• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Timo dan Takumi Ungkap Kunci Timnas Putri ke Piala Dunia

Timo dan Takumi menilai pembinaan serta kompetisi konsisten menjadi fondasi penting bagi Timnas Putri menuju Piala Dunia.

musa by musa
22/08/2026
in Olahraga
0
timo
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Pelatih Timnas Putri Indonesia, Timo Scheunemann, dan pelatih Putri Nusantara, Takumi Taniguchi, memiliki pandangan serupa mengenai syarat utama agar Garuda Pertiwi mampu bersaing dan suatu saat tampil di Piala Dunia Wanita.

Keduanya menilai pembinaan jangka panjang dan kompetisi yang konsisten menjadi fondasi penting untuk meningkatkan kualitas pemain putri Indonesia. Hal tersebut disampaikan Timo dan Takumi dalam konferensi pers menjelang semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026 antara Timnas Putri Indonesia dan Yordania.

Piala Dunia Masih Menjadi Target Jangka Panjang

Timo menilai pemain-pemain muda Indonesia harus memiliki keberanian untuk memasang target setinggi mungkin. Menurutnya, tampil di Piala Dunia bukan sesuatu yang dapat dicapai hanya melalui persiapan dalam waktu singkat.

Dalam 10 tahun ke depan, terdapat tiga edisi Piala Dunia Wanita yang bisa menjadi sasaran generasi pemain saat ini, yakni Piala Dunia 2027 di Brasil, 2031 di Kosta Rika, Jamaika, Meksiko, dan Amerika Serikat, serta 2035 di Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, dan Wales.

Generasi muda yang saat ini dibina memiliki peluang untuk mengikuti proses kualifikasi menuju edisi 2031 dan 2035.

“Generasi ini ambisinya harus lebih. Ambisinya setinggi langit, Piala Dunia. Jadi enggak bisa dalam setahun dua tahun, enggak bisa. Tapi kita bisa memulai dan kita sudah memulai,” ujar Timo, Kamis (20/8/2026).

Kolaborasi PSSI dan Swasta Dinilai Penting

Timo menilai langkah membangun ekosistem sepak bola putri Indonesia saat ini sudah berada di jalur yang tepat. Salah satu hal yang dianggap penting adalah kolaborasi antara PSSI dan pihak swasta dalam pembinaan pemain sejak usia dini.

Ia mencontohkan kerja sama PSSI dengan Djarum yang menurutnya memberikan dampak positif terhadap perkembangan sepak bola putri.

“Dan caranya kita memulai sudah benar. Ada perkawinan antara PSSI dan Djarum yang sangat positif. Karena kalau hanya Djarum, enggak ada PSSI juga enggak bisa,” kata Timo.

Menurutnya, pembinaan tidak boleh berhenti ketika pemain memasuki usia 18 tahun. Setelah itu, pemain tetap membutuhkan wadah kompetisi agar perkembangan mereka berlanjut.

“Jadi apa yang kita lakukan saat ini semoga akan bisa terus berlangsung dengan baik, hubungan antara Djarum dan PSSI, terutama untuk pembinaan sepak bola putri yang dari umur delapan sampai delapan belas,” ujarnya.

Timo juga menyinggung keberadaan Campus League sebagai salah satu wadah yang dapat membantu pemain tetap mendapatkan kesempatan bermain setelah melewati jenjang usia muda.

Kompetisi Rutin Jadi Faktor Penting

Pandangan serupa disampaikan Takumi Taniguchi. Pelatih asal Jepang tersebut menilai keberadaan tim nasional saja tidak cukup untuk menghasilkan pemain berkualitas tinggi.

Menurut Takumi, pemain justru membutuhkan lingkungan kompetitif dalam kehidupan sehari-hari di luar agenda pemusatan latihan dan pertandingan tim nasional.

“Menurut saya yang sangat penting adalah, Tim Nasional itu tentu saja memiliki periode aktivitas tertentu di mana mereka aktif. Artinya, keseharian di luar periode tersebut menjadi jauh lebih penting,” ujar Takumi.

Ia menilai kompetisi yang berlangsung secara rutin akan membuat pemain terbiasa menghadapi tekanan dan persaingan sehingga kemampuan mereka berkembang secara berkelanjutan.

Indonesia Mulai Memiliki Ekosistem Kompetisi

Takumi melihat perkembangan sepak bola putri Indonesia mulai menunjukkan arah positif dengan munculnya sejumlah kompetisi. Ia menyebut MilkLife Soccer dan HydroPlus Soccer League sebagai bagian dari ekosistem kompetisi yang dapat memberikan pengalaman kepada pemain muda.

Selain itu, rencana kehadiran liga sepak bola wanita senior juga dinilai dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan level kompetisi.

“Sekarang di Indonesia sudah ada MilkLife Soccer, HydroPlus Soccer League, dan ke depannya saya dengar akan ada liga sepak bola wanita senior,” tutur Takumi.

Menurutnya, semakin kompetitif lingkungan tempat pemain berlatih dan bertanding, semakin besar pula peluang Indonesia menghasilkan pemain yang mampu bersaing di level internasional.

“Keseharian inilah yang membentuk para pemain. Jadi, ketika lingkungan sehari-hari ini menjadi kompetitif, saya rasa akan lahir pemain-pemain dengan level tinggi yang mampu bersaing di tingkat dunia,” katanya.

Tidak Bisa Instan

Pernyataan Timo dan Takumi menunjukkan bahwa perjalanan Timnas Putri Indonesia menuju Piala Dunia membutuhkan proses panjang, bukan sekadar mengandalkan pemusatan latihan ketika mendekati pertandingan internasional.

Ada beberapa aspek yang menjadi kunci, mulai dari pembinaan usia dini, kompetisi rutin, kesinambungan karier setelah usia junior, hingga kolaborasi antara federasi dan pihak swasta.

Dengan fondasi tersebut, generasi muda Garuda Pertiwi diharapkan dapat berkembang secara konsisten sehingga memiliki peluang lebih besar untuk bersaing dalam kualifikasi Piala Dunia Wanita 2031 dan 2035.

Saat ini, fokus terdekat Timnas Putri Indonesia adalah menghadapi Yordania pada semifinal Srikandi Merdeka Cup 2026. Pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses membangun tim sekaligus mengukur perkembangan pemain di level internasional.

Sumber: CNN Indonesia

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #TimnasPutri #GarudaPertiwi #TimoScheunemann #TakumiTaniguchi #PialaDuniaWanita #SrikandiMerdekaCup2026 #SepakBolaPutri #PSSI #Indonesia #SepakBolaIndonesia
Previous Post

Viral! Suami Gerebek Istri PPPK Nakes Bersama Pria Lain

Next Post

Calvin Verdonk dan Lille Punya Kans Tampil di Liga Champions

musa

musa

Related Posts

lille
Olahraga

Calvin Verdonk dan Lille Punya Kans Tampil di Liga Champions

22/08/2026
borneo
Nasional

Undian AFC Challenge League, Borneo FC Punya Peluang Lolos

21/08/2026
shin
Olahraga

Shin Tae-yong Nilai Persija Tunjukkan Perkembangan Positif

21/08/2026
amri
Olahraga

Debut di Kejuaraan Dunia, Amri/Nita Langsung Tembus 16 Besar

20/08/2026
khabib
Olahraga

Khabib Minta Makhachev Lebih Respek kepada Ian Garry

20/08/2026
juventus
Olahraga

Emil Audero Masuk Radar Juventus untuk Musim 2026/2027

20/08/2026
Next Post
lille

Calvin Verdonk dan Lille Punya Kans Tampil di Liga Champions

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.