Jurnal Pelopor — Ratusan ribu masyarakat dan jemaah Selawat Nariyah dari berbagai penjuru Indonesia memadati Alun-Alun Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Minggu (19/7/2026), dalam gelaran Haul Masyayikh Situbondo. Kegiatan keagamaan ini tidak hanya menjadi ajang mengenang jasa para ulama dan tokoh masyarakat yang telah wafat, tetapi juga menjadi momentum untuk memanjatkan doa demi Indonesia yang lebih baik, damai, dan penuh keberkahan.
Suasana khidmat begitu terasa sejak awal acara. Ribuan lantunan selawat menggema di tengah lautan jemaah yang datang dari berbagai daerah, mencerminkan semangat kebersamaan serta kecintaan kepada Rasulullah SAW dan para ulama yang telah berjasa dalam menyebarkan ajaran Islam di Nusantara.
Doakan Para Ulama dan Masa Depan Bangsa
Bupati Situbondo sekaligus Ketua Panitia Haul Masyayikh, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan mendoakan para masyayikh, kiai, dan tokoh masyarakat se-Nusantara yang telah wafat, sekaligus meneladani perjuangan mereka dalam membangun kehidupan beragama dan bermasyarakat.
Menurutnya, doa yang dipanjatkan tidak hanya ditujukan bagi para ulama, tetapi juga untuk keselamatan serta kemajuan Indonesia.
“Tentu yang pertama harapannya dalam Haul Masyayikh ini mendoakan masyayikh dan tokoh masyarakat se-Nusantara mendapatkan berkah. Selain itu juga mendoakan bangsa Indonesia lebih baik,” ujarnya.
Dipimpin KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin
Rangkaian doa dan pembacaan Selawat Nariyah dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren Wali Songo Situbondo, KHR Moh Kholil As’ad Syamsul Arifin.
Acara ini turut dihadiri para pengasuh pondok pesantren dari berbagai wilayah di Jawa Timur, serta jemaah yang datang dari Jakarta, Kalimantan, dan sejumlah daerah lain di Indonesia.
Kehadiran ribuan jemaah dari berbagai provinsi menunjukkan besarnya antusiasme masyarakat terhadap tradisi haul sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjaga warisan keilmuan para ulama.
Gus Kautsar Ajak Istikamah Berselawat
Dalam kesempatan tersebut, ulama muda kharismatik KH Muhammad Abdur Rahman Al Kautsar, yang akrab disapa Gus Kautsar, mengajak seluruh jemaah untuk istiqamah mengamalkan Selawat Nariyah dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, selawat merupakan salah satu amalan yang dapat menjadi wasilah memohon pertolongan Allah SWT, memudahkan urusan, serta mendatangkan keberkahan hidup.
Ia juga mengajak umat Islam agar menjadikan selawat sebagai bagian dari rutinitas harian sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Mengharap Keselamatan Dunia dan Akhirat
Gus Kautsar mengingatkan bahwa setiap manusia memiliki banyak kekurangan dan tidak luput dari kesalahan. Karena itu, memperbanyak selawat menjadi salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon ampunan Allah SWT.
Menurutnya, harapan terbesar umat Islam adalah memperoleh keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat. Dengan memperbanyak selawat dan memperkuat hubungan kepada Allah SWT, umat diharapkan memperoleh ketenangan hati serta keberkahan dalam menjalani kehidupan.
Dihadiri Tokoh Nasional dan Pengasuh Pesantren
Haul Masyayikh Situbondo juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah. Di antaranya Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Moh Zuhri Zaini, mantan Menteri PAN-RB Abdullah Azwar Anas, Bupati Bondowoso KH Abd Hamid Wahid, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta sejumlah pengasuh pondok pesantren dan tokoh masyarakat lainnya.
Kehadiran para ulama, pejabat daerah, serta ratusan ribu jemaah menunjukkan bahwa Haul Masyayikh Situbondo telah berkembang menjadi salah satu agenda keagamaan besar di Jawa Timur. Selain menjadi ajang mengenang jasa para pendahulu, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk memperkuat persatuan, mempererat silaturahmi, dan bersama-sama memanjatkan doa agar Indonesia senantiasa diberi kedamaian, kemajuan, serta keberkahan.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







