Jurnal Pelopor — Polda Metro Jaya menduga pelaku penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, memiliki keterampilan atau pengalaman khusus dalam menjalankan aksinya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menyebut para pelaku terlihat sangat tenang saat menjalankan aksinya. Dugaan tersebut muncul setelah polisi melakukan analisis digital terhadap pergerakan para pelaku sebelum dan sesudah kejadian.
Menurut Iman, dari hasil analisis tersebut terlihat bahwa para pelaku tidak menunjukkan kepanikan ketika berpindah dari satu titik ke titik lain menjelang peristiwa penyiraman air keras.
Pergerakan Pelaku Dinilai Terencana
Polisi menilai tindakan pelaku tampak terorganisir. Para pelaku terlihat mampu mengendalikan situasi dengan tenang selama proses menuju lokasi kejadian hingga setelah melakukan penyerangan.
Iman menjelaskan bahwa setelah melakukan penyiraman air keras, pelaku langsung melarikan diri dengan rute yang telah ditentukan sebelumnya. Mereka menggunakan dua sepeda motor untuk meninggalkan lokasi kejadian.
Kecepatan kendaraan pelaku bahkan meningkat setelah aksi dilakukan, yang diduga merupakan bagian dari strategi untuk menghindari pengejaran.
Korban Mengalami Luka Bakar Serius
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3/2026) malam di kawasan Jakarta Pusat. Insiden tersebut terjadi setelah Andrie menghadiri acara podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).
Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk tangan, wajah, dada, serta area mata. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 24 persen dari tubuhnya.
Setelah kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Polisi Terus Lakukan Penyelidikan
Hingga kini pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas pelaku. Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi serta menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Dari keterangan saksi, salah satu pelaku disebut mengenakan kaos kombinasi putih dan biru dengan celana panjang gelap serta helm hitam. Sementara pelaku lain yang diduga sebagai penumpang motor menggunakan penutup wajah berwarna hitam, kaos biru tua, dan celana panjang berbahan jeans.
Polisi berharap proses penyelidikan dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik aksi teror tersebut. Kasus ini juga mendapat perhatian luas karena menyasar seorang aktivis hak asasi manusia di Indonesia.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







