Jurnal Pelopor — Manajemen Chelsea akhirnya kehabisan kesabaran setelah performa tim terus merosot di bawah kendali Liam Rosenior. Kekalahan telak 0-3 dari Brighton & Hove Albion di kandang sendiri menjadi titik nadir yang membuat pemilik klub memutuskan untuk berpisah dengan pelatih asal Inggris tersebut.
1. Statistik yang Mengecewakan
Sejak ditunjuk menggantikan Enzo Maresca pada Januari 2024, Rosenior gagal memberikan konsistensi yang diharapkan:
-
Rekor Pertandingan: 11 kemenangan, 2 imbang, dan 10 kekalahan.
-
Tren Terakhir: Mengalami lima kekalahan beruntun di Liga Inggris.
-
Klasemen: Terlempar ke posisi 7 dengan 48 poin, semakin menjauh dari ambisi lolos ke Liga Champions musim depan.
2. Kegagalan di Berbagai Kompetisi
Harapan Chelsea untuk meraih trofi musim ini satu per satu sirna di tangan Rosenior:
-
Liga Champions: Tersingkir.
-
Piala Liga (Carabao Cup): Tersingkir.
-
Liga Inggris: Terseok-seok dan kesulitan menembus zona lima besar.
3. Harapan Terakhir di Piala FA
Meski performa di liga berantakan, Chelsea masih memiliki satu napas tersisa di Piala FA. The Blues dijadwalkan akan melakoni laga semifinal melawan Leeds United pada Minggu (26/4). Untuk sementara, kendali tim akan dipegang oleh Calum McFarlane.
Pernyataan Resmi Klub:
“Chelsea Football Club hari ini telah memutuskan untuk berpisah dengan Pelatih Kepala Liam Rosenior… kami ingin menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus kepada Liam dan stafnya atas segala upaya yang telah mereka berikan.”
Pemecatan ini menambah panjang daftar pelatih yang gagal memenuhi ekspektasi tinggi di bawah kepemilikan baru Chelsea. Rosenior, yang sebelumnya sukses di Hull City, tampaknya kesulitan menangani tekanan dan ego pemain bintang di klub sebesar Chelsea dalam waktu yang singkat.
Munculnya nama Diego Simeone sebagai kandidat kuat penggantinya menunjukkan bahwa Chelsea mungkin ingin beralih ke gaya kepelatihan yang lebih disiplin dan “keras”. Menurut Anda, apakah masalah Chelsea memang terletak pada sosok pelatihnya, ataukah struktur skuad yang terlalu gemuk dan seringnya pergantian manajer yang justru merusak stabilitas tim?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v







