Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Kementerian ESDM Tegas: Pertamina Tak Monopoli BBM - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Kementerian ESDM Tegas: Pertamina Tak Monopoli BBM

ESDM bantah tudingan Pertamina monopoli BBM, tegaskan swasta tetap diberi kuota impor dan ruang bersaing di pasar.

musa by musa
19/09/2025
in Nasional
0
esdm
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membantah tudingan bahwa PT Pertamina (Persero) memonopoli penjualan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia. Pemerintah menegaskan bahwa badan usaha swasta tetap mendapat jatah impor BBM setiap tahun, sehingga pasar tidak hanya dikuasai oleh Pertamina.

Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, menekankan bahwa keberadaan SPBU swasta menjadi bukti tidak adanya praktik monopoli. Menurutnya, jika Pertamina benar-benar memonopoli pasar, maka SPBU swasta seperti Shell, BP-AKR, dan Vivo tidak akan mampu beroperasi di Tanah Air.

“Yang perlu kami luruskan, bukan tidak diberikan kuota, tetapi justru kami menambahnya sekitar 10 persen. Memang benar market share Pertamina masih dominan, tetapi bukan berarti tidak ada ruang bagi swasta,” ujar Anggia dalam wawancara dengan CNN Indonesia TV, Rabu (17/9).

Dampak Kasus Korupsi dan Lonjakan Konsumen Swasta

Anggia juga mengakui bahwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak yang menimpa Pertamina pada Februari lalu berdampak pada turunnya kepercayaan publik. Kondisi ini membuat sebagian konsumen beralih ke SPBU swasta, sehingga kuota BBM yang diberikan pemerintah kepada mereka habis lebih cepat dari yang diperkirakan.

“Kami tidak bisa menutup mata bahwa beberapa peristiwa di awal tahun mungkin membuat public trust terhadap produk Pertamina menurun. Itu bisa jadi salah satu faktor terjadinya shifting ke SPBU swasta,” jelasnya.

Meski begitu, Anggia menegaskan pemerintah tidak bisa serta-merta menambah kuota impor BBM bagi swasta. Hal ini karena stok BBM Pertamina masih tersedia dan pemerintah harus mempertimbangkan dampaknya terhadap indikator fiskal, khususnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Fokus Kurangi Impor dan Dorong Kemandirian Energi

Lebih lanjut, Anggia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mendukung cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan kemandirian energi nasional. Salah satu langkah yang ditempuh adalah dengan menekan volume impor minyak secara bertahap.

Jika ada SPBU swasta yang kekurangan stok BBM, Kementerian ESDM mendorong mereka membeli langsung dari Pertamina melalui skema business to business. Skema ini diharapkan menjaga stabilitas pasokan nasional tanpa menambah beban impor.

“Target utama kami adalah mendorong Indonesia mandiri energi. Karena itu, kuota impor tidak bisa ditambah begitu saja. Kalau swasta butuh stok, bisa membeli dari Pertamina, bukan berarti Pertamina memonopoli, tapi karena kuota impor memang ada di Pertamina,” tegas Anggia.

Dengan penegasan ini, Kementerian ESDM berharap publik memahami bahwa pengaturan impor BBM bersifat strategis dan harus dikendalikan negara demi keamanan pasokan energi nasional.

 

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #ESDM #Pertamina #BBM #Monopoli #SPBUswasta #Shell #BP_AKR
Previous Post

Ashanty Geram Developer Bangun di Tanah Warisan

Next Post

BBM Kosong, Petugas SPBU Shell Beralih Jualan Keripik

musa

musa

Related Posts

kayu
Nasional

Pabrik Kayu di Lamongan Terbakar, Api Menjalar Dengan Cepat

25/09/2026
erin
Nasional

Rieke Jelaskan Alasan Dampingi Eks ART Erin Lapor Polisi

25/09/2026
lapas
Nasional

Yusril Minta Temuan Lapas Cibinong Dicek, Pegawai Bisa Disanksi

25/09/2026
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso
Nasional

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

23/09/2026
Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam
Nasional

Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam

22/09/2026
ponorogo
Nasional

Prabowo Tiba di Ponorogo, Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

19/09/2026
Next Post
spbu

BBM Kosong, Petugas SPBU Shell Beralih Jualan Keripik

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.