• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Lasarus Sentil Proyek Lapindo: “Jangan Jadi Proyek Abadi!”

DPR soroti proyek lumpur Lapindo yang terus serap APBN. Lasarus sebut program ini bak “proyek abadi” tanpa akhir.

musa by musa
10/07/2025
in Nasional
0
lasarus
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Ketua Komisi V DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Lasarus, melontarkan kritik keras terhadap program penanganan lumpur Lapindo yang terus menyedot anggaran ratusan miliar rupiah setiap tahun dari APBN. Ia menyebut proyek ini seperti “proyek abadi” yang tidak kunjung selesai meski sudah berjalan hampir 20 tahun sejak bencana terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Saya jengah. Ini sudah 20 tahun lebih. Apa ini barang? Hanya mengalirkan lumpur ke laut saja bisa habis Rp 270 miliar per tahun?” ucap Lasarus dalam rapat kerja dengan Kementerian PUPR, Rabu (9/7/2025).

Rincian Anggaran yang Membengkak

Lasarus membeberkan data anggaran APBN yang telah digelontorkan pemerintah untuk proyek ini selama lima tahun terakhir:

  • 2022: Rp 270 miliar
  • 2023: Rp 270 miliar
  • 2024: Rp 227 miliar
  • 2025: Rp 179 miliar
  • RAPBN 2026: Rp 169 miliar

Ia mempertanyakan efektivitas program yang menelan dana besar, padahal menurutnya, secara teknis bisa ditangani lebih sederhana, misalnya dengan membuat saluran langsung ke laut ketimbang terus-terusan menggunakan pompa.

“Apa tidak kita bikin kali saja, dikeruk besar-besar dari lubang itu, biar langsung mengalir ke laut? Air itu akan mengalir ke tempat rendah, sederhana saja kok,” tegasnya.

Sindiran untuk Pompa: “Siapa yang Untung?”

Lebih lanjut, Lasarus menduga ada potensi pemborosan anggaran terutama dalam urusan sewa alat seperti pompa.

“Ini kemungkinan besar sewa pompa terus. Abadi kah kita sewa pompa ini? Ini perlu dicek. Jangan-jangan ada yang menikmati ini terus-menerus,” ujarnya sinis.

Hak Korban Belum Tuntas, Proyek Jalan Justru Tertunda

Tak hanya soal teknis dan pemborosan, Lasarus juga mengkritik ketidakadilan alokasi anggaran, karena proyek ini menyerap dana besar sementara kewajiban terhadap warga terdampak justru belum tuntas.

“Coba itu anggaran digunakan untuk mengganti hak masyarakat yang dirugikan akibat lumpur Lapindo. Banyak yang belum dibayar. Bahkan dulu ada mantan anggota DPR, Pak Sungkono, sampai miskin karena pabriknya terdampak. Nggak pernah diganti,” ujarnya.

Ia membandingkan bahwa dana sebesar itu bisa digunakan untuk membangun banyak jalan daerah yang manfaatnya lebih luas dan langsung dirasakan masyarakat.

Dorong Panja dan Audit BPK: “Kalau Ada Tindak Pidana, Penjarakan!”

Lasarus pun menyampaikan niat DPR untuk membentuk Panitia Kerja (Panja) Lumpur Lapindo, serta mendorong audit oleh BPK dan BPKP guna menelusuri kejanggalan penggunaan anggaran yang terus muncul setiap tahun.

“Kalau ada indikasi tindak pidana, ya kirim saja pelakunya ke penjara. Sudah cukup lama ini dibiarkan,” tegasnya.

Ia juga meminta perhatian khusus dari Dirjen Sumber Daya Air yang baru, agar penanganan lumpur Lapindo tak lagi lolos dari radar pengawasan.

Kesimpulan: Saatnya Evaluasi Total

Proyek penanganan lumpur Lapindo kini berada di persimpangan penting: apakah tetap dilanjutkan dengan skema lama yang menyedot anggaran besar, atau dikaji ulang secara menyeluruh untuk memastikan efektivitas dan keadilan bagi korban? DPR menegaskan akan mengambil langkah tegas jika ditemukan indikasi penyimpangan, termasuk membuka peluang audit dan panja.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Lapindo #LumpurLapindo #Lasarus #DPRRI #PDIPerjuangan #APBN #Sidoarjo #KritikDPR #JurnalPelopor #Indonesia
Previous Post

Indonesia Hajar Thailand! Kini Bidik Juara SEA V League 2025

Next Post

8 Fakta Heboh Final Chelsea Vs PSG di Club World Cup!

musa

musa

Related Posts

bapenda
Nasional

Kebakaran Melanda Gedung Bapenda DKI, 30 Damkar Dikerahkan

08/08/2026
bps
Nasional

BPS: Jemaah Haji RI Habiskan Hampir Rp2 Triliun untuk ini

07/08/2026
keracunan
Nasional

Sudaryono Beberkan Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Papua

07/08/2026
ibu
Nasional

Viral! Tak Puas Dengan Hasil Foto, Anak Tega Aniaya Ibu Kandung

06/08/2026
bank
Nasional

Baru Ambil Uang Dari Bank, Rp30 Juta Raib Dibegal

06/08/2026
korupsi
Nasional

Tak Bisa Asal Copot, Tito Jelaskan Aturan Kepala Daerah Korupsi

06/08/2026
Next Post
final

8 Fakta Heboh Final Chelsea Vs PSG di Club World Cup!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.