Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Nasib Miris Atlet Disabilitas Bekasi: Tak Digaji dan Terusir - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Nasib Miris Atlet Disabilitas Bekasi: Tak Digaji dan Terusir

Atlet disabilitas Bekasi berprestasi terpaksa keluar asrama, gaji tertunda dan nama hilang dari pembinaan picu keprihatinan publik.

musa by musa
19/06/2025
in Olahraga
0
Atlet disabilitas
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Di balik gemerlap prestasi dan semangat juang para atlet disabilitas, kini muncul kisah pilu dari Kabupaten Bekasi. Para atlet yang telah mengharumkan nama daerah bahkan nasional ini kini menghadapi kenyataan pahit: gaji tertunda, nama hilang dari daftar pembinaan, dan harus angkat kaki dari asrama.

Kasus ini mencuat setelah sejumlah video amatir memperlihatkan beberapa atlet disabilitas membawa koper keluar dari asrama atlet di Sukatani, menunggu mobil jemputan tanpa kejelasan status. Salah satunya adalah Indah Permatasari (25), atlet cabang atletik peraih tiga medali emas di Peparda 2022 dan mantan wakil Jawa Barat di Peparnas.

“Nama kami tiba-tiba hilang dari SK pembinaan. Kami bahkan tidak tahu, apakah masih dianggap sebagai atlet NPCI Bekasi atau tidak,” ujar Indah getir.

Dana Besar, Hak Atlet Terabaikan

Persoalan ini tidak main-main. NPCI Kabupaten Bekasi menerima dana hibah Rp7,5 miliar tahun ini, namun belum menyampaikan laporan keuangan ke Pemda. Komisi II DPRD Kabupaten Bekasi menyoroti hal ini dalam rapat dengar pendapat (17/6/2025), meminta laporan neraca keuangan segera diserahkan dalam 10 hari ke depan.

“Kami hanya minta satu hal: penuhi hak atlet,” tegas Ketua Komisi II, Ani Rukmini.

Indah dan beberapa rekannya juga mengungkapkan bahwa uang pembinaan telah tertunda dua bulan. Saat mereka mendatangi kantor NPCI, hanya satu bulan gaji yang dibayarkan tanpa penjelasan.

Takut Bicara, Takut Dicoret

Indah juga mengungkap sisi gelap lain dari dunia pembinaan atlet disabilitas: ketakutan untuk bersuara. Banyak rekannya memilih diam karena khawatir akan dikeluarkan dari daftar atlet.

“Kami hidup dari sini, banyak yang jadi tulang punggung keluarga. Tapi begitu protes, malah dicoret,” katanya lirih.

Ketua NPCI Bekasi, Kardi Leo, mengakui ada keterlambatan pembayaran namun membantah telah mengusir atlet. Menurutnya, pengeluaran atlet dari asrama adalah bagian dari evaluasi prestasi.

“Tidak ada pengusiran. Itu soal penyesuaian prestasi dan data,” kilahnya.

Ruang Prestasi yang Tidak Ramah

Kisah para atlet disabilitas Bekasi ini mengungkap betapa ketimpangan perlakuan terhadap atlet difabel masih nyata. Meski mereka telah menyumbang medali dan kehormatan, hak-hak dasar mereka sering diabaikan.

Kasus ini juga menggambarkan ironi: anggaran besar tidak menjamin perlindungan bagi yang paling rentan. Jika tak segera ditangani, ini bukan hanya soal tunjangan yang tertunda, melainkan juga potensi matinya semangat generasi atlet difabel ke depan.

Apakah negara hanya hadir di podium kemenangan, tapi absen saat atletnya kelaparan?

Sumber: Pikiran Rakyat

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AtletDisabilitas #Bekasi #Peparda2022 #Peparnas #IndahPermatasari #KrisisPembinaan #KeadilanOlahraga #AtletBerprestasi #DisabilitasBerdaya #JurnalPelopor
Previous Post

Dulu Tokoh Reformasi, Kini Amien Rais Digugat Kader Sendiri!

Next Post

Usia 30, Saatnya Evaluasi: Keuangan Kamu Sehat Nggak?

musa

musa

Related Posts

Indonesia vs China di Final Asian Games 2026, Catat Jadwalnya
Olahraga

Indonesia vs China di Final Asian Games 2026, Catat Jadwalnya

25/09/2026
milan
Olahraga

Kalahkan Lecce 3-0, Amorim Ulangi Catatan Milan Sejak 1979

25/09/2026
Dipanggil Curacao, Pemain Arsenal Ini Pamer Jersey Indonesia
Nasional

Dipanggil Curacao, Pemain Arsenal Ini Pamer Jersey Indonesia

24/09/2026
dean james
Olahraga

Lama Absen, Dean James Kini Kembali ke Skuad Garuda

24/09/2026
Viral Video Ucapan Diduga Xenofobik kepada STY
Olahraga

Viral Video Ucapan Diduga Xenofobik kepada STY

23/09/2026
Kalah di Derbi Madrid, Mourinho Beri Pemain Libur Sepekan
Olahraga

Kalah di Derbi Madrid, Mourinho Beri Pemain Libur Sepekan

23/09/2026
Next Post
keuangan

Usia 30, Saatnya Evaluasi: Keuangan Kamu Sehat Nggak?

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.