• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Wendi Cagur Desak Karhutla Jadi Bencana Nasional

Wendi Cagur meminta pemerintah mempertimbangkan status bencana nasional untuk karhutla yang mengganggu aktivitas masyarakat.

musa by musa
22/10/2026
in Nasional
0
Wendi Cagur
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Komedian Wendi Cagur mendorong pemerintah mempertimbangkan penetapan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional. Ia menilai rentetan kebakaran dan kabut asap di sejumlah wilayah Indonesia telah mengganggu kehidupan masyarakat dan membutuhkan penanganan serius.

Melalui unggahan di Instagram pada pekan ini, Wendi menyampaikan keresahannya terhadap kondisi warga yang terdampak asap, terutama di wilayah Sumatra, Kalimantan, hingga Papua. Ia menyoroti sulitnya masyarakat menjalani aktivitas sehari-hari ketika kualitas udara memburuk.

“Tapi lebih nyiksa lagi ketika kita tinggal di suatu tempat di mana napas aja susah, pandangan aja sulit,” ujar Wendi.

Ia kemudian menyampaikan pandangannya mengenai peningkatan status penanganan karhutla. “Kalau memang sudah waktunya, dan memang sepertinya sudah seharusnya kejadian ini dijadikan bencana nasional,” katanya.

Wendi Pertanyakan Penyebab Kebakaran Hutan

Selain menyoroti dampak kabut asap, Wendi mempertanyakan penyebab munculnya titik-titik api yang tersebar di sejumlah wilayah. Ia menilai masyarakat perlu memberikan perhatian terhadap kemungkinan adanya unsur kesengajaan dalam kebakaran hutan.

“Walaupun bisa dibilang ini bencana ya tapi kita enggak pernah tahu penyebabnya, apakah betul-betul dari alam atau perbuatan dari orang-orang yang gua enggak ngerti yang ada di otaknya apa,” ucapnya.

Wendi juga mengecam tindakan pembakaran hutan apabila terbukti dilakukan secara sengaja demi kepentingan tertentu. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membahayakan kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Ia turut menyampaikan simpati kepada warga terdampak serta para petugas yang berjuang memadamkan api di lapangan. Wendi berharap penyebab kebakaran dapat diungkap dan pihak yang terbukti bertanggung jawab menerima hukuman sesuai ketentuan hukum.

Ajak Publik Terus Mengawal Penanganan Karhutla

Wendi tidak ingin perhatian masyarakat terhadap karhutla berhenti ketika isu tersebut mulai mereda di ruang publik. Ia mengajak rekan sesama artis dan masyarakat untuk terus menyuarakan persoalan ini hingga penanganan kebakaran benar-benar tuntas.

“Buat teman-teman yang lain jangan berhenti bersuara yah. Minimal sampai bencana ini benaran selesai ditangani. Fighting!!!” kata personel grup lawak Cagur tersebut.

Menurut Wendi, perhatian publik dapat membantu menjaga agar persoalan karhutla tetap menjadi prioritas. Namun, penanganan di lapangan juga membutuhkan langkah konkret, mulai dari pemadaman, perlindungan warga, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran jika ditemukan bukti.

Reza Rahadian Juga Dukung Status Bencana Nasional

Wendi bukan satu-satunya figur publik yang menyuarakan usulan tersebut. Aktor Reza Rahadian juga menilai penetapan status bencana nasional penting untuk membuka peluang partisipasi lebih luas dari berbagai organisasi.

Reza menyampaikan pandangannya di Jakarta Selatan, Selasa (20/10/2026). Menurutnya, status tersebut dapat memperluas dukungan dalam bentuk bantuan logistik maupun pemanfaatan teknologi untuk menangani kebakaran.

Ia menegaskan bahwa penetapan status bencana nasional tidak seharusnya dipandang sebagai penurunan nilai atau kemampuan pihak tertentu. Sebaliknya, status itu dapat menjadi jalan untuk memperkuat keterlibatan berbagai pihak dalam penanganan bencana.

Pemerintah Sebut Masih Sanggup Menangani Karhutla

Di sisi lain, pemerintah belum berencana menetapkan karhutla di Sumatra dan Kalimantan sebagai bencana nasional. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman, menyatakan pemerintah masih mampu menangani situasi tersebut.

“Masalah penerapan bencana nasional, ya. Ya, sementara kita masih sanggup, ya, negara kita masih sanggup. Negara kita masih sanggup,” kata Dudung seusai rapat gabungan lintas kementerian pada Senin (19/10/2026).

Meski demikian, data yang dikutip CNN Indonesia dari Dashboard Informasi Penanganan Karhutla BNPB per 19 Oktober menunjukkan masih terdapat 10.934 titik panas dan 236 titik api di enam provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Data tersebut menggambarkan besarnya tantangan penanganan karhutla. Pemerintah perlu terus memperkuat upaya pemadaman, pemantauan kualitas udara, perlindungan masyarakat, serta penyelidikan terhadap penyebab kebakaran.

Perdebatan mengenai status bencana nasional pun masih berlangsung. Di tengah perbedaan pandangan tersebut, keselamatan warga dan percepatan penanganan kebakaran menjadi kebutuhan mendesak.

Menurut Anda, apakah karhutla yang meluas dan berdampak pada kesehatan masyarakat sudah perlu ditetapkan sebagai bencana nasional, atau penanganan melalui status yang ada masih memadai?

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #WendiCagur #Karhutla #KabutAsap #BencanaNasional #KebakaranHutan #BeritaNasional #JurnalPelopor
Previous Post

Tak Ada Toleransi Korupsi, PDIP Pecat Bupati Klaten Hamenang

Next Post

Buka Usaha di Singapura 1 Hari, Indonesia Butuh 34 Hari

musa

musa

Related Posts

Buka Usaha di Singapura 1 Hari, Indonesia Butuh 34 Hari
Nasional

Buka Usaha di Singapura 1 Hari, Indonesia Butuh 34 Hari

22/10/2026
Tak Ada Toleransi Korupsi, PDIP Pecat Bupati Klaten Hamenang
Nasional

Tak Ada Toleransi Korupsi, PDIP Pecat Bupati Klaten Hamenang

22/10/2026
prabowo
Nasional

Prabowo Puji Kabinet Merah Putih di Dua Tahun Pemerintahan

21/10/2026
rudy mas'ud
Nasional

Akui Arogan, Ajudan Rudy Mas’ud Minta Maaf Usai Viral

21/10/2026
Greenpeace
Nasional

Aktivis Greenpeace Gelar Aksi di Bundaran HI, Apa Pesan Mereka?

21/10/2026
Nusron Wahid
Nasional

Nusron Wahid ke Luar Negeri, Pencekalan Belum Diminta

21/10/2026
Next Post
Buka Usaha di Singapura 1 Hari, Indonesia Butuh 34 Hari

Buka Usaha di Singapura 1 Hari, Indonesia Butuh 34 Hari

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.