Jurnal Pelopor — Stadion MetLife dijadwalkan menggelar delapan pertandingan penting, termasuk laga Inggris vs Panama dan Final Piala Dunia 2026. Namun, suporter harus bersiap menghadapi birokrasi transportasi yang rumit dan sangat mahal.
1. Larangan Berjalan Kaki Menuju Stadion
Meskipun stadion ini berkapasitas 82.500 kursi, akses bagi pejalan kaki secara resmi dilarang.
-
Alasan Keamanan: Lokasi stadion dikelilingi oleh jaringan jalan raya dan jalan tol yang kompleks. Berdasarkan undang-undang New Jersey, warga dilarang berjalan di bahu jalan tol demi keselamatan.
-
Tidak Ada Jalur Trotoar: Juru bicara Kepolisian New Jersey, Charles Marchan, menegaskan bahwa berjalan di jalur tersebut sangat berbahaya bagi pejalan kaki maupun pengendara motor.
2. Lonjakan Tarif Transportasi yang Drastis
Karena kendaraan pribadi dibatasi dan jalan kaki dilarang, suporter hanya punya pilihan menggunakan transportasi umum dari New York City (Penn Station). Namun, harganya meningkat hingga belasan kali lipat dari tarif normal:
-
Kereta Api: Tiket pulang-pergi saat Piala Dunia dibanderol £110 (Rp2,2 juta). Padahal, tarif normal untuk pertandingan NFL biasanya hanya £9.50 (Rp190 ribu).
-
Bus: Tarif bus menuju stadion mencapai £60 (Rp1,2 juta).
3. Konflik Pemerintah New Jersey vs FIFA
Mahalnya tarif ini merupakan buntut dari “perang dingin” antara Gubernur New Jersey, Mikie Sherrill, dengan FIFA.
-
Kritik Gubernur: Sherrill mengecam FIFA yang dianggap tidak memberikan subsidi sepeser pun untuk transportasi suporter, padahal FIFA diprediksi meraup keuntungan 11 miliar USD.
-
NJ Transit Terbebani: Pengoperasian transportasi massal memakan biaya hingga 48 juta USD. Sherrill menegaskan tidak mau mensubsidi pemegang tiket dengan uang pajak warga New Jersey jika FIFA tidak ikut menanggung biaya tersebut.
-
Respons FIFA: Pihak FIFA menyatakan telah bekerja sama dengan komite tuan rumah untuk merancang rencana transportasi massal yang efisien sejak tahun 2018.
Daftar Tim yang Terdampak di Fase Grup (MetLife):
Berdasarkan jadwal, fans dari negara-negara berikut akan menjadi yang pertama merasakan ketatnya aturan ini:
-
Inggris
-
Brasil
-
Prancis
-
Norwegia
Situasi ini membuat Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat diprediksi menjadi salah satu edisi paling mahal bagi suporter. Bayangkan, biaya transportasinya saja sudah bisa untuk membeli tiket pertandingan di liga-liga top Eropa lainnya.
Menurut Anda, apakah wajar jika pemerintah negara bagian membebankan biaya transportasi sepenuhnya kepada suporter demi menekan kerugian daerah, ataukah FIFA yang seharusnya “turun tangan” memberikan subsidi agar ajang ini tetap terjangkau bagi fans ekonomi menengah?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







