Jurnal Pelopor – Riwayat pendidikan para Wakil Presiden Republik Indonesia memiliki cerita yang beragam. Dari Mohammad Hatta hingga Gibran Rakabuming Raka, para wapres Indonesia datang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda, mulai dari ekonomi, hukum, militer, teknik, agama, hingga manajemen.
Ada wapres yang menempuh pendidikan tinggi di luar negeri dan meraih gelar akademik bergengsi. Ada pula yang pendidikan formalnya tidak sampai perguruan tinggi, tetapi dikenal memiliki pengalaman panjang dalam pergerakan, pemerintahan, maupun dunia militer.
Berikut profil pendidikan Wakil Presiden RI dari masa ke masa.
1. Mohammad Hatta (1945–1956)

Mohammad Hatta merupakan Wakil Presiden pertama Indonesia. Bung Hatta menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS) dan kemudian MULO di Padang.
Pendidikannya berlanjut ke Hoogere Burgerschool (HBS) di Batavia. Setelah itu, Hatta melanjutkan studi ekonomi ke Nederland Handelshogeschool di Rotterdam, Belanda.
Pendidikan ekonomi tersebut menjadi salah satu bekal penting dalam perjalanan Hatta sebagai tokoh pergerakan sekaligus negarawan.
2. Sri Sultan Hamengkubuwana IX (1973–1978)

Sri Sultan Hamengkubuwana IX memiliki latar belakang pendidikan yang banyak bersentuhan dengan sistem pendidikan pada masa kolonial.
Ia menempuh pendidikan di ELS Yogyakarta dan HBS Semarang, kemudian melanjutkan pendidikan di HBS Bandung.
Setelah itu, Sri Sultan melanjutkan studi ke Universiteit Leiden di Belanda. Di sana ia mempelajari bidang ekonomi dan indologi.
3. Adam Malik (1978–1983)

Adam Malik memiliki perjalanan pendidikan yang berbeda dibandingkan sejumlah wapres lainnya.
Ia pernah menempuh pendidikan di Sekolah Partikelir Tjikini dan Madrasah Islamiyah di Pematangsiantar. Pendidikan formalnya tidak sampai perguruan tinggi.
Meski demikian, Adam Malik dikenal sebagai tokoh yang banyak belajar secara otodidak. Ia aktif dalam dunia pergerakan nasional, kewartawanan, hingga kemudian menjadi salah satu tokoh penting dalam pemerintahan Indonesia.
4. Umar Wirahadikusumah (1983–1988)

Umar Wirahadikusumah menempuh pendidikan dasar dan menengah di Bandung. Ia menyelesaikan pendidikan di HIS dan MULO.
Perjalanan pendidikannya kemudian berlanjut ke dunia militer. Pendidikan dan pengalaman militer tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan karier Umar hingga menduduki posisi strategis di Angkatan Darat.
5. Sudharmono (1988–1993)

Sudharmono memiliki latar belakang pendidikan hukum.
Ia menempuh pendidikan dasar hingga menengah di Jawa Timur. Setelah itu, Sudharmono melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Ia juga menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum Militer (STHM). Latar belakang hukum dan militer tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan panjangnya di pemerintahan.
6. Try Sutrisno (1993–1998)

Try Sutrisno dikenal sebagai wapres yang memiliki latar belakang militer kuat.
Ia menyelesaikan pendidikan umum hingga SMA Bagian B pada 1956. Setelah itu, Try melanjutkan pendidikan di Akademi Teknik Angkatan Darat (ATEKAD).
Pendidikan tersebut kemudian mendukung karier militernya hingga mencapai posisi Panglima ABRI sebelum akhirnya menjadi Wakil Presiden RI.
7. B.J. Habibie (1998)

B.J. Habibie menjadi salah satu wapres dengan perjalanan akademik yang sangat menonjol.
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah di SMA Kristen Dago, Bandung, Habibie melanjutkan pendidikan di bidang teknik. Ia sempat menempuh pendidikan di ITB sebelum melanjutkan studi ke Technische Hochschule Aachen, Jerman.
Di Jerman, Habibie mendalami teknik penerbangan dan kemudian meraih gelar insinyur serta doktor atau Dr.-Ing.
8. Megawati Soekarnoputri (1999–2001)

Megawati Soekarnoputri menempuh pendidikan menengah di Perguruan Cikini, Jakarta.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Megawati juga sempat menempuh pendidikan di Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI).
Namun, pendidikan tingginya tidak sampai selesai. Perjalanan Megawati kemudian lebih banyak dikenal melalui kiprahnya di dunia politik hingga menjadi Wakil Presiden dan Presiden RI.
9. Hamzah Haz (2001–2004)

