Jurnal Pelopor — Inovasi sederhana namun berdampak besar lahir dari tangan seorang pelajar Indonesia. Kief Felizio Kurniawan (16), siswa Jakarta Intercultural School (JIS), berhasil mengembangkan lampu LED bertenaga surya yang membantu pedagang kaki lima (PKL) memperoleh penerangan saat berjualan pada malam hari. Melalui program bertajuk CAHARA (Cahaya untuk Rakyat), inovasi tersebut tidak hanya memberikan solusi energi ramah lingkungan, tetapi juga terbukti meningkatkan pendapatan pedagang hingga 35 persen setelah diterapkan pada puluhan gerobak PKL.
Berawal dari Kepedulian terhadap Pedagang Malam
Ide pengembangan lampu tenaga surya muncul ketika Kief melihat banyak pedagang kaki lima yang tetap berjualan hingga larut malam dengan kondisi penerangan yang minim.
Sebagian pedagang masih mengandalkan lilin atau lampu sederhana yang membutuhkan listrik konvensional. Kondisi tersebut membuat area dagangan kurang menarik perhatian pembeli, sekaligus membatasi waktu operasional mereka.
Melihat persoalan tersebut, Kief terdorong menghadirkan solusi yang murah, praktis, sekaligus ramah lingkungan.
“Banyak pedagang memiliki semangat bekerja yang tinggi, tetapi terkendala fasilitas dan biaya. Saya ingin menghadirkan solusi yang bisa membantu mereka meningkatkan pendapatan sekaligus memanfaatkan energi yang lebih ramah lingkungan,” ujar Kief.
Mengembangkan Lampu Berbasis Energi Matahari
Terinspirasi dari pengalamannya mengikuti ajang Conrad Challenge dan Indonesia Science and Engineering Competition (INASEC), Kief bersama timnya merancang lampu LED yang memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi.
Sistem tersebut memungkinkan panel menyerap sinar matahari pada siang hari, kemudian menyimpan energi di dalam baterai sehingga lampu dapat menyala secara optimal saat malam tiba tanpa memerlukan sambungan listrik PLN.
Konsep ini dinilai sangat cocok digunakan oleh pedagang kaki lima yang berpindah-pindah lokasi dan memiliki keterbatasan akses terhadap sumber listrik.
Selain hemat biaya operasional, penggunaan energi matahari juga mendukung upaya pengurangan emisi karbon dan pemanfaatan energi bersih yang kini terus didorong di berbagai negara.
Diuji pada 20 Pedagang Kaki Lima
Program CAHARA mulai dijalankan selama Februari hingga Mei 2026 dengan melibatkan 20 pedagang kaki lima sebagai peserta uji coba.
Sebelum pemasangan lampu, tim melakukan survei lapangan untuk mengetahui kondisi para pedagang. Hasilnya menunjukkan sekitar 86 persen peserta mengalami kendala penerangan saat berjualan di malam hari.
Tidak hanya membagikan lampu, tim juga memberikan pelatihan mengenai cara kerja panel surya, teknik pemasangan, perawatan perangkat, hingga strategi meningkatkan pelayanan kepada pelanggan agar manfaat inovasi dapat dirasakan secara maksimal.
Seluruh peserta kemudian memperoleh satu unit lampu LED bertenaga surya yang dipasang langsung pada gerobak masing-masing.
Pendapatan Pedagang Meningkat 35 Persen
Untuk mengukur efektivitas program, tim melakukan evaluasi dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah penggunaan lampu tenaga surya.
Hasilnya menunjukkan perubahan yang cukup signifikan. Penerangan yang lebih baik membuat gerobak pedagang lebih mudah terlihat oleh calon pembeli sehingga waktu berjualan menjadi lebih panjang dan aktivitas perdagangan berlangsung lebih nyaman.
Dari hasil pengukuran tersebut, rata-rata pendapatan pedagang meningkat hingga 35 persen dibandingkan sebelum menggunakan lampu tenaga surya.
Selain kenaikan omzet, para pedagang juga mengaku lebih hemat karena tidak lagi mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar lampu atau membayar listrik dari sumber lain.
Inovasi Kecil dengan Dampak Besar
Keberhasilan program CAHARA menunjukkan bahwa inovasi tidak selalu harus berteknologi rumit atau membutuhkan biaya besar. Berangkat dari kepedulian terhadap persoalan sederhana di masyarakat, seorang pelajar mampu menghadirkan solusi yang memberikan manfaat nyata bagi pelaku usaha kecil.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan, inovasi seperti CAHARA menjadi contoh bagaimana generasi muda dapat berkontribusi melalui teknologi yang aplikatif, ramah lingkungan, dan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, program ini berpotensi dikembangkan dalam skala yang lebih luas sehingga semakin banyak pedagang kecil di berbagai daerah dapat menikmati penerangan yang lebih baik, memperpanjang waktu berjualan, sekaligus meningkatkan penghasilan mereka secara berkelanjutan.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






