• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Diagnostik Kanker Naik Level! Bio Farma Rilis Radiofarmaka Resmi

FloDeg resmi dapat izin edar BPOM, jadi lompatan Bio Farma dalam teknologi diagnostik kanker berbasis PET-Scan nasional.

musa by musa
21/05/2025
in Nasional
0
Bio Farma
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — PT Bio Farma resmi mendapatkan izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produk radiofarmaka 18-F Fluorodeoxyglucose (FDG) bermerek dagang FloDeg. Produk ini digunakan dalam pemeriksaan diagnostik kanker berbasis teknologi PET-Scan (Positron Emission Tomography). Izin edar ini menjadi tonggak penting dalam transformasi Bio Farma sebagai perusahaan farmasi nasional berbasis teknologi tinggi.

Radiofarmaka sendiri adalah sediaan farmasi yang mengandung radioisotop dan digunakan untuk tujuan diagnostik maupun terapeutik. Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan bahwa kehadiran radiofarmaka seperti FloDeg merupakan langkah signifikan dalam menghadapi tantangan kesehatan global, termasuk peningkatan kasus kanker.

“Radiofarmaka merupakan produk inovatif yang dibutuhkan di era penyakit degeneratif seperti sekarang. Ini bukan sekadar produk medis, tapi juga simbol kesiapan bangsa dalam menguasai teknologi kesehatan tingkat tinggi,” ujar Taruna dalam siaran pers yang dirilis Bio Farma, Selasa (20/5).

Jawaban atas Ketergantungan Impor

Taruna juga menyinggung bahwa lebih dari 90 persen bahan baku obat di Indonesia masih bergantung pada impor. Dengan hadirnya produk radiofarmaka lokal ini, Indonesia mulai menapaki jalur kemandirian teknologi farmasi yang sebelumnya sangat terbatas. Khusus di bidang kedokteran nuklir, langkah ini membuka peluang layanan medis yang belum berkembang luas di dalam negeri.

Direktur Pengembangan Usaha Bio Farma, Yuliana Indriati, menyatakan FloDeg akan diproduksi di fasilitas berlisensi kawasan industri Cikarang. Fasilitas ini telah memenuhi standar CPOB serta regulasi keselamatan radiasi dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

“Dengan hadirnya FloDeg, kita dapat memberikan akses layanan onkologi yang lebih akurat, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” tegas Yuliana.

Siapkan Distribusi Nasional & Sistem Pemesanan Digital

FloDeg akan mulai didistribusikan secara nasional, menyasar rumah sakit rujukan dan fasilitas onkologi di berbagai provinsi. Untuk menunjang proses distribusi, Bio Farma mengembangkan sistem digital bernama Ordering Management System (OMS) yang memungkinkan pemesanan produk radiofarmaka secara daring, cepat, dan efisien.

“Ke depan, kami akan terus berinovasi, memperluas cakupan layanan, dan memperkuat ekosistem radiofarmasi dalam kerangka bioekonomi strategis Indonesia,” tambah Yuliana.

Mendukung Pemerataan Diagnostik Kanker

Langkah Bio Farma ini sekaligus mendukung misi Kementerian Kesehatan untuk pemerataan akses layanan diagnosis dan terapi kanker di Indonesia. Dengan teknologi PET-Scan berbasis FDG, dokter dapat mendeteksi kanker secara lebih dini dan akurat, sehingga pengobatan bisa dilakukan lebih tepat sasaran.

Peluncuran FloDeg menandai era baru dalam layanan diagnostik kanker berbasis nuklir di Indonesia. Setelah lama bergantung pada impor dan fasilitas terbatas, Indonesia akhirnya menghadirkan produk lokal berkualitas yang membanggakan.
Produk ini diyakini mampu bersaing di pasar global, sekaligus memperkuat kemandirian industri dalam negeri secara berkelanjutan.

Sumber: Kompas

Baca Juga:

Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!

Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #Indonesia #Prabowo #JurnalPelopor #BioFarma #BPOM #FloDeg #Radiofarmaka #Kanker #PETScan #TeknologiKesehatan
Previous Post

KPK Ungkap Oknum Kemnaker Korupsi, Rampas Uang Calon TKA

Next Post

Menakar Peluang Pabrik Etanol di Bojonegoro

musa

musa

Related Posts

bapenda
Nasional

Kebakaran Melanda Gedung Bapenda DKI, 30 Damkar Dikerahkan

08/08/2026
bps
Nasional

BPS: Jemaah Haji RI Habiskan Hampir Rp2 Triliun untuk ini

07/08/2026
keracunan
Nasional

Sudaryono Beberkan Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Papua

07/08/2026
ibu
Nasional

Viral! Tak Puas Dengan Hasil Foto, Anak Tega Aniaya Ibu Kandung

06/08/2026
bank
Nasional

Baru Ambil Uang Dari Bank, Rp30 Juta Raib Dibegal

06/08/2026
korupsi
Nasional

Tak Bisa Asal Copot, Tito Jelaskan Aturan Kepala Daerah Korupsi

06/08/2026
Next Post
etanol

Menakar Peluang Pabrik Etanol di Bojonegoro

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.