• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Politics

Dulu Tokoh Reformasi, Kini Amien Rais Digugat Kader Sendiri!

Amien Rais digugat kader Partai Ummat terkait perubahan AD/ART tanpa Munas, 24 DPW siapkan somasi dan ancam gugat ke PTUN.

musa by musa
19/06/2025
in Politics
0
Amien Rais
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Nama Amien Rais, salah satu tokoh sentral dalam reformasi 1998, kini kembali menjadi sorotan. Bukan karena keberanian politiknya melawan rezim Orde Baru, tetapi karena kisruh internal partai politik yang ia dirikan sendiri: Partai Ummat.

Sejumlah Dewan Pengurus Wilayah (DPW) dan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Ummat melayangkan protes keras terhadap Amien Rais. Mereka menggugat perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang dinilai tidak demokratis dan dilakukan tanpa mekanisme yang sah, seperti musyawarah nasional (Munas) atau rapat kerja nasional (Rakernas).

Menurut Herman Kadir, anggota Mahkamah Partai Ummat, setidaknya 24 DPW telah menyusun somasi resmi dan siap menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) jika Kementerian Hukum dan HAM tak merespons keberatan mereka. Mereka menilai Amien dan Majelis Syura telah bertindak sewenang-wenang dan melanggar prinsip dasar pendirian partai: menegakkan keadilan dan melawan kezaliman.

“Partai ini didirikan untuk melawan kezaliman, tapi kenapa justru kader sendiri yang dizalimi?” — Herman Kadir.

Jejak Politik Amien Rais: Dari Puncak Pengaruh ke Jurang Gugatan

🔸 1998-2004: Sang Reformis

Amien Rais adalah simbol perlawanan terhadap Orde Baru. Sebagai Ketua MPR pasca-reformasi, ia menjadi figur penting dalam penggulingan Soeharto dan transisi demokrasi Indonesia.

Pada Pilpres 2004, Amien maju sebagai capres dengan dukungan delapan partai, termasuk PAN dan PKS. Namun, ia hanya memperoleh 14,66% suara—gagal ke putaran kedua.

🔸 2020: Konflik dengan PAN

Di PAN, partai yang ia dirikan pada 1998, Amien berselisih dengan Zulkifli Hasan. Saat kongres PAN 2020 di Kendari, ia gagal mendudukkan kader pilihannya di kursi ketua umum. Ia pun kehilangan posisi sebagai Ketua Dewan Kehormatan PAN. Akibat konflik itu, sejumlah loyalisnya seperti Hanafi Rais mundur dari PAN.

🔸 2021: Lahirnya Partai Ummat

Keluarnya dari PAN menjadi awal kelahiran Partai Ummat. Dengan slogan “Lawan Kezaliman, Tegakkan Keadilan”, Amien mengusung partai berbasis Islam konservatif dan menunjuk menantunya, Ridho Rahmadi, sebagai Ketua Umum.

Partai ini diakui oleh Kemenkumham pada Agustus 2021 dan ikut serta dalam Pemilu 2024. Namun, hasilnya jauh dari harapan. Partai Ummat hanya meraih 0,42% suara, dan gagal lolos ke parlemen.

🔸 2024–2025: Gugatan Internal

Setelah kegagalan pemilu, konflik internal mulai pecah. AD/ART yang baru disebut disahkan tanpa proses demokratis, memicu gelombang gugatan dari kader daerah. Bahkan ada pengurus wilayah yang membubarkan diri secara kolektif, seperti di Yogyakarta.

Krisis Kepemimpinan dan Masa Depan Partai Ummat

Banyak pengamat menilai konflik ini adalah uji nyata terhadap kepemimpinan Amien Rais di era pascareformasi. Di usianya yang semakin senja, sang reformis justru digugat atas nama keadilan yang dulu ia perjuangkan.

Pengamat politik menyebut Partai Ummat menghadapi ancaman disintegrasi internal. Dengan elektabilitas rendah dan kepemimpinan yang dinilai otoriter, partai ini bisa kehilangan simpati publik maupun basis massanya, khususnya dari kelompok Islam politik yang selama ini menjadi target utama mereka.

Reformis yang Dihantui Reformasi

Dari reformasi 1998 hingga gugatan 24 DPW di 2025, Amien Rais menghadapi ironi besar: perjuangan panjangnya melawan otoritarianisme kini digugat karena dianggap menciptakan hal yang sama di rumah politiknya sendiri.

Apakah ini akhir dari kiprah politik Amien Rais? Ataukah ini hanya babak baru dalam drama panjang kekuasaan dan idealisme yang tak selalu sejalan?

Sumber: CNN Indonesia

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #AmienRais #PartaiUmmat #KisruhInternal #ADART #MunasPartai #DemokrasiInternal #GugatanPTUN #KaderMelawan #PolitikIndonesia #JurnalPelopor
Previous Post

Sri Mulyani Tepis Saran Ekonom Neolib AS soal “Flat Tax”!

Next Post

Nasib Miris Atlet Disabilitas Bekasi: Tak Digaji dan Terusir

musa

musa

Related Posts

pdi
Politics

Kaesang Incar Jateng, PDI-P Klaim Tetap Menang

10/01/2026
pilkada
Politics

Alarm Bahaya, Pilkada Lewat DPRD Kembali Menguat

08/01/2026
nadiem
Politics

Prajurit TNI Hadir di Sidang Nadiem, Jaksa: Demi Keamanan

06/01/2026
pdip
Politics

Megawati Lantik PDIP Jateng, Putri Puan Masuk Jajaran Inti

29/12/2025
nikel
Politics

Penghentian Kasus Nikel Rp2,7 T Diprotes Eks Pimpinan KPK

29/12/2025
jaksa
Politics

Jaksa Bongkar Manuver Nadiem di Kasus Chromebook

17/12/2025
Next Post
Atlet disabilitas

Nasib Miris Atlet Disabilitas Bekasi: Tak Digaji dan Terusir

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.