Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Kuota Haji Dihapus! Negara Ini Paling Kena Imbasnya - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Kuota Haji Dihapus! Negara Ini Paling Kena Imbasnya

Penghapusan kuota haji oleh Arab Saudi berpotensi memicu gejolak sosial, ekonomi, dan tata kelola di banyak negara.

musa by musa
11/07/2025
in World
0
kuota haji
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Keputusan Pemerintah Arab Saudi untuk menghapus sistem kuota haji mulai musim haji berikutnya bisa membawa dampak besar secara global. Meski tujuan utamanya adalah membuka ruang lebih luas bagi jemaah dan meningkatkan pemasukan dari sektor haji, beberapa negara justru berpotensi mengalami kerugian besar, terutama secara ekonomi dan sosial. Berikut ulasan negara-negara yang paling terdampak:

Indonesia – Paling Merugi Secara Administrasi dan Infrastruktur

Sebagai negara dengan kuota haji terbesar di dunia (241.000 pada 2024, dan 221.000 pada 2025), Indonesia sangat bergantung pada sistem kuota untuk mengatur proses seleksi dan pengelolaan jemaah. Penghapusan kuota membuat:

  • Sistem antrean haji selama puluhan tahun jadi tak relevan, padahal banyak jemaah sudah menyetor biaya sejak lama.
  • Biaya dan mekanisme keberangkatan bisa melonjak akibat sistem terbuka dan potensi komersialisasi besar-besaran.
  • Pengelolaan logistik dan kesehatan menjadi lebih kompleks jika jumlah jemaah tak terbatas.

Indonesia berpotensi kehilangan kendali tata kelola haji, yang selama ini sudah dibangun rapi dengan sistem Siskohat, Kemenag, dan BPKH.

2. Pakistan – Rawan Ketimpangan Akses dan Masalah Visa

Pakistan yang mengirimkan 180.000 jemaah pada 2025 bisa terdampak oleh potensi eksploitasi biaya dan kesulitan dalam mengatur prioritas jemaah:

  • Jemaah dari wilayah pedalaman bisa tersingkir oleh mereka yang lebih mampu secara finansial.
  • Pemerintah akan kesulitan mengontrol travel swasta yang komersial jika tidak ada kuota.

3. India – Risiko Diskriminasi dan Ketegangan Sosial

India, dengan kuota 175.000 jemaah, juga mengandalkan kuota untuk mendistribusikan secara adil ke berbagai negara bagian. Jika kuota hilang:

  • Muslim minoritas bisa kesulitan bersaing dalam sistem terbuka.
  • Potensi gejolak sosial dan diskriminasi meningkat di tengah ketegangan politik agama di dalam negeri.

4. Bangladesh – Terancam Komersialisasi dan Pengurasan Dana Publik

Bangladesh menghadapi tantangan serupa:

  • Tingginya permintaan bisa memicu biaya haji melonjak, membebani ekonomi rakyat kecil.
  • Pemerintah terpaksa menarik lebih banyak subsidi jika ingin mempertahankan akses masyarakat kelas bawah.

Negara-Negara Miskin Lainnya: Terjepit Sistem “Siapa Cepat dan Kaya, Dia Berangkat”

Negara-negara berpendapatan rendah di Afrika dan Asia Tengah yang selama ini bergantung pada sistem kuota berisiko tersingkir. Sistem terbuka membuat haji menjadi layanan eksklusif untuk yang berduit, bukan yang berhak secara spiritual dan administratif.

Kesimpulan:

Jika kuota benar-benar dihapus, negara-negara dengan sistem haji publik berbasis antrian dan subsidi seperti Indonesia, Pakistan, dan Bangladesh akan paling dirugikan. Arab Saudi bisa meraup untung besar, tapi kesetaraan akses dan keadilan ibadah haji bisa terancam.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #Haji2025 #ArabSaudi #KuotaHaji #Indonesia #Pakistan #India #Bangladesh #JurnalPelopor #TataKelolaHaji #KrisisHajiGlobal
Previous Post

8 Fakta Heboh Final Chelsea Vs PSG di Club World Cup!

Next Post

Terseret Kasus Video Asusila, Lisa Mariana Dipanggil Polda Jabar!

musa

musa

Related Posts

bird
World

Pernah Hampir Punah, Karure Kini Jadi Bird of the Year 2026

25/09/2026
Sempat Ancam Iran, Trump Kini Klaim Pembicaraan Berjalan Baik
World

Sempat Ancam Iran, Trump Kini Klaim Pembicaraan Berjalan Baik

24/09/2026
pbb
World

Erdogan Kritik Israel di Sidang PBB, Delegasi Israel Walk Out

24/09/2026
singapura
World

Jangan Lakukan Ini di Bus Singapura, Dendanya Bisa Rp7 Juta

23/09/2026
ibrahim
World

Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

22/09/2026
landas
World

Ngeri! Ban Pesawat Sepehran Airlines Lepas Usai Lepas Landas

16/09/2026
Next Post
lisa mariana

Terseret Kasus Video Asusila, Lisa Mariana Dipanggil Polda Jabar!

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.