Jurnal Pelopor – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan bilateral dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, di Gedung Sekretariat PBB, New York, Senin (22/9/2025). Pertemuan ini menjadi salah satu agenda penting dalam lawatan Prabowo ke Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-80.
Tekankan Solidaritas Global
Dalam pertemuan itu, Prabowo menegaskan bahwa dunia membutuhkan solidaritas global untuk menjaga stabilitas dan perdamaian. Menurutnya, Indonesia tetap berkomitmen mendukung sistem multilateral dan memperkuat peran PBB sebagai lembaga utama penjaga kedamaian dunia.
“Presiden menyampaikan bahwa Indonesia tidak akan pernah meninggalkan prinsip multilateral. PBB harus diperkuat, bukan dilemahkan, karena hanya melalui kerja sama global perdamaian bisa diwujudkan,” jelas Menteri Luar Negeri, Sugiono, dalam keterangan pers, Selasa (23/9/2025).
Fokus ke Gaza dan Palestina
Salah satu pembahasan utama adalah krisis kemanusiaan di Gaza. Prabowo kembali menegaskan sikap Indonesia yang konsisten memperjuangkan solusi dua negara sebagai jalan damai Palestina–Israel.
“Indonesia mendukung penuh upaya PBB dalam menghentikan perang di Gaza. Jika gencatan senjata tercapai, Indonesia siap mengirimkan pasukan perdamaian untuk membantu menjaga stabilitas,” tambah Sugiono.
Sikap ini sekaligus menegaskan konsistensi Indonesia sejak era Soekarno hingga saat ini, yang tidak pernah bergeser dalam mendukung kemerdekaan Palestina.
Delegasi Kedua Pihak
Dalam pertemuan tersebut, Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, antara lain Menteri HAM Natalius Pigai, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB, Umar Hadi.
Sementara itu, Guterres turut hadir bersama Deputi Sekjen PBB Amina Mohammed, Kepala Urusan Politik dan Pembangunan Perdamaian Rosemary DiCarlo, serta pejabat tinggi lain dari jajaran Sekretariat PBB.
Perkuat Diplomasi Indonesia
Pertemuan ini tidak hanya membahas Gaza, tetapi juga isu-isu strategis lain seperti pembangunan berkelanjutan, hak asasi manusia, serta komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian regional maupun global.
Prabowo menegaskan bahwa Indonesia ingin berperan lebih aktif dalam misi perdamaian PBB. Selama ini, Indonesia menjadi salah satu kontributor terbesar pasukan penjaga perdamaian di bawah bendera PBB, dan komitmen itu akan terus ditingkatkan.
“Diplomasi Indonesia harus berpihak pada kemanusiaan. Kita tidak boleh diam saat rakyat Palestina menderita atau saat konflik mengancam stabilitas dunia,” ujar Prabowo dalam pertemuan itu.
Pesan Politik Global
Pertemuan ini menjadi bagian dari rangkaian langkah diplomasi Prabowo di panggung internasional. Sehari sebelumnya, Prabowo juga menyampaikan pidato tegas di Sidang Umum PBB yang menyoroti genosida di Gaza dan menyerukan dunia agar tidak lagi bersikap pasif.
Kehadiran Prabowo di PBB disebut memperkuat citra Indonesia sebagai negara demokrasi besar yang berani menyuarakan keadilan global. Bahkan, sejumlah media asing menyoroti sikap Prabowo yang menegaskan kemerdekaan Palestina sebagai syarat mutlak jika Indonesia suatu hari akan mengakui Israel.
Simbol Konsistensi Indonesia
Dengan agenda padat di New York, Prabowo menunjukkan bahwa Indonesia siap memainkan peran lebih besar di kancah internasional. Pertemuan dengan Guterres mempertegas posisi Indonesia yang konsisten mendukung Palestina, memperkuat multilateralisme, serta menawarkan kontribusi nyata melalui pasukan perdamaian.
Bagi Indonesia, Gaza bukan sekadar isu luar negeri, melainkan juga panggilan moral untuk memperjuangkan hak-hak kemanusiaan.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







