• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Olahraga

Debut Buruk! 4 Blunder Kluivert, Indonesia Dibantai Australia 1-5

Patrick Kluivert debut pelatih Timnas Indonesia dengan kekalahan 1-5 dari Australia, memperberat peluang di Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Achmad Rizal by Achmad Rizal
20/03/2025
in Olahraga
0
klasemen
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor, Sydney – Patrick Kluivert menjalani laga debutnya sebagai pelatih Timnas Indonesia dengan hasil yang mengecewakan. Kevin Diks dan kolega tak mampu menahan gempuran tuan rumah Australia, hingga akhirnya kalah telak 1-5 di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025).

Kekalahan ini membuat langkah Garuda di Kualifikasi Piala Dunia 2026 semakin berat. Pasukan Merah Putih kini terancam melorot ke dasar klasemen setelah hasil buruk di matchday ketujuh ronde ketiga.

Padahal, Timnas Indonesia sempat tampil menjanjikan di 15 menit pertama. Namun, setelah itu, Garuda mulai kehilangan kendali dan pertahanan mereka berantakan. Australia pun berhasil mencetak tiga gol di babak pertama dan menambah dua gol lagi di babak kedua.

Satu gol dari Ole Romeny tak cukup untuk menyelamatkan Indonesia dari kekalahan memalukan ini. Lalu, apa saja blunder yang dilakukan Patrick Kluivert hingga membuat Garuda dihancurkan Socceroos?

1. Garis Pertahanan Terlalu Tinggi

Sejak awal, Kluivert menerapkan strategi bermain dengan garis pertahanan tinggi dalam formasi 4-3-3. Namun, keputusan ini malah menjadi bumerang.

Australia, yang punya kecepatan dan kualitas individu lebih baik, dengan mudah mengeksploitasi ruang kosong di lini pertahanan Garuda. Hal ini terlihat jelas dalam gol kedua yang dicetak Nishan Velupillay di menit ke-20 lewat skema serangan balik cepat.

Padahal, di era Shin Tae-yong, Timnas Indonesia lebih sering bermain dengan gaya bertahan rapat dan mengandalkan serangan balik. Strategi itu terbukti lebih efektif saat menghadapi lawan yang secara kualitas lebih unggul.

2. Tidak Menurunkan Gelandang Petarung

Saat masih ditangani Shin Tae-yong, Garuda selalu menurunkan gelandang petarung untuk memperkuat lini tengah. Ivar Jenner kerap menjadi andalan dalam peran ini, berduet dengan Thom Haye untuk menjaga keseimbangan tim.

Namun, dalam laga melawan Australia, Kluivert justru memilih kombinasi Thom Haye dan Nathan Tjoe-A-On, yang lebih mengandalkan teknik ketimbang fisik.

Akibatnya, lini tengah Timnas Indonesia menjadi mudah ditembus. Australia leluasa mendikte permainan dan mengirim bola-bola berbahaya ke lini depan mereka tanpa ada tekanan berarti.

3. Taruhan Berisiko dengan Nathan Tjoe-A-On

Nathan Tjoe-A-On hanya bermain satu kali di Liga Inggris musim ini bersama Swansea City. Namun, Kluivert tetap memasangnya sebagai starter di posisi gelandang tengah.

Keputusan ini menuai banyak kritik, terutama setelah Nathan menjadi penyebab penalti yang membuka keunggulan Australia. Dalam situasi bola mati, ia melakukan tarikan terhadap pemain lawan, yang langsung dihukum penalti oleh wasit.

Martin Boyle yang menjadi eksekutor tak menyia-nyiakan kesempatan itu untuk membawa Australia unggul 1-0. Gol ini menjadi awal dari bencana bagi Garuda.

Sebelumnya, dalam pertemuan pertama di Jakarta, Nathan juga tampil buruk dan sering membuat kesalahan. Namun, Kluivert tetap memaksanya bermain, dan hasilnya berujung petaka.

4. Jarak Antar Pemain Terlalu Jauh

Salah satu kelemahan terbesar Timnas Indonesia di laga ini adalah jarak antar pemain yang terlalu renggang.

Kondisi ini menyebabkan Garuda kesulitan dalam transisi bertahan dan memberikan celah bagi Australia untuk menyerang dengan leluasa. Australia pun dengan mudah mengeksploitasi ruang kosong di lini pertahanan Indonesia.

Para pemain tampak kurang kompak dalam bertahan, sehingga Australia bisa dengan mudah menciptakan peluang dan mencetak gol demi gol.

Kluivert Harus Bangkit Lawan Bahrain!

Setelah kekalahan telak ini, Patrick Kluivert harus segera melakukan evaluasi besar-besaran. Timnas Indonesia masih memiliki satu laga kandang penting melawan Bahrain pada 25 Maret 2025.

Jika Garuda kembali kalah, peluang mereka untuk melangkah ke Piala Dunia 2026 bisa semakin tertutup. Kini, semua mata tertuju pada Kluivert untuk melihat apakah ia mampu membawa Timnas Indonesia bangkit atau justru semakin terpuruk.

Sumber: BolaSport.

Baca Juga:

IHSG Keok! Investor Mulai Kabur?

Prabowo Terima Surat Khusus dari Presiden Palestina, Apa Isinya?

Saksikan berita lainnya:

Pemangkasan Anggaran Makan Bergizi Gratis! KPK Bersuara!

Ironi Pengelolaan Minyak Indonesia – Ketergantungan Impor di Tengah Sumber Daya Melimpah

Tags: #TimnasIndonesia #KualifikasiPialaDunia2026 #Garuda #PatrickKluivert #AustraliaVsIndonesia
Previous Post

Polisi Bongkar Bisnis Minyak Goreng Ilegal di Mojokerto!

Next Post

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

Achmad Rizal

Achmad Rizal

Related Posts

diaspora
Olahraga

Herdman Yakin Pemain Diaspora Mudah Dibujuk Bela Timnas

14/01/2026
xabi
Olahraga

Xabi Alonso Out, Arbeloa Resmi Tangani Real Madrid

14/01/2026
sunderland
Olahraga

Sunderland Naik Kelas, Bek Real Madrid Jadi Target

13/01/2026
proliga
Olahraga

Awal Proliga 2026, Popsivo Polwan & Bhayangkara Presisi Melesat

13/01/2026
persija
Olahraga

Persija Kalah dari Persib, Mauricio Souza Luapkan Kekecewaan

12/01/2026
atlet
Olahraga

Cair Miliaran! Atlet dengan Bonus Terbesar SEA Games 2025

10/01/2026
Next Post

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.