Jurnal Pelopor — Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi memutuskan banding yang diajukan tujuh pemain naturalisasi Timnas Malaysia terkait kasus dokumen ilegal dalam proses naturalisasi. Dalam putusannya, CAS menolak sebagian banding tersebut dan tetap menjatuhkan sanksi larangan bermain selama 12 bulan kepada para pemain.
Namun, panel arbitrase CAS memutuskan bahwa hukuman tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi. Para pemain masih diperbolehkan mengikuti latihan bersama klub masing-masing selama masa sanksi berlangsung.
Kasus Berawal dari Dugaan Dokumen Palsu
Kasus ini bermula pada 2025 ketika Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) menaturalisasi tujuh pemain asing untuk memperkuat Timnas Malaysia. Mereka adalah Facundo Tomas Garces Rattaro, Rodrigo Julian Holgado, Imanol Javier Machuca, Joao Vitor Brandao Figueiredo, Gabriel Felipe Arrocha, Jon Irazabal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano.
Ketujuh pemain tersebut kemudian mendapatkan paspor Malaysia. Namun belakangan terungkap bahwa dokumen yang digunakan dalam proses naturalisasi tersebut diduga dipalsukan dan para pemain tidak memiliki keterikatan keluarga dengan Malaysia.
Pada 25 September 2025, Komite Disiplin FIFA menyatakan FAM dan para pemain melanggar Kode Disiplin FIFA karena menggunakan dokumen palsu dalam proses pendaftaran kelayakan pemain.
FIFA kemudian menjatuhkan denda sebesar 350.000 franc Swiss atau sekitar Rp7,5 miliar kepada FAM. Sementara masing-masing pemain dikenai denda 2.000 franc Swiss serta hukuman larangan bermain selama satu tahun.
Banding ke CAS
Keputusan tersebut sempat dikuatkan oleh Komite Banding FIFA pada November 2025. Tidak puas dengan putusan itu, FAM bersama para pemain mengajukan banding ke CAS pada 5 Desember 2025.
Dalam pembelaannya, FAM mengakui adanya kelemahan dalam sistem internal federasi. Mereka juga menyatakan bahwa para pemain tidak memiliki niat jahat dan hanya menyerahkan dokumen yang diminta oleh federasi tanpa terlibat dalam proses pembuatan dokumen.
Sidang banding digelar pada 26 Februari 2026 di markas CAS di Lausanne, Swiss.
Hukuman Tetap Berlaku
Setelah mempertimbangkan seluruh bukti, panel arbitrase CAS menyatakan pelanggaran pemalsuan dokumen terbukti terjadi. Karena itu, hukuman larangan bermain selama 12 bulan tetap dinilai wajar dan proporsional.
Namun, CAS memutuskan sanksi tersebut hanya berlaku untuk pertandingan resmi, bukan seluruh aktivitas sepak bola.
Masa hukuman berlaku mulai 5 Maret 2026, dengan periode sanksi yang telah dijalani sejak 25 September 2025 hingga 26 Januari 2026 juga dihitung sebagai bagian dari hukuman.
Sementara itu, permohonan FAM untuk mengurangi denda menjadi maksimal 50.000 franc Swiss ditolak. CAS menilai denda 350.000 franc Swiss yang dijatuhkan FIFA sudah seimbang dengan pelanggaran yang terjadi.
Putusan ini sekaligus menutup proses banding panjang terkait kasus naturalisasi kontroversial yang sempat mengguncang sepak bola Malaysia.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







