• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Iran Langsung ke Rusia! Menlu Temui Putin Setelah Serangan AS

Serangan udara AS ke Fordow, Natanz, dan Isfahan picu Iran jalin koordinasi darurat dengan Rusia, ketegangan global meningkat tajam.

musa by musa
23/06/2025
in World
0
iran
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Konflik Iran dan Amerika Serikat semakin memanas setelah Presiden Donald Trump memerintahkan serangan udara ke tiga situs nuklir strategis Iran: Fordow, Natanz, dan Isfahan, Sabtu (21/6) malam. Tak lama setelah serangan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, langsung mengumumkan rencana kunjungan mendesak ke Moskow untuk bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin.

“Saya akan ke Moskow sore ini untuk konsultasi serius dengan Presiden Rusia,” ujar Araghchi di sela-sela Konferensi OKI di Istanbul, seperti dilansir AFP, Minggu (22/6).

Iran: AS dan Israel Telah Lewati Garis Merah

Menlu Araghchi menilai serangan udara Amerika terhadap fasilitas nuklir sebagai bukti bahwa Washington mengkhianati jalur diplomasi dan lebih memilih pendekatan militer. Ia menyebut AS telah “melewati garis merah” dan memberi “pukulan telak bagi perdamaian dunia”.

“AS dan Israel telah menginjak-injak prinsip dasar diplomasi, dan hari ini mereka menunjukkan bahwa mereka hanya mengerti bahasa kekerasan,” tegasnya. Ia menambahkan, Iran akan mempertahankan diri dengan segala cara yang diperlukan, termasuk melalui kekuatan militer jika terpaksa.

Iran Tolak Negosiasi, Minta Sidang Darurat PBB

Araghchi menolak tawaran negosiasi pasca-serangan. Ia menilai pernyataan Trump soal ‘Iran harus menyerah dan berunding’ sudah tidak relevan. Menurutnya, dunia harus sadar bahwa AS telah memperalat diplomasi untuk melegitimasi serangan terhadap negara berdaulat.

Atas insiden ini, Iran secara resmi mengajukan permintaan sidang darurat kepada Dewan Keamanan PBB. Tujuannya adalah untuk mengutuk keras agresi militer AS, dan meminta pertanggungjawaban penuh Washington atas pelanggaran hukum internasional dan Piagam PBB.

Rusia Bersiap Ambil Peran Strategis

Kunjungan Abbas Araghchi ke Rusia memperkuat sinyal bahwa Teheran mulai membentuk poros perlawanan baru bersama Moskow. Kremlin sendiri sebelumnya mengecam keras serangan AS dan menuduh Washington memprovokasi perang besar-besaran di kawasan.

Beberapa pengamat melihat pertemuan ini bukan sekadar perundingan biasa, melainkan koordinasi militer dan politik di tengah eskalasi yang mengarah ke potensi perang regional terbuka. Rusia disebut akan memperkuat aliansinya dengan Iran di tengah isolasi global terhadap AS pasca serangan sepihak.

Penutup: Dunia di Ambang Krisis Baru

Kunjungan darurat Menlu Iran ke Moskow menandai titik balik serius dalam konflik Timur Tengah. Dengan diplomasi yang runtuh dan respons militer yang semakin intensif, dunia kini berdiri di ambang krisis global yang tak bisa lagi diredam dengan retorika damai.

Pertanyaannya: Apakah pertemuan Araghchi dan Putin bisa mencegah perang besar, atau justru menjadi langkah awal membentuk kubu perlawanan anti-AS di panggung geopolitik internasional?

Sumber:  CNN Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #IranAS #DonaldTrump #AbbasAraghchi #VladimirPutin #SeranganUdara #Fordow #Natanz #Isfahan #KonflikGlobal #JurnalPelopor
Previous Post

Setipis Ini! Samsung Galaxy Z Fold 7 Tampil Lebih Tipis dan Elegan

Next Post

Sengketa Batas Wilayah Jadi Sorotan di Retret Kepala Daerah

musa

musa

Related Posts

eropa
World

Eropa Paling Ramah Libur, Pekerja Dapat 33 Hari Cuti

19/01/2026
greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
Next Post
retret

Sengketa Batas Wilayah Jadi Sorotan di Retret Kepala Daerah

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.