Jurnal Pelopor – Gunung Anak Krakatau kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Sedikitnya 10 kali erupsi tercatat sejak Jumat (4/9/2026) hingga Sabtu (5/9/2026) dini hari. Berdasarkan laporan Magma Indonesia milik Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi terbaru terjadi pada Sabtu pukul 00.01 WIB. Saat laporan tersebut dibuat, aktivitas erupsi masih berlangsung, meski visual letusan tidak teramati.
Erupsi Terjadi Sejak Dini Hari
Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada Jumat tercatat sejak dini hari. Erupsi pertama terjadi pada pukul 04.11 WIB dan terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 33 milimeter serta durasi 14 detik.
Delapan menit kemudian, erupsi kembali terjadi dengan amplitudo maksimum 60 milimeter dan berlangsung selama 24 detik. Pada pukul 04.28 WIB, aktivitas kembali tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 31 detik.
Aktivitas vulkanik kemudian meningkat pada pukul 05.46 WIB. Saat itu, kolom abu teramati mencapai sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 457 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu tersebut berwarna hitam dengan intensitas tebal dan bergerak ke arah barat hingga barat laut. Erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 27 detik.
Erupsi Kembali Terjadi pada Malam Hari
Setelah sempat jeda, aktivitas erupsi kembali tercatat pada Jumat malam. Pada pukul 22.03 WIB, erupsi terekam dengan amplitudo maksimum 19 milimeter dan durasi 29 detik.
Delapan menit berselang, tepatnya pukul 22.11 WIB, Anak Krakatau kembali erupsi dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 40 detik. Erupsi berikutnya terjadi pada pukul 22.42 WIB dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 56 detik.
Selanjutnya, pada pukul 22.53 WIB, erupsi kembali tercatat dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 40 detik. Beberapa letusan pada malam tersebut tidak teramati secara visual.
Aktivitas Berlanjut hingga Sabtu
Aktivitas Gunung Anak Krakatau belum berhenti. Pada pukul 23.07 WIB, erupsi kembali terekam dan visual letusan tidak teramati. Erupsi terbaru kemudian terjadi pada Sabtu pukul 00.01 WIB. Berdasarkan laporan Magma Indonesia, letusan kembali berlangsung ketika laporan dibuat.
Rangkaian erupsi tersebut menunjukkan Gunung Anak Krakatau masih berada dalam kondisi aktif dengan aktivitas vulkanik yang berlangsung berulang dalam rentang waktu cukup singkat.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







