Jurnal Pelopor – Warga Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, dibuat geger setelah rekaman kamera pengawas atau CCTV yang memperlihatkan dugaan adegan intim antara seorang kepala sekolah dan guru SD beredar di media sosial. Yang membuat kasus ini semakin menjadi sorotan, keduanya diketahui berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dan peristiwa tersebut diduga berlangsung di lingkungan sekolah.
Video tersebut disebut direkam menggunakan kamera pengawas yang terpasang di salah satu ruang kelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pekalongan pun langsung mengambil langkah setelah mengetahui adanya rekaman tersebut.
Kepala Disdikbud Kabupaten Pekalongan, Kholid, mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan terhadap kedua ASN tersebut. Pemeriksaan administrasi kepegawaian juga dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.
Kepala Sekolah Ditarik ke Dinas
Kholid menjelaskan, kepala sekolah yang terekam dalam video tersebut telah ditarik untuk menjalankan tugas di kantor dinas. Sementara itu, jabatan kepala sekolah untuk sementara diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Adapun guru perempuan yang disebut terlibat dalam rekaman tersebut telah dipindahkan ke sekolah lain yang lokasinya cukup jauh dari tempat tugas sebelumnya.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari penanganan internal sembari proses pemeriksaan terhadap keduanya masih berlangsung.
“Kami langsung tangani. Tapi kami hati-hati betul dalam menangani itu, karena hubungannya dengan pekerjaan dan sebagainya,” kata Kholid, Jumat (4/9/2026).
Hubungan Keduanya Sempat Dicurigai
Kasus ini disebut bukan pertama kali menimbulkan kecurigaan di lingkungan sekolah. Sejumlah rekan kerja yang sama-sama berstatus ASN disebut telah mencurigai adanya hubungan khusus antara kepala sekolah dan guru tersebut.
Kecurigaan itu bahkan berkembang menjadi dugaan bahwa keduanya beberapa kali melakukan tindakan tidak pantas di lingkungan sekolah. Karena ingin memastikan kebenaran dugaan tersebut, sejumlah tenaga pengajar kemudian memasang kamera pengawas di salah satu ruang kelas.
Dari situlah rekaman yang kemudian menjadi dasar penanganan internal diperoleh. Rekaman tersebut selanjutnya beredar dan menjadi perhatian masyarakat.
Disdikbud Pastikan Ada Tindakan Tegas
Setelah mengetahui persoalan tersebut, pihak Disdikbud Kabupaten Pekalongan menyatakan langsung mengambil langkah terhadap kedua ASN. Selain penanganan administrasi kepegawaian, tindakan tegas juga diberlakukan sesuai hasil pemeriksaan.
Meski demikian, Disdikbud menyatakan proses penanganan dilakukan secara hati-hati. Hal ini karena kasus tersebut berkaitan dengan status kepegawaian dan pekerjaan kedua pihak.
Kholid menegaskan bahwa pemeriksaan masih berjalan. Pihaknya juga akan mempertimbangkan hasil pemeriksaan sebelum menentukan langkah lanjutan terhadap keduanya.
Kasus ini kini menjadi perhatian di tengah masyarakat Pekalongan. Selain persoalan kedisiplinan ASN, peristiwa tersebut juga kembali menyoroti pentingnya menjaga etika dan profesionalitas di lingkungan sekolah.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







