Jurnal Pelopor – Nilai tukar rupiah yang terus tertekan terhadap riyal Arab Saudi (SAR) menjadi tantangan nyata bagi jemaah yang berencana menunaikan ibadah umrah pada Ramadan 2026 ini. Dengan tren pelemahan mencapai 3,51% dalam setahun terakhir, biaya perjalanan ke Tanah Suci kini mengalami kenaikan yang signifikan.
Berikut adalah rangkuman estimasi biaya dan perbandingan harga untuk membantu Anda menyiapkan anggaran:
Estimasi Biaya Paket Umrah Ramadan 2026
Kenaikan biaya tahun ini tercatat berada di kisaran jutaan rupiah per paket dibandingkan dengan Ramadan 2025. Semakin lama durasi tinggal, semakin besar tambahan dana yang harus disiapkan.
| Durasi Paket | Estimasi Biaya 2026 | Kenaikan vs 2025 | Persentase |
| 9 Hari | Rp34 juta – Rp38 juta | ↑ Rp2jt – Rp3jt | 6% – 9% |
| 12 Hari | Rp38 juta – Rp44 juta | ↑ Rp3jt – Rp4jt | ±10% |
| 16 Hari | Rp42 juta – Rp50 juta | ↑ Rp4jt – Rp5jt | 10% – 11% |
| Full Ramadan (30 Hari) | Rp52 juta – Rp75 juta | ↑ Rp4jt – Rp5jt | 7% – 8% |
Dampak Kurs pada Biaya Oleh-Oleh
Pelemahan rupiah hingga ke level Rp4.497/SAR (per 19 Februari 2026) membuat daya beli jemaah saat berbelanja di Arab Saudi menurun. Berikut simulasi harga beberapa barang populer jika dikonversi ke Rupiah:
-
Kurma Ajwa (60 SAR): Kini setara Rp269,8 ribu (Naik dari Rp261,2 ribu).
-
Air Zamzam (12,5 SAR/5L): Kini setara Rp56,2 ribu (Naik dari Rp54,4 ribu).
-
Parfum Arab Premium (279 SAR): Kini setara Rp1,25 juta (Naik dari Rp1,21 juta).
Tips: Bagi Anda yang ingin berbelanja oleh-oleh dalam jumlah banyak, sangat disarankan untuk menambah alokasi dana darurat minimal 10-15% dari anggaran belanja tahun lalu untuk mengompensasi selisih kurs.
Mengapa Biaya Naik Begitu Tajam?
-
Faktor Kurs: Dalam setahun, Rupiah kehilangan nilai sekitar Rp153 per riyal. Meskipun terlihat kecil, angka ini menjadi besar saat dikalikan dengan total biaya hotel, transportasi, dan katering yang semuanya dibayar menggunakan mata uang Riyal atau Dolar AS yang sedang perkasa.
-
Permintaan Tinggi (High Season): Ramadan adalah periode peak season. Tingginya permintaan tiket pesawat dan akomodasi hotel di Mekkah/Madinah secara otomatis mendongkrak harga paket dari pihak travel.
Mengingat kondisi geopolitik dan ekonomi global yang masih fluktuatif (sebagaimana terlihat pada isu tarif dagang AS dan ketegangan Iran), nilai tukar rupiah kemungkinan masih akan bergerak dinamis. Mengamankan tiket atau membayar pelunasan lebih awal mungkin bisa menjadi strategi untuk menghindari kenaikan kurs yang lebih tinggi saat mendekati Idulfitri.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







