Jurnal Pelopor — Jusuf Kalla membantah keras tudingan yang menyebut dirinya mendanai kasus ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Isu tersebut ramai beredar di media sosial melalui sebuah video yang menyeret nama JK dalam dugaan pendanaan terhadap Roy Suryo dan pihak lain hingga Rp5 miliar.
Tegas Bantah dan Tak Pernah Terlibat
Jusuf Kalla menegaskan dirinya tidak pernah terlibat dalam kasus tersebut. Ia juga menyatakan tidak pernah memberikan bantuan dalam bentuk apa pun kepada Roy Suryo maupun Rismon Sianipar.
Menurut JK, ia bahkan tidak pernah bertemu dengan Rismon. Pernyataan ini sekaligus membantah narasi dalam video yang mengklaim adanya pertemuan dan keterlibatan dirinya dalam kasus tersebut.
Video Diragukan Keasliannya
Video yang beredar menampilkan potongan wajah Rismon di awal, lalu dilanjutkan dengan narasi yang mengatasnamakan dirinya. Dalam narasi itu, disebutkan bahwa JK ikut mendanai upaya memperkarakan ijazah Jokowi.
Namun, hingga kini keaslian video tersebut belum dapat dipastikan. Hal ini menambah keraguan publik terhadap kebenaran informasi yang beredar luas di media sosial.
Tak Ingin Giring Opini Publik
Jusuf Kalla juga menegaskan dirinya tidak pernah memperalat siapa pun untuk menyebarkan isu atau membangun opini negatif. Ia menolak keras tudingan bahwa dirinya bermain di balik layar dalam kasus ini.
Menurutnya, tindakan semacam itu tidak sesuai dengan prinsip yang selama ini ia pegang. Ia juga menilai tuduhan tersebut sebagai bentuk fitnah yang tidak berdasar.
Siap Laporkan ke Bareskrim
Merasa dirugikan, JK memutuskan menempuh jalur hukum. Ia berencana melaporkan Rismon ke pihak kepolisian melalui Bareskrim Polri.
Kuasa hukum JK menyebut langkah ini diambil karena pernyataan yang beredar sudah masuk kategori pencemaran nama baik. Apalagi, isu tersebut telah menjadi perhatian luas publik.
Kasus Kian Memanas
Perkembangan ini membuat polemik terkait isu ijazah semakin memanas. Di tengah derasnya arus informasi, publik dihadapkan pada berbagai klaim yang belum tentu terverifikasi.
Karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama yang beredar di media sosial.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







