Jurnal Pelopor — Peristiwa tragis terjadi di Purwakarta saat seorang pemilik hajatan tewas setelah dikeroyok sekelompok preman. Insiden ini terjadi ketika korban tengah menggelar pesta pernikahan anaknya, yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berakhir duka.
Kronologi: Dari Hajatan Jadi Petaka
Korban bernama Dadang sedang menggelar resepsi pernikahan di rumahnya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka. Suasana yang awalnya berjalan normal berubah tegang saat sekelompok pemuda datang dan membuat keributan.
Situasi memanas hingga berujung aksi kekerasan. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi tidak sadar, namun akhirnya meninggal dunia akibat luka yang dialaminya.
Berawal dari Aksi Pemalakan
Menurut keterangan keluarga, pelaku awalnya meminta uang sebesar Rp100 ribu. Permintaan itu sempat dipenuhi. Namun, tidak lama kemudian mereka kembali dan meminta uang lebih besar hingga Rp500 ribu.
Korban menolak permintaan kedua tersebut. Penolakan ini memicu emosi pelaku hingga terjadi keributan yang berujung pengeroyokan.
Dikeroyok hingga Tak Sadarkan Diri
Korban kemudian keluar dari area tenda hajatan. Di luar lokasi, ia dikeroyok oleh beberapa orang hingga terjatuh dan tidak sadarkan diri.
Tak hanya korban, anggota keluarga lain juga sempat menjadi sasaran kekerasan. Situasi di lokasi pun sempat kacau sebelum akhirnya korban dilarikan ke fasilitas medis.
Polisi Temukan Barang Bukti
Pihak kepolisian menemukan barang bukti berupa belahan bambu di lokasi kejadian. Benda tersebut diduga digunakan pelaku untuk memukul korban, terutama di bagian kepala.
Meski demikian, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan detail luka yang dialami korban.
Pelaku Dalam Pengejaran
Polisi telah mengidentifikasi para pelaku dan kini tengah melakukan pengejaran. Sejumlah saksi juga telah diperiksa untuk mengungkap kronologi secara lebih jelas.
Kasus ini menjadi perhatian serius karena melibatkan aksi premanisme yang berujung hilangnya nyawa seseorang.
Peristiwa ini jadi pengingat bahwa keamanan dalam kegiatan masyarakat perlu mendapat perhatian lebih. Menurut kamu, bagaimana cara efektif mencegah aksi premanisme seperti ini terjadi lagi?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







