Jurnal Pelopor – Liverpool menghadapi situasi unik pada musim 2026/2027. Tradisi panjang klub yang selalu memiliki setidaknya satu pemain asli Liverpool atau Scouser dalam skuad terancam terhenti setelah Curtis Jones meninggalkan Anfield.
Selama 134 tahun sejak klub berdiri pada 1892, selalu ada pemain kelahiran Liverpool yang menjadi bagian dari skuad The Reds. Tradisi tersebut menjadi salah satu cerminan kuat hubungan antara klub dengan identitas masyarakat Kota Liverpool.
Namun, untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang tersebut, Liverpool berpotensi menjalani satu musim tanpa pemain kelahiran Liverpool di skuad utama. Kondisi ini membuat tradisi Scouser yang telah bertahan lebih dari satu abad berada di ujung tanduk.
Curtis Jones Jadi Pemain Lokal Terakhir
Curtis Jones menjadi pemain terakhir yang mempertahankan tradisi tersebut. Gelandang jebolan akademi Liverpool itu lahir dan tumbuh di Kota Liverpool sebelum berhasil menembus tim utama The Reds.
Jones mulai mendapatkan kesempatan bermain di level senior pada 2019. Selama memperkuat Liverpool, ia mencatatkan 228 penampilan dan menjadi salah satu pemain lokal yang berhasil berkembang melalui akademi klub.
Pada musim lalu, Jones bahkan tampil sebanyak 49 kali di berbagai kompetisi. Perannya tersebut membuat Jones menjadi bagian penting dari skuad Liverpool sekaligus penerus tradisi pemain Scouser.
Namun, Liverpool akhirnya melepas sang gelandang ke Inter Milan dengan nilai transfer sekitar 40 juta dolar AS atau setara Rp707,8 miliar. Kepergiannya membuat tidak ada lagi pemain kelahiran Liverpool yang secara reguler berada dalam skuad utama The Reds.
Tradisi Scouse Bertahan Lebih dari Satu Abad
Identitas Scouse memiliki tempat khusus dalam sejarah Liverpool. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut masyarakat asli Liverpool atau orang yang memiliki keterikatan kuat dengan kota tersebut.
Tradisi pemain lokal di skuad Liverpool bahkan telah berlangsung sejak klub berdiri pada 1892. Keberadaan pemain kelahiran Liverpool membuat hubungan antara klub dan masyarakat setempat terasa semakin kuat.
Bagi Liverpool, pemain lokal bukan sekadar bagian dari tim. Mereka juga dianggap sebagai representasi identitas kota yang menjadi tempat klub tersebut berdiri dan berkembang.
Tradisi tersebut juga tercermin dalam perjalanan sejumlah tokoh besar klub. Manajer legendaris seperti Bill Shankly dan Bob Paisley memang bukan kelahiran Liverpool, tetapi keduanya memiliki peran besar dalam membangun identitas dan budaya The Reds.
Jayden Danns Bisa Menyelamatkan Rekor
Liverpool sebenarnya masih memiliki peluang untuk mempertahankan tradisi tersebut melalui Jayden Danns. Penyerang muda itu merupakan salah satu produk akademi Liverpool dan memiliki latar belakang lokal.
Namun, Danns belum mampu menjadi bagian reguler dari skuad utama Liverpool. Kondisi tersebut membuat peluangnya untuk langsung menggantikan posisi Curtis Jones sebagai pemain Scouser di tim utama masih cukup kecil.
Danns bahkan tidak masuk dalam daftar pemain Liverpool ketika menghadapi Newcastle United. Situasi tersebut semakin memperbesar kemungkinan berakhirnya tradisi pemain lokal di skuad utama The Reds.
Jika tidak ada perubahan, Liverpool berpotensi benar-benar mengakhiri tradisi Scouser yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad. Klub kini membutuhkan pemain lokal yang mampu menembus tim utama untuk mempertahankan warisan tersebut.
Lulusan Akademi Tak Semuanya Berasal dari Liverpool
Liverpool memang terus memproduksi pemain muda melalui akademinya. Namun, keberadaan akademi tidak otomatis menjamin klub selalu memiliki pemain yang lahir di Kota Liverpool.
Sejumlah pemain muda yang berada dalam sistem Liverpool justru berasal dari berbagai wilayah lain di Inggris. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan akademi klub kini semakin terbuka terhadap talenta dari berbagai daerah.
Rio Ngumoha, misalnya, lahir di London. Sementara itu, Trey Nyoni berasal dari Reading dan James McConnell merupakan pemain asal Newcastle.
Ada pula Lewis Koumas yang berasal dari Chester. Dengan kondisi tersebut, Liverpool tetap memiliki banyak pemain muda potensial, tetapi belum tentu ada yang memenuhi status Scouser.
Tradisi Liverpool Lebih Tua dari Manchester United
Tradisi pemain lokal Liverpool bahkan disebut lebih tua dibandingkan kebiasaan Manchester United dalam mengandalkan pemain akademi. Manchester United sendiri dikenal memiliki tradisi kuat dalam memberikan kesempatan kepada pemain muda sejak 1937.
Namun, tradisi tersebut masih lebih muda dibandingkan sejarah Liverpool yang selama 134 tahun selalu memiliki setidaknya satu pemain Scouser dalam skuad.
Perbedaan tersebut menunjukkan betapa panjang hubungan antara Liverpool FC dan pemain-pemain asli kota tersebut. Tradisi itu bahkan menjadi bagian dari karakter klub yang membedakannya dari sejumlah klub besar Inggris lainnya.
Kini, Liverpool menghadapi tantangan untuk mempertahankan identitas tersebut di tengah perkembangan sepak bola modern. Perekrutan pemain dari berbagai negara membuat komposisi skuad semakin global, sementara regenerasi pemain lokal membutuhkan proses panjang.
Andoni Iraola Diharapkan Menjaga Identitas Lokal
Perhatian kini tertuju kepada manajer Liverpool, Andoni Iraola. Pelatih asal Spanyol itu memiliki pengalaman panjang bersama Athletic Club, klub yang dikenal sangat kuat mempertahankan identitas lokal dan komitmennya terhadap pemain dari wilayah Basque.
Saat masih bermain, Iraola mencatat sekitar 510 penampilan bersama Athletic Club. Pengalaman tersebut membuatnya memahami pentingnya hubungan antara sebuah klub dengan identitas daerah dan masyarakat yang menjadi bagian dari sejarahnya.
Tantangan Iraola di Liverpool bukan hanya mencari pemain terbaik untuk kebutuhan kompetitif. Ia juga diharapkan mampu memberikan ruang bagi pemain lokal agar dapat berkembang dan suatu saat menembus skuad utama.
Jika Jayden Danns mampu berkembang dan mendapatkan tempat di tim utama, tradisi Scouser Liverpool masih bisa diselamatkan. Namun, jika tidak ada pemain lokal yang mampu menembus skuad utama, rekor 134 tahun tersebut berpeluang berakhir pada era sekarang.
Baca Juga:
Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria
Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah
Saksikan berita lainnya:







