Jurnal Pelopor – Dunia voli Indonesia kembali kehilangan sosok penting. Yolla Yuliana, salah satu ikon Timnas Voli Putri Indonesia, resmi mengumumkan pensiun dari tim nasional. Keputusan mengejutkan ini disampaikan pada Selasa malam dan langsung menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Pemain berusia 31 tahun itu memutuskan untuk mengakhiri kiprah di level internasional, namun tetap melanjutkan karier di level klub. Surat pengunduran dirinya telah ia kirimkan secara resmi kepada PP PBVSI (Pengurus Pusat Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia) pada hari yang sama.
14 Tahun Membela Merah Putih
Yolla pertama kali mengenakan jersey tim nasional saat masih berusia 17 tahun. Sejak itu, ia dikenal sebagai middle blocker andalan yang konsisten tampil dalam berbagai ajang internasional. Karier panjangnya bersama Timnas mencapai puncak saat ia dipercaya menjadi kapten di AVC Nations Cup 2025 di Hanoi, Vietnam kompetisi terakhir yang ia ikuti. Dalam ajang itu, Timnas Voli Putri menutup turnamen dengan peringkat kelima, pencapaian yang patut dibanggakan.
Reaksi Netizen: Haru dan Rasa Kehilangan
Kabar pensiun ini memicu luapan emosi dari warganet. Media sosial dibanjiri ungkapan terima kasih dan apresiasi.
“Terima kasih atas dedikasi untuk Timnas Voli putri Indonesia,” tulis seorang netizen.
Yang lain menambahkan,
“Teh Yolla, adik-adik masih butuh bimbinganmu. Kenapa pada pensiun semua…”
Tak hanya Yolla, sebelumnya dua pemain senior lainnya, Wilda Siti Nurfadillah dan Agustin Wulandari, juga telah lebih dulu menyatakan mundur dari Timnas. Banyak netizen menyampaikan keprihatinan akan regenerasi dan masa depan tim voli putri Indonesia.
Meski telah menanggalkan seragam Merah Putih, Yolla Yuliana tetap akan menjadi inspirasi besar bagi generasi muda voli Indonesia. Ia meninggalkan warisan dedikasi, kepemimpinan, dan semangat juang yang tak terlupakan.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







