Jurnal Pelopor – Kabar duka datang dari panggung politik Jawa Timur. Ketua DPRD Kota Surabaya periode 2024–2029, Dominicus Adi Sutarwijono, dikabarkan meninggal dunia pada Selasa malam (10/2/2026). Pria yang akrab disapa Cak Awi ini mengembuskan napas terakhirnya saat menjalani perawatan medis di Jakarta.
Kabar ini mengejutkan banyak pihak, mengingat almarhum merupakan sosok sentral dalam pemerintahan Kota Surabaya dan tokoh senior di lingkungan PDI Perjuangan.
Mengembuskan Napas Terakhir di Jakarta
Berdasarkan informasi resmi, Adi Sutarwijono meninggal dunia di MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Jakarta, pada pukul 20.36 WIB. Sekretaris DPD PDI-P Jawa Timur, Deni Wicaksono, mengonfirmasi kabar kepulangan rekan sejawatnya tersebut.
“Innalillahi Wa Innailaihiraajiun, telah berpulang keharibaan Tuhan Yang Maha Esa saudara kita Ketua DPRD Surabaya Mas Adi Sutarwijono. Semoga Almarhum mendapatkan tempat yang mulia di sisi Tuhan YME,” ujar Deni Wicaksono.
Perjalanan Karier dan Pengabdian di Surabaya
Adi Sutarwijono dikenal sebagai politisi yang ulet dan merakyat. Karier legislatifnya di Surabaya membentang selama tiga periode, mencerminkan besarnya kepercayaan masyarakat dan partai terhadapnya.
-
Periode 2009–2014: Dilantik sebagai anggota Pergantian Antar Waktu (PAW) pada tahun 2012.
-
Periode 2019–2024: Menjabat sebagai Ketua DPRD Surabaya dan Ketua DPC PDI-P Kota Surabaya.
-
Periode 2024–2029: Kembali terpilih dan dipercaya memimpin parlemen Surabaya.
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, almarhum juga dikenal memiliki latar belakang sebagai wartawan, yang membentuk gaya komunikasinya yang lugas namun santun.
Rencana Persemayaman
Jenazah almarhum direncanakan akan diterbangkan dari Jakarta menuju Surabaya malam ini atau esok pagi. Berdasarkan informasi keluarga dan kerabat, jenazah akan disemayamkan di Grand Heaven Surabaya untuk memberikan kesempatan bagi kolega, tokoh masyarakat, dan warga Surabaya memberikan penghormatan terakhir.
Kehilangan Cak Awi merupakan duka mendalam bagi konstelasi politik lokal Surabaya, mengingat perannya yang besar dalam menjaga sinergi antara legislatif dan eksekutif selama bertahun-tahun.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