Hamzah Haz memiliki latar belakang pendidikan agama sekaligus ekonomi.
Ia menempuh pendidikan hingga Madrasah Aliyah di Ketapang, Kalimantan Barat. Setelah itu, Hamzah Haz melanjutkan pendidikan di Akademi Koperasi Negara di Malang.
Ia kemudian menempuh pendidikan di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak dan meraih gelar sarjana.
10. Jusuf Kalla (2004–2009 & 2014–2019)

Jusuf Kalla menjadi salah satu tokoh yang dua kali dipercaya sebagai Wakil Presiden RI, yakni pada periode 2004–2009 dan 2014–2019.
Pendidikan menengahnya ditempuh di SMA Negeri 3 Makassar. Setelah itu, Kalla melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin (Unhas).
Ia juga tercatat menempuh pendidikan di Asian Institute of Management (AIM) di Manila, Filipina.
11. Boediono (2009–2014)

Boediono memiliki latar belakang akademik yang kuat di bidang ekonomi.
Ia menempuh pendidikan di Indonesia sebelum melanjutkan studi ke University of Western Australia. Dari kampus tersebut, Boediono memperoleh gelar Bachelor of Commerce.
Pendidikannya berlanjut ke Monash University dan meraih Master of Economics. Ia kemudian menyelesaikan pendidikan doktoral bidang ekonomi di University of Pennsylvania, Amerika Serikat.
12. Ma’ruf Amin (2019–2024)

Ma’ruf Amin memiliki perjalanan pendidikan yang kuat dalam bidang agama.
Ia menempuh pendidikan dasar di Tangerang dan kemudian melanjutkan pendidikan di Pesantren Tebuireng, Jombang.
Setelah itu, Ma’ruf Amin melanjutkan pendidikan tinggi di Fakultas Agama Islam Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta.
13. Gibran Rakabuming Raka (2024–sekarang)
Gibran Rakabuming Raka merupakan Wakil Presiden RI yang menjabat sejak 2024. Riwayat pendidikannya belakangan menjadi sorotan setelah muncul gugatan yang mempertanyakan pemenuhan syarat pendidikan dalam pencalonan Pilpres 2024.
Gibran menempuh pendidikan dasar hingga menengah pertama di Surakarta. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di Orchid Park Secondary School, Singapura.
Pendidikannya kemudian berlanjut ke UTS Insearch di Sydney, Australia. Lembaga tersebut menjadi bagian penting dalam pembahasan mengenai riwayat pendidikan Gibran.
Pendidikan Gibran Jadi Sorotan MK
Dalam putusan pada 6 Oktober 2026, Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan tidak menemukan bukti yang meyakinkan berupa ijazah, sertifikat, atau diploma dari pendidikan luar negeri Gibran yang dapat menjadi dasar untuk menyatakan bahwa ia telah menyelesaikan pendidikan yang setara dengan SMA.
Namun, putusan tersebut tidak membuat status Gibran sebagai wakil presiden gugur. MK menyatakan permohonan perkara tidak dapat diterima karena para pemohon tidak memiliki kedudukan hukum untuk mengajukan permohonan tersebut.
Untuk pendidikan tinggi, Gibran tercatat memperoleh diploma dari Management Development Institute of Singapore (MDIS), yang bekerja sama dengan University of Bradford, Inggris. Ia disebut lulus pada 2010 dengan konsentrasi pemasaran.
Pendidikan Para Wapres Berbeda-beda
Jika melihat perjalanan pendidikan para wapres dari Mohammad Hatta hingga Gibran, terlihat jelas bahwa latar belakang mereka sangat beragam.
Ada yang memiliki gelar doktor dari universitas luar negeri seperti B.J. Habibie dan Boediono. Ada yang kuat di bidang militer seperti Umar Wirahadikusumah dan Try Sutrisno. Ada pula yang memiliki latar belakang agama seperti Ma’ruf Amin.
Sementara itu, Adam Malik menunjukkan bahwa perjalanan seorang tokoh tidak selalu ditentukan oleh pendidikan formal. Ia banyak belajar secara otodidak dan membangun karier melalui pergerakan serta pengalaman.
Kini, riwayat pendidikan Gibran menjadi bagian yang kembali mendapat perhatian publik setelah putusan MK. Perkara tersebut sekaligus membuat perjalanan pendidikan para Wakil Presiden RI dari masa ke masa menarik untuk dilihat kembali.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:








