Jurnal Pelopor – Polisi mendalami asal-usul ide Dwi Bagus Martono (40) yang diduga membakar dan menggiling jasad Dini Hardiyanti (30) serta anak tirinya, Arshaka Ghafa El Faezya (4). Berdasarkan pemeriksaan awal, tersangka disebut mengaku mendapat inspirasi dari film yang ditontonnya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur, Kombes Roy H. M. Sihombing, menyampaikan informasi tersebut setelah konferensi pers di Mapolda Jatim, Selasa (27/10/2026). Meski demikian, penyidik masih perlu mendalami keterangan tersangka untuk memastikan latar belakang tindakannya.
Polisi Dalami Pengakuan Tersangka
Roy menjelaskan, hasil pemeriksaan psikologis menunjukkan bahwa Dwi Bagus memiliki kemampuan intelektual tinggi. Tersangka juga diketahui gemar menonton film.
“Ya, dia berdasarkan tes psikologi itu dia punya keinginan yang cukup tinggi dengan kemampuan dan dia juga suka menonton film-film itu,” kata Roy.
Namun, polisi belum menyimpulkan secara final bahwa film menjadi satu-satunya sumber inspirasi tersangka. Penyidik masih mendalami pengakuan tersebut untuk mengungkap latar belakang dan perencanaan tindak pidana yang disangkakan kepadanya.
Polisi juga mengungkapkan bahwa tersangka membeli peralatan yang digunakan dalam upaya menghilangkan jejak setelah peristiwa pembunuhan pada 20 Oktober 2026. Fakta ini menjadi bagian penting dalam penyidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara utuh.
Kasus Terungkap Setelah Ibu dan Anak Dilaporkan Hilang
Kasus ini menjadi perhatian publik setelah Dini dan anaknya dilaporkan hilang pada September 2026. Keluarga berupaya mencari keberadaan keduanya selama lebih dari sebulan sebelum penyelidikan polisi mengarah kepada Dwi Bagus.
Informasi yang beredar menyebutkan Dini sempat bertengkar dengan tersangka di sebuah rumah makan ayam penyet di Ponorogo, Jawa Timur. Pertengkaran tersebut dikabarkan berkaitan dengan telepon genggam yang dibanting dan dugaan Dini ditinggalkan di jalan.
Meski demikian, informasi mengenai pertengkaran tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari keterangan awal yang beredar. Rangkaian kejadian secara lengkap tetap harus mengacu pada hasil penyidikan kepolisian.
Polisi Ungkap Dugaan Rangkaian Pembunuhan
Sebelumnya, Roy menjelaskan bahwa Dwi Bagus diduga membunuh Dini di sebuah kamar hotel di Madiun, kemudian membunuh anaknya. Setelah itu, tersangka diduga membakar jasad kedua korban dan memasukkannya ke mesin penggiling daging.
Polisi juga mengungkapkan bahwa tersangka diduga kembali membakar jasad tersebut sebelum berencana membuangnya ke laut. Penyidik kini berupaya mengungkap seluruh tahapan kejadian, termasuk motif pembunuhan dan kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Selain itu, polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain. Namun, hingga informasi tersebut disampaikan, penyidik belum mengumumkan kesimpulan akhir terkait kemungkinan tersebut.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penyidikan berbasis bukti dalam mengungkap tindak pidana berat. Keterangan tersangka, hasil pemeriksaan psikologis, serta bukti yang ditemukan di lokasi menjadi bagian dari proses hukum untuk menyusun gambaran kejadian secara menyeluruh.
Bagaimana menurut Anda, seberapa penting pendalaman motif dan latar belakang pelaku untuk mengungkap kasus pembunuhan ibu dan anak ini secara tuntas?
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







