Jurnal Pelopor — Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon) mengeluarkan pernyataan mengejutkan di hadapan Kongres terkait kerentanan keamanan nasional mereka. Asisten Sekretaris Pertahanan, Marc Berkowitz, mengakui bahwa saat ini Washington tidak memiliki alat pertahanan yang mampu mencegat rudal hipersonik maupun rudal jelajah canggih milik pesaing utamanya, Rusia dan China.
Pengakuan Keterbatasan Pertahanan
Dalam testimoninya pada Senin (28/4/2026), Berkowitz menegaskan bahwa teknologi rudal musuh telah melampaui sistem pertahanan udara AS yang ada saat ini. “Kita tidak memiliki pertahanan terhadap senjata hipersonik atau rudal jelajah canggih saat ini,” ujarnya. Pernyataan ini menjadi alarm keras bagi militer AS untuk segera melakukan perombakan besar-besaran.
Ambisi Proyek “Golden Dome”
Sebagai solusi, pemerintahan Presiden Donald Trump mengajukan pembangunan Golden Dome, sebuah sistem pertahanan udara berbasis luar angkasa yang sangat canggih.
-
Target Operasional: Akhir tahun 2029.
-
Estimasi Biaya: US$185 miliar (setara Rp3.212 triliun). Anggaran ini meningkat US$10 miliar dari perkiraan awal bulan lalu.
-
Tujuan: Mematahkan kemampuan agresi musuh melalui sistem pencegatan yang diklaim mampu melumpuhkan objek berkecepatan hipersonik.
China Sebagai Fokus Utama
AS memandang China sebagai kompetitor paling berbahaya dalam perlombaan senjata ini. Berkowitz menekankan urgensi penguatan rantai pulau terluar untuk membendung ekspansi militer Beijing yang berkembang pesat.
Respons China: Peringatan Perang Luar Angkasa
Beijing merespons rencana tersebut dengan keras. Pemerintah China menuding AS terobsesi pada “keamanan absolut” yang justru berisiko memicu perlombaan senjata baru. China memperingatkan bahwa langkah Washington dapat mengubah ruang angkasa menjadi medan perang baru yang membahayakan stabilitas global.
Konteks Ketegangan Global Terkini (April 2026):
-
Serangan di Kuwait: Pengakuan keterbatasan ini muncul di tengah situasi memanas setelah pangkalan militer AS di Kuwait dilaporkan hancur akibat serangan udara yang mengejutkan.
-
Konflik AS-Iran: Ketegangan dengan Teheran juga masih berada pada level tinggi, dengan klaim-klaim provokatif dari kedua belah pihak terkait stabilitas kepemimpinan regional.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






