• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Eli Cohen, Mata-Mata Israel yang Hampir Kuasai Elite Suriah

Kisah Eli Cohen, agen Mossad yang menyamar sebagai pengusaha Arab dan berhasil menyusup hingga lingkaran elite Suriah.

musa by musa
09/03/2026
in Jurnal
0
eli
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Sejarah intelijen dunia mencatat kisah dramatis seorang agen rahasia Israel yang berhasil menyusup ke jantung kekuasaan Suriah dengan identitas palsu sebagai pengusaha Arab. Sosok tersebut adalah Eli Cohen, agen intelijen Mossad yang menggunakan nama samaran Kamel Amin Thaabet.

Kisah ini menjadi salah satu operasi spionase paling terkenal dalam sejarah Timur Tengah karena informasi yang dikumpulkan Cohen disebut-sebut berperan penting dalam kemenangan militer Israel dalam konflik melawan negara-negara Arab.

Menyamar sebagai Pengusaha Kaya

Eli Cohen lahir dan tumbuh besar di Mesir. Namun pada 1954, ia pindah ke Israel setelah direkrut oleh badan intelijen Mossad. Ia kemudian menjalani pelatihan khusus sebelum ditugaskan menyusup ke Suriah.

Dalam operasi tersebut, Cohen menggunakan identitas palsu sebagai Kamel Amin Thaabet, seorang pengusaha tekstil kaya yang dikisahkan lahir di Suriah namun lama tinggal di Argentina sejak 1949.

Dengan latar belakang itu, Cohen membangun jaringan bisnis yang membawanya berkenalan dengan para pejabat dan tokoh militer Suriah. Melalui hubungan tersebut, ia mulai mendapatkan akses ke berbagai informasi strategis.

Langkah awalnya untuk masuk ke Suriah dimulai ketika ia menjalin hubungan dengan Jenderal Amin al-Hafez, atase militer Suriah di Argentina. Cohen mengaku ingin kembali ke tanah kelahirannya untuk membantu membangun negara yang sedang menghadapi banyak masalah, termasuk korupsi.

Al-Hafez yang tersentuh dengan cerita tersebut kemudian memperkenalkan Cohen kepada banyak tokoh penting di Suriah.

Masuk ke Lingkaran Kekuasaan

Setelah tiba di Suriah pada awal 1960-an, Cohen dengan cepat membangun reputasi sebagai pengusaha sukses. Ia dikenal dermawan dan sering mengadakan pesta mewah yang dihadiri pejabat tinggi, elite militer, dan tokoh politik.

Melalui pertemuan santai dan pesta tersebut, Cohen secara perlahan mengumpulkan berbagai informasi sensitif. Banyak rahasia militer dibicarakan tanpa disadari oleh para pejabat Suriah.

Pada 1963, Amin al-Hafez bahkan menjadi Presiden Suriah. Kedekatan mereka membuat Cohen semakin dipercaya dan sering diajak mengunjungi berbagai lokasi militer strategis.

Dari sinilah ia memperoleh informasi mengenai posisi pangkalan militer, jumlah pasukan, hingga rencana strategi perang Suriah terhadap Israel. Semua informasi itu kemudian dikirim secara diam-diam ke Israel menggunakan kode morse pada malam hari.

Terbongkar dan Dihukum Mati

Kepercayaan yang besar dari pemerintah Suriah membuat Cohen bahkan ditawari posisi Wakil Menteri Pertahanan. Namun sebelum rencana pelantikan itu terjadi, operasinya terbongkar.

Pada 1965, militer Suriah yang mencurigai adanya kebocoran informasi melakukan investigasi intensif. Pada suatu malam, mereka berhasil menangkap Cohen saat sedang mengirim pesan rahasia melalui radio morse.

Penangkapan tersebut mengejutkan banyak pihak karena sosok yang selama ini dikenal sebagai pengusaha sukses ternyata merupakan mata-mata Israel.

Cohen kemudian ditahan dan diinterogasi. Setelah melalui proses hukum, ia akhirnya dihukum gantung di depan publik pada 18 Mei 1965.

Dampak Besar bagi Perang Timur Tengah

Meskipun telah dieksekusi, informasi militer yang sempat dikirim Cohen ke Israel tetap memberikan dampak besar. Data mengenai lokasi dan strategi militer Suriah membantu Israel dalam konflik berikutnya, termasuk dalam Perang Enam Hari pada 1967.

Banyak sejarawan menilai operasi spionase Eli Cohen sebagai salah satu misi intelijen paling berhasil dalam sejarah modern. Kisahnya hingga kini masih sering dibahas dalam buku sejarah, film, hingga serial televisi karena menggambarkan betapa besarnya pengaruh operasi intelijen terhadap jalannya perang dan geopolitik dunia.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #EliCohen #Mossad #Intelijen #Spionase #Suriah #Israel #SejarahDunia
Previous Post

Iran Segera Umumkan Pengganti Ayatollah Khamenei

Next Post

Comeback! Ezra Walian Dipanggil Lagi ke Timnas Indonesia

musa

musa

Related Posts

bocah
Nasional

Miris! Bocah 9 Tahun di Batam Dianiaya Ibu Tiri hingga Lebam

23/06/2026
starmer
World

Tekanan Politik Memuncak, PM Inggris Starmer Akhirnya Mundur

23/06/2026
penahanan
Nasional

Tak Mau Tanda Tangan! Roy Suryo Pertanyakan Dasar Penahanan

23/06/2026
asean
Olahraga

Garuda Punya Jalan Mulus! ASEAN Cup 2026 Jadi Target Realistis

23/06/2026
messi
Olahraga

Gila! Messi Pecahkan 2 Rekor Dunia Sekaligus di Piala Dunia 2026

23/06/2026
Comeback Brutal! Marquez Menang Dramatis di Sirkuit Brno
Olahraga

Comeback Brutal! Marquez Menang Dramatis di Sirkuit Brno

22/06/2026
Next Post
ezra

Comeback! Ezra Walian Dipanggil Lagi ke Timnas Indonesia

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.