Jurnal Pelopor — Pemerintah menargetkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta menembus jajaran 10 besar bandara terbaik dunia pada 2029. Target ambisius tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang menilai transformasi besar-besaran di sektor kebandarudaraan Indonesia telah menunjukkan hasil positif dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut AHY, pencapaian tersebut bukan sekadar mimpi atau slogan semata. Ia optimistis Bandara Soekarno-Hatta mampu bersaing dengan bandara-bandara kelas dunia mengingat posisinya saat ini terus mengalami peningkatan dalam berbagai pemeringkatan internasional.
Peringkat Soekarno-Hatta Terus Menanjak
Dalam rapat koordinasi tingkat menteri terkait penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan di Jakarta, AHY mengungkapkan bahwa Bandara Soekarno-Hatta saat ini berada di peringkat ke-22 bandara terbaik dunia.
Posisi tersebut merupakan hasil dari berbagai upaya transformasi yang dilakukan pemerintah bersama operator bandara dan para pemangku kepentingan lainnya dalam meningkatkan kualitas layanan kepada penumpang.
AHY menilai tren positif tersebut harus terus dijaga agar Indonesia mampu mencapai target besar pada 2029, yakni menembus posisi 10 besar dunia sekaligus memperoleh predikat bandara bintang lima.
“Kita ingin Soekarno-Hatta menjadi bandara kebanggaan Indonesia yang mampu bersaing dengan hub penerbangan internasional terbaik di dunia,” ujarnya.
Bukan Sekadar Gengsi
Pemerintah menegaskan bahwa target tersebut tidak semata-mata demi prestise atau kebanggaan nasional. Lebih dari itu, kualitas bandara memiliki pengaruh langsung terhadap pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Bandara yang modern, nyaman, dan efisien mampu meningkatkan arus wisatawan, menarik investasi asing, serta memperkuat aktivitas perdagangan dan bisnis internasional.
Sebagai gerbang utama Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta memiliki peran strategis dalam membentuk kesan pertama wisatawan dan pelaku usaha yang datang ke Tanah Air.
Karena itu, peningkatan kualitas layanan dinilai akan memberikan efek berantai terhadap sektor pariwisata dan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Perkuat Ekosistem Kebandarudaraan
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan memperkuat seluruh ekosistem kebandarudaraan, tidak hanya berfokus pada fasilitas terminal semata.
Perbaikan akan dilakukan mulai dari pelayanan penumpang, digitalisasi layanan, peningkatan keamanan, hingga integrasi transportasi menuju dan dari kawasan bandara.
Konektivitas antarmoda menjadi salah satu perhatian utama pemerintah. Integrasi antara kereta bandara, transportasi umum, jalan tol, hingga layanan transportasi lainnya diharapkan mampu menciptakan perjalanan yang lebih efisien dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara.
Water Taxi Jadi Solusi Baru di Bali
Selain pengembangan sektor penerbangan, pemerintah juga menyiapkan inovasi baru di sektor transportasi wisata melalui pengembangan layanan water taxi di Bali.
Program ini diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan kemacetan yang selama ini menjadi tantangan utama di Pulau Dewata, terutama di kawasan wisata populer.
Dengan adanya water taxi, wisatawan yang baru tiba di bandara nantinya dapat langsung melanjutkan perjalanan menuju kawasan wisata melalui jalur laut dengan waktu tempuh yang lebih singkat.
Konsep tersebut juga diharapkan mampu memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan daya tarik pariwisata Indonesia di mata dunia.
Menuju Hub Penerbangan Kelas Dunia
Pemerintah menyadari bahwa persaingan antarbandara internasional semakin ketat. Karena itu, pembenahan tidak hanya dilakukan di dalam area bandara, tetapi juga mencakup lingkungan dan akses menuju kawasan bandara.
Persoalan seperti kemacetan, banjir, hingga kebersihan kawasan penyangga bandara menjadi bagian dari agenda pembenahan yang sedang dipersiapkan pemerintah.
Apabila seluruh rencana tersebut berjalan sesuai target, Bandara Soekarno-Hatta berpeluang besar menjadi salah satu hub penerbangan utama di kawasan Asia sekaligus mengukuhkan posisi Indonesia sebagai destinasi wisata dan investasi kelas dunia pada akhir dekade ini.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







