Jurnal Pelopor – Jagat media sosial dihebohkan oleh sebuah video CCTV yang memperlihatkan seorang wanita paruh baya tengah melakukan pencurian puluhan kaleng sarden dari sebuah kios. Aksi tersebut terbongkar setelah pemilik kios mencurigai gerak-gerik pelaku yang kerap datang mengenakan pakaian serupa setiap kali berbelanja.
Terbongkar Karena Pakaian Sama
Dalam rekaman CCTV yang viral, pelaku terlihat lihai menyembunyikan sarden ke dalam baju, celana, dan tas jinjing yang dibawanya. Setiap kali datang, ia diduga mencuri sekitar 20 kaleng sarden. Dengan harga per kaleng Rp34.000, kerugian per kunjungan mencapai Rp680.000. Total kerugian selama dua tahun (720 hari) ditaksir mencapai hampir Rp490 juta.
“Saya curiga karena dia sering datang dengan baju yang sama dan selalu terlihat gelisah. Setelah saya cek CCTV, ternyata sudah berlangsung lama,” ungkap pemilik kios yang merasa terpukul karena pencurian ini tidak terdeteksi begitu lama.
Rugi Hampir Setengah Miliar
Dalam satu kali kunjungan, pelaku diperkirakan mencuri sekitar 20 kaleng sarden. Dengan harga Rp34.000 per kaleng, kerugian harian bisa mencapai Rp680.000. Jika aksi itu dilakukan selama 720 hari, total kerugian ditaksir hampir Rp490 juta.
Dalam video yang beredar, pelaku sempat digeledah dan kedapatan menyembunyikan kaleng-kaleng di balik pakaian. Tak pelak, video itu mengundang komentar beragam dari netizen.
Netizen Terbelah: Kasihan tapi Harus Diproses
Video tersebut sontak viral dan menyulut berbagai reaksi dari warganet. Ada yang merasa iba dan menganggap mungkin ibu tersebut mencuri karena desakan ekonomi. Namun banyak pula yang menilai aksi tersebut tidak bisa dimaafkan karena sudah sistematis dan berlangsung lama.
Ada pula yang menilai bahwa pencurian seperti ini harus tetap diproses secara hukum untuk memberikan efek jera, terlebih karena kerugian yang dialami korban bukan jumlah kecil.
Polisi Belum Memberikan Pernyataan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai tindak lanjut kasus ini. Apakah pelaku akan diproses secara pidana atau diselesaikan secara kekeluargaan, masih menjadi pertanyaan publik.
Kejadian ini sekaligus jadi pengingat bagi para pelaku usaha untuk meningkatkan pengawasan, meskipun terhadap pelanggan yang terlihat biasa-biasa saja.
Sumber: Askara.com
Baca Juga:
Juara Tanpa Target, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







