• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Ini Alasan Arab Saudi Batasi Impor Ayam Indonesia.

Kementan klarifikasi pembatasan impor unggas oleh Arab Saudi sebagai prosedur sanitari lama sejak wabah flu burung 2004.

musa by musa
28/02/2026
in Jurnal
0
arab
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan klarifikasi terkait kebijakan Otoritas Pangan dan Obat Arab Saudi (SFDA) yang masih memasukkan Indonesia dalam daftar pembatasan impor unggas dan telur.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah hal baru, melainkan prosedur sanitari reguler yang sudah berlangsung sejak maraknya wabah flu burung (Avian Influenza) pada tahun 2004. Berikut adalah poin-poin penting dari penjelasan Kementan:

1. Status Pembatasan: Bersifat Prosedural & Dinamis

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menjelaskan bahwa pembatasan tersebut adalah langkah kehati-hatian (precautionary measures) yang lazim dalam perdagangan internasional produk peternakan.

  • Mekanisme Pengelolaan Risiko: Kebijakan ini ditinjau secara berkala oleh otoritas negara tujuan berdasarkan perkembangan kesehatan hewan global.

  • Dampak Ekonomi Terbatas: Kebijakan ini dinilai tidak berdampak signifikan karena volume ekspor produk segar ke Arab Saudi saat ini masih kecil. Pasar domestik tetap menjadi tumpuan utama industri unggas nasional.

2. Produk Olahan Tetap “Terbang” ke Saudi

Meskipun produk segar (karkas dan telur) belum mendapatkan akses pasar, produk olahan unggas Indonesia justru menunjukkan tren positif karena telah melewati proses pemanasan yang mampu membunuh virus HPAI.

  • Data Ekspor: Ekspor produk olahan ayam meningkat tajam, mencapai lebih dari US$ 132 juta pada tahun 2024.

  • Kebutuhan Haji 2025: Indonesia telah mengantongi izin ekspor produk sterilisasi komersial (retort) seperti semur, opor, dan rendang ayam untuk konsumsi jemaah haji.

3. Strategi Pemerintah: Diplomasi Veteriner

Kementan menggunakan momentum ini untuk memperkuat kredibilitas sistem kesehatan hewan nasional agar memenuhi standar Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (WOAH).

  • Zonasi & Kompartemen: Menggunakan sistem wilayah isolasi untuk memastikan area produksi bebas penyakit meski di wilayah lain terdapat wabah.

  • Biosekuriti Berlapis: Memperketat pengawasan di sentra produksi dan sertifikasi kesehatan veteriner.

  • Hilirisasi: Mendorong industri untuk lebih fokus pada produk olahan yang memiliki hambatan sanitari lebih rendah dibandingkan produk segar.

Perbandingan Status Akses Pasar Unggas RI ke Arab Saudi

Kategori Produk Status Akses Syarat Utama
Ayam Segar/Beku (Karkas) Belum Disetujui Masih dalam tahap negosiasi persyaratan teknis.
Telur Konsumsi Belum Disetujui Menunggu penguatan sistem kesehatan hewan.
Produk Olahan (Nugget, Sosis) Disetujui Pemanasan suhu tinggi (Membunuh virus HPAI).
Produk Sterilisasi (Retort) Disetujui Sterilisasi komersial (Untuk kebutuhan haji/umrah).

Peluang di Tengah Hambatan

Indonesia memiliki modal besar dengan populasi unggas mencapai 3,9 miliar ekor. Tantangan dari Arab Saudi ini dipandang Kementan sebagai pemacu untuk memperbaiki tata kelola kesehatan hewan nasional. Fokus pada produk olahan “siap saji” menjadi jalur paling realistis dan menguntungkan saat ini, mengingat tingginya konsumsi jemaah haji dan umrah asal Indonesia di sana.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #JurnalPelopor #Kementan #EksporUnggas #ArabSaudi #FluBurung #InfoPertanian #SFDA #EkonomiNasional #KeamananPangan #UpdateDagang
Previous Post

3.000 Lebih Personel di Terjunkan Untuk Kawal Demo BEM UI.

Next Post

YICA Bojonegoro Berbagi Ramadan 2026

musa

musa

Related Posts

kejagung
Nasional

Kejagung Bentuk Tim 9 untuk Usut Kasus Febrie Adriansyah

17/07/2026
luke
Olahraga

Resmi Dinaturalisasi, Luke Vickery Bidik Piala Dunia 2030

17/07/2026
aset
Politics

Habiburokhman: RUU Perampasan Aset Justru Dikebut

14/07/2026
indramayu
Nasional

Sopir Truk Buka Suara soal Kecelakaan Maut di Indramayu

14/07/2026
pkh
Nasional

Satgas PKH Jelaskan Alasan Rapat Tetap Berjalan Tanpa Polri

14/07/2026
figo
Olahraga

Luis Figo Jagokan Prancis Juara Piala Dunia 2026

14/07/2026
Next Post
YICA Bojonegoro Berbagi Ramadan 2026

YICA Bojonegoro Berbagi Ramadan 2026

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.