saja.

Ia menilai kesalahan tata ruang di masa lalu tidak bisa dibiarkan terus berulang. Karena itu, izin pembangunan dihentikan sementara sambil dilakukan evaluasi dan pemetaan ulang kawasan rawan bencana.

Mitigasi Bencana Jadi Prioritas

Dedi menegaskan kebijakan ini bertujuan melindungi masyarakat dari risiko lingkungan. Ia menyebut banjir tidak menunggu perda selesai disusun. Oleh sebab itu, langkah cepat dianggap perlu agar kerugian tidak terus berulang.

Ia menekankan ingin mencapai dua tujuan sekaligus. Masyarakat tetap bisa memiliki rumah, namun lingkungan juga terjaga dan harmonis.

Respons atas Sorotan Menteri PKP

Terkait ajakan diskusi dari Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Dedi menegaskan kebijakan ini tidak diambil secara sepihak. Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah meminta bidang tata ruang berkoordinasi dengan daerah untuk memetakan kawasan rawan sebagai bagian dari mitigasi bencana.

Ia menilai dialog dengan pemerintah pusat penting agar kebijakan perumahan berjalan searah dengan perlindungan lingkungan.

Banjir Jadi Bukti Kesalahan Tata Ruang

Dedi menyoroti banyaknya perumahan yang kini terdampak banjir, khususnya di Bandung dan Bekasi. Ia menyebut alih fungsi lahan sawah, rawa, dan daerah resapan air sebagai penyebab utama.

Kasus di Arjasari, Kabupaten Bandung, menjadi contoh nyata. Menurutnya, kesalahan tata ruang lama berdampak langsung pada banjir yang kini merendam kawasan perumahan.

Perbedaan Pola Pengembang Perumahan

Dedi juga mengungkap adanya perbedaan pola antara pengembang perumahan mewah dan rumah sederhana. Pengembang perumahan kelas atas cenderung menyiapkan sistem pengendalian air sendiri.

Sebaliknya, banyak pengembang rumah sederhana meninggalkan masalah lingkungan setelah proyek selesai. Akibatnya, pemerintah daerah harus menanggung beban infrastruktur dan fasilitas umum dengan anggaran terbatas.

Dorongan Sinkronisasi Kebijakan

Dedi menegaskan persoalan ini perlu dibahas bersama pemerintah pusat. Ia ingin penyediaan perumahan di Jawa Barat berjalan seiring dengan kelestarian alam.

Menurutnya, pembangunan tanpa perhitungan ekologis hanya akan memindahkan beban bencana ke masyarakat dan pemerintah daerah di masa depan.

Sumber: Detik.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #DediMulyadi #JawaBarat #IzinPembangunan #TataRuang #RawanBencana #Banjir #Longsor #jurnalpelopor
Previous Post

Ade Kuswara Kunang, Bupati Termuda Bekasi Terjerat OTT KPK

Next Post

Parlemen Negara Eropa Chaos, Lempar Air dan Petasan

musa

musa

Related Posts

rupiah
Nasional

Rupiah Melemah Tembus Rp17.600 Harga Pangan Terancam Naik.

16/05/2026
tol
Nasional

Mangkrak! Tol Gilimanuk-Mengwi Bikin Wayan Koster Malu

13/04/2026
Gagalkan Penyelundupan Besar, 900 Satwa Liar Diamankan
Nasional

Gagalkan Penyelundupan Besar, 900 Satwa Liar Diamankan

01/04/2026
karyawan
Nasional

Sadis! Mayat Karyawan Disimpan di Freezer, 2 Pelaku Ditangkap

31/03/2026
annisa
Nasional

Bahagia di Usia 44, Annisa Pohan Lahirkan Putra Kedua AHY!

31/03/2026
prabowo
Nasional

Soal Laporan Palsu, Prabowo: Jangan Coba Main-main!

12/03/2026
Next Post
parlemen

Parlemen Negara Eropa Chaos, Lempar Air dan Petasan

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.