• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Ketegangan Baru Eropa–Iran, IRGC Terancam Masuk Daftar Hitam

Uni Eropa kian dekat melabeli IRGC sebagai organisasi teroris, langkah strategis yang berpotensi mengubah arah hubungan dengan Iran.

musa by musa
29/01/2026
in Jurnal
0
eropa-iran
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Uni Eropa semakin mendekati keputusan strategis yang berpotensi mengubah peta hubungan diplomatiknya dengan Iran. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) kini berada di ambang pelabelan sebagai organisasi teroris, menyusul menguatnya dukungan politik dari sejumlah negara kunci di Eropa, termasuk Prancis.

Perubahan Sikap Prancis Jadi Titik Balik

Dukungan terbuka Prancis menjadi momen penting dalam dinamika ini. Sebelumnya, Paris dikenal berhati-hati dan cenderung menimbang risiko diplomatik jangka panjang. Namun, eskalasi situasi di Iran mendorong perubahan sikap tersebut. Pemerintah Prancis menilai kondisi internal Iran sudah melewati batas yang bisa ditoleransi tanpa respons tegas dari komunitas internasional.

Dengan bergabungnya Prancis, dukungan terhadap pelabelan IRGC sebagai organisasi teroris semakin solid, setelah sebelumnya Italia dan Jerman lebih dulu menyatakan sikap serupa. Meski begitu, keputusan ini masih memerlukan persetujuan bulat dari seluruh negara anggota Uni Eropa, sebuah proses politik yang tidak sederhana.

Latar Belakang: Penindasan dan Tekanan Internasional

Dorongan utama di balik wacana ini adalah laporan luas mengenai penindasan terhadap demonstrasi di Iran. Aksi protes yang awalnya berlangsung damai disebut berujung pada tindakan represif berskala besar, dengan ribuan korban jiwa dan penangkapan massal. Situasi tersebut memicu kemarahan dan keprihatinan banyak negara Eropa.

Bagi sebagian diplomat, respons lunak dinilai tidak lagi relevan. Mereka menilai peran IRGC dalam operasi keamanan domestik dan aktivitas lintas negara telah melampaui fungsi militer biasa, dan mendekati pola yang oleh Eropa dikategorikan sebagai terorisme.

Kekhawatiran Putusnya Jalur Diplomasi

Meski dukungan menguat, sejumlah negara Eropa tetap menyimpan kegelisahan. Pelabelan IRGC sebagai organisasi teroris berisiko memutus hubungan diplomatik secara total dengan Teheran. Dampaknya tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga praktis, termasuk terhambatnya misi diplomatik dan negosiasi pembebasan warga negara Eropa yang ditahan di Iran.

Ada pula kekhawatiran terhadap keselamatan warga asing dan staf diplomatik di Iran. Faktor ini membuat sebagian negara sebelumnya memilih menahan diri, meski tekanan politik dari dalam Uni Eropa terus meningkat.

Peran Sentral IRGC dalam Struktur Kekuasaan Iran

IRGC bukan sekadar satuan militer. Sejak dibentuk pascarevolusi 1979, institusi ini berkembang menjadi salah satu pilar utama kekuasaan di Iran. Pengaruhnya merambah ke sektor ekonomi, keamanan internal, serta program strategis seperti rudal balistik dan nuklir.

Posisi sentral inilah yang membuat keputusan Uni Eropa memiliki dampak besar. Melabeli IRGC sebagai organisasi teroris berarti Eropa secara langsung menantang salah satu fondasi utama sistem kekuasaan Iran.

Respons Politik, Bukan Sekadar Simbol

Bagi para pendukung kebijakan ini, langkah Uni Eropa bukan sekadar simbol, melainkan sinyal politik keras bahwa pelanggaran hak asasi manusia dan kekerasan sistematis tidak dapat dibiarkan. Mereka menilai tekanan internasional yang lebih kuat diperlukan agar perubahan nyata bisa terjadi.

Ke depan, keputusan ini berpotensi membuka babak baru dalam hubungan Eropa–Iran, penuh ketegangan namun juga menentukan arah sikap Eropa terhadap isu keamanan dan kemanusiaan global.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #UniEropa #Iran #IRGC #Geopolitik #DiplomasiGlobal #IsuInternasional #PolitikDunia
Previous Post

Lebih 50 Hektare Hangus, Karhutla Aceh Barat Belum Terkendali

Next Post

Kirgistan Dilumpuhkan, Garuda Futsal Melaju ke 8 Besar

musa

musa

Related Posts

china
World

AS & China Bersatu Lawan 35 Negara di KTT Spanyol.

07/02/2026
pandji
Nasional

10 Jam Diperiksa Polisi, Begini Kata Pandji Pragiwaksono

07/02/2026
msf
World

Rumah Sakit MSF Dibom, Perang Sudan Selatan Kian Brutal

06/02/2026
genosida
Nasional

Pakai KUHP Baru, Genosida Israel Dilaporkan ke Kejagung

06/02/2026
hector souto
Olahraga

Tak Mau Disanjung, Hector Souto Serahkan Panggung ke Pemain

06/02/2026
final
Olahraga

Tembus Final! Timnas Futsal Indonesia Masuk Elite Asia

06/02/2026
Next Post
kirgistan

Kirgistan Dilumpuhkan, Garuda Futsal Melaju ke 8 Besar

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.