Jurnal Pelopor — Eskalasi perang antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran yang kian memanas memicu kekhawatiran besar terhadap keselamatan warga negara Indonesia di Timur Tengah. Komisi IX DPR RI secara tegas mendesak pemerintah untuk menyiapkan skenario evakuasi bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) jika situasi terus memburuk.
Pernyataan ini muncul menyusul serangan balasan Iran ke berbagai pangkalan AS di Qatar, Arab Saudi, UEA, hingga Kuwait, sebagai respons atas tewasnya Ayatollah Ali Khamenei pada Sabtu (28/2/2026).
6 Poin Desakan Komisi IX DPR untuk Perlindungan PMI
Wakil Ketua Komisi IX DPR, Yahya Zaini, menekankan pentingnya kehadiran negara dalam menjamin keselamatan para pahlawan devisa di wilayah konflik. Berikut adalah poin-poin desakannya:
-
Koordinasi Proaktif: Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) wajib berkoordinasi intensif dengan seluruh KBRI di Timur Tengah.
-
Wajib Lapor: Meminta para PMI segera melaporkan keberadaan mereka ke KBRI setempat agar posisi mereka terpantau.
-
Hindari Objek Vital: Mengimbau PMI menjauhi tempat-tempat strategis/militer dan mencari perlindungan di lokasi aman.
-
Pendataan Ulang: Atase ketenagakerjaan di Semenanjung Arab harus aktif mendata ulang jumlah dan lokasi PMI.
-
Diplomasi Perlindungan: KP2MI dan Kemlu diminta melakukan lobi diplomatik dengan negara setempat untuk menjamin keamanan WNI.
-
Rencana Evakuasi: Jika situasi mencapai titik nadir, pemerintah harus segera mengevakuasi PMI ke tempat yang aman atau memulangkan mereka ke tanah air.
Kondisi WNI Saat Ini
Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Chaniago, menambahkan bahwa berdasarkan laporan terakhir dari KBRI Teheran, kondisi WNI saat ini masih terpantau aman. Namun, ia mengingatkan agar tidak ada kelengahan sedikitpun.
“Keselamatan warga negara dan pekerja migran menjadi prioritas utama. Kami terus mengingatkan agar seluruh WNI mengambil langkah terbaik mengingat situasi di Teheran dan sekitarnya saat ini sangat tidak menentu,” ujar Irma, Rabu (4/3/2026).
Latar Belakang Konflik (Maret 2026)
Konflik ini meledak setelah serangan udara gabungan AS-Israel menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Sebagai balasan, Iran meluncurkan rudal ke pangkalan-pangkalan AS di negara-negara tetangga Arab. Kondisi ini membuat negara-negara seperti Bahrain, Kuwait, Qatar, dan UEA masuk dalam zona bahaya tinggi bagi warga asing, termasuk ribuan PMI yang bekerja di sana.
Ringkasan Situasi Keamanan Timur Tengah Bagi PMI
| Wilayah | Status Risiko | Arahan Pemerintah |
| Iran (Teheran) | Sangat Tinggi | Tetap di dalam rumah; Koordinasi terus dengan KBRI. |
| Qatar, UEA, Kuwait | Tinggi | Jauhi pangkalan militer AS; Siaga evakuasi. |
| Israel | Sangat Tinggi | Hindari wilayah pusat kota dan perbatasan. |
| Arab Saudi | Sedang – Tinggi | Pantau update dari otoritas setempat dan KBRI. |
Tantangan terbesar dalam evakuasi kali ini adalah tertutupnya jalur udara oleh beberapa maskapai besar dan blokade di Selat Hormuz. Jika evakuasi dilakukan, pemerintah kemungkinan besar harus menggunakan jalur darat menuju negara yang lebih stabil atau menggunakan kapal laut dengan pengawalan ketat.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







