Jurnal Pelopor – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membuat sejumlah warga di wilayah Labuan, Kabupaten Pandeglang, Banten, merasakan getaran sejak dini hari. Getaran bahkan disebut berlangsung terus-menerus hingga pagi dan semakin kuat sehingga membuat sebagian warga memilih mengungsi untuk mengantisipasi kondisi yang tidak diinginkan.
Salah satu warga Kampung Baru, Kecamatan Labuan, bernama Fauzan, mengaku mulai merasakan getaran sekitar pukul 01.00 WIB, Sabtu (5/9/2026). Saat itu, pintu rumahnya bergetar tanpa henti.
Getaran tersebut kemudian terus berlangsung selama beberapa jam. Dalam video yang dibagikannya, pintu rumah tampak bergerak-gerak seperti sedang didorong atau diguncang dari luar.
Getaran Makin Terasa hingga Bagian Belakang Rumah
Fauzan mengatakan, pada awalnya getaran hanya terasa di bagian depan rumah. Sementara ruangan yang berada di bagian belakang masih relatif tidak terdampak.
Namun, kondisi berubah menjelang pagi. Sekitar pukul 04.00 WIB, getaran di bagian depan rumah masih terus terasa. Bahkan ketika waktu salat Subuh tiba, guncangan belum juga berhenti.
“Salat Subuh masih bergetar. Sampai akhirnya jam 06.00 WIB atau 06.30 WIB itu nyampe ke belakang,” ujar Fauzan saat dikonfirmasi, Sabtu (5/9/2026).
Semakin kuatnya getaran membuat Fauzan dan keluarganya mulai merasa khawatir. Mereka kemudian mengambil langkah antisipasi dengan meninggalkan rumah dan mengungsi sementara ke Kota Serang.
Keluarga Pilih Mengungsi ke Serang
Fauzan bersama keluarganya mulai berkemas sekitar pukul 06.30 WIB. Barang-barang penting seperti pakaian dan kebutuhan lainnya segera dimasukkan ke kendaraan.
Keputusan tersebut diambil bukan karena adanya kepanikan, melainkan sebagai langkah berjaga-jaga jika aktivitas Gunung Anak Krakatau terus meningkat.
“Ya sudah move saja daripada khawatir, misalnya nauzubillahminzalik terjadi apa-apa. Kita antisipasi lebih baik dari awal gitu loh untuk mengungsi,” tuturnya.
Ia kemudian meninggalkan Labuan sekitar pukul 07.30 WIB. Saat perjalanan, kondisi jalan yang biasanya cukup ramai disebut terlihat lebih sepi dari biasanya.
Warga Pesisir Jadi Perhatian
Selain mengkhawatirkan kondisi keluarganya, Fauzan juga memikirkan warga yang tinggal lebih dekat dengan garis pantai. Menurutnya, lokasi tempat tinggalnya di Labuan berada di dataran yang relatif lebih tinggi dan cukup jauh dari bibir pantai.
Kondisi tersebut membuatnya semakin memikirkan keselamatan warga yang berada di kawasan pesisir, termasuk wilayah Pantai Carita yang lokasinya lebih dekat dengan Gunung Anak Krakatau.
“Yang di pantainya gitu, apalagi Carita. Makanya, aduh ini saja segini sudah getar, apalagi yang di sana,” ungkapnya.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau pun membuat warga di sejumlah wilayah sekitar Selat Sunda meningkatkan kewaspadaan. Warga diimbau tetap tenang, mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang, serta tidak mendekati kawasan yang masuk dalam zona berbahaya.
Bagi warga yang merasakan getaran maupun dampak aktivitas gunung, keselamatan menjadi hal utama. Mengungsi sementara ke lokasi yang lebih aman dapat menjadi pilihan apabila kondisi di lingkungan tempat tinggal dinilai semakin mengkhawatirkan.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







