Jurnal Pelopor – Cuaca ekstrem berupa hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak Rabu (11/2/2026) sore telah memicu banjir bandang di beberapa titik. Luapan air dari anak sungai tidak hanya merendam permukiman, tetapi juga membawa material lumpur dan bebatuan yang merusak infrastruktur serta rumah warga di dua kecamatan utama, yakni Babakan Madang dan Citeureup.
Berdasarkan laporan terbaru dari BPBD Jawa Barat pada Kamis pagi (12/2/2026), kondisi air kini telah berangsur surut, namun menyisakan kerusakan material yang cukup signifikan.
Wilayah Terdampak dan Kerusakan Bangunan
Bencana ini berdampak pada puluhan kepala keluarga dengan tingkat kerusakan rumah yang bervariasi:
| Lokasi (Desa/Kecamatan) | Dampak Kerusakan | Jumlah Jiwa/KK |
| Desa Cijayanti (Babakan Madang) | 4 Rumah Rusak Sedang (Tembok ambruk), 1 Rumah Rusak Ringan | 72 KK / 255 Jiwa |
| Desa Bojong Koneng (Babakan Madang) | Akses jalan tertutup lumpur & batu, 1 mobil terseret arus | – |
| Desa Leuwinutug (Citeureup) | 5 Rumah terdampak banjir lintasan (Tanpa kerusakan) | 5 KK / 16 Jiwa |
Di Desa Cijayanti, kerusakan terpantau cukup parah dengan adanya dinding kamar yang jebol dan tembok samping rumah yang ambruk total akibat terjangan air dan material berat.
Penyebab dan Kronologi Kejadian
Menurut Pranata Humas BPBD Jabar, Hadi Rahmat, banjir ini dipicu oleh durasi hujan yang cukup lama. Hal ini menyebabkan anak kali di kawasan perumahan tidak mampu menampung debit air.
“Hujan deras menyebabkan air dari anak kali di kawasan perumahan meluap dan membawa material lumpur serta batu ke permukiman warga,” ujar Hadi dalam keterangan resminya.
Satu unit kendaraan roda empat dilaporkan sempat terseret arus banjir di Desa Bojong Koneng, namun beruntung petugas berhasil mengevakuasi kendaraan tersebut tanpa adanya korban jiwa.
Upaya Penanganan dan Imbauan
Sejak Kamis dini hari, petugas BPBD Kabupaten Bogor bersama tim gabungan dan warga setempat telah melakukan beberapa langkah darurat:
-
Asesmen Lokasi: Pendataan kerugian dan kebutuhan mendesak warga terdampak.
-
Pembersihan Material: Alat berat dan tenaga manual dikerahkan untuk membersihkan lumpur serta bebatuan yang menutup akses jalan lingkungan.
-
Koordinasi Lanjutan: BPBD Provinsi Jawa Barat terus memantau perkembangan cuaca guna mengantisipasi banjir susulan.
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi di wilayah Jawa Barat, warga diimbau untuk tetap waspada, terutama mereka yang tinggal di dekat aliran sungai atau wilayah rawan longsor.
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







