Jurnal Pelopor, Bojonegoro – Tim Search and Rescue (SAR) Kabupaten Bojonegoro berhasil menemukan dan mengevakuasi jasad seorang nenek yang dilaporkan hilang di Sungai Gandong, Kecamatan Purwosari. Korban diduga tenggelam setelah sebelumnya sempat berkebun di sawah miliknya.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi, pihaknya menerima laporan pada Jumat (21/3) dari Kepala Desa Ngrejeng mengenai seorang warga yang hilang. Korban, seorang nenek, terakhir terlihat berada di sawahnya sebelum akhirnya tidak ditemukan.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan Triono, anak korban, pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WIB, ia dan ibunya pergi ke sawah. Namun, menjelang siang sekitar pukul 11.30 WIB, Triono mengajak ibunya pulang karena hendak menunaikan ibadah salat Jumat. Korban menolak dan memilih untuk tetap berkebun.
Setelah selesai salat Jumat, Triono kembali ke sawah, tetapi ibunya sudah tidak ada di lokasi. Khawatir dengan keadaan ibunya, ia segera melapor kepada kepala desa, yang kemudian meneruskan laporan tersebut ke BPBD dan Tim SAR Bojonegoro.
Upaya Pencarian dan Penemuan Korban
Menanggapi laporan tersebut, Tim SAR Bojonegoro langsung bergerak melakukan pencarian di sekitar area sawah dan aliran Sungai Gandong yang berdekatan dengan lokasi kejadian. Setelah beberapa jam pencarian, pada Sabtu (22/3) pagi, jasad korban ditemukan mengapung di sungai dalam kondisi sudah meninggal dunia.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati oleh Tim SAR dan BPBD Bojonegoro. Setelah berhasil dievakuasi, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan oleh pihak keluarga.
Peringatan bagi Warga
Heru Wicaksi mengimbau masyarakat, terutama para lansia, untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar area sungai atau tempat berisiko lainnya. Ia juga meminta keluarga agar selalu memastikan keselamatan anggota keluarganya, terutama yang sudah lanjut usia.
“Kami turut berduka cita atas kejadian ini. Kami mengimbau agar warga lebih waspada, terutama jika beraktivitas di dekat sungai atau area rawan lainnya,” ujar Heru.
Dengan ditemukannya korban, proses pencarian resmi dihentikan. Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu berhati-hati dalam beraktivitas di lingkungan sekitar.
Sumber: Kabar Baik
Baca Juga:
Revisi UU TNI Disorot Media Asing, Bangkitnya Dwifungsi ABRI?
Klasemen Grup C: Indonesia Terperosok, Bahrain Ancaman!
Saksikan berita lainnya:







