• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Akui Arogan, Ajudan Rudy Mas’ud Minta Maaf Usai Viral

musa by musa
21/10/2026
in Nasional
0
rudy mas'ud
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Ajudan Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud, Asky Rizal Toding, akhirnya menyampaikan permohonan maaf setelah aksinya menyenggol sejumlah mahasiswa yang tengah berunjuk rasa di kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, viral dan menjadi sorotan publik. Asky mengakui sikapnya berlebihan dan menyebut tindakan tersebut dilakukan secara spontan tanpa instruksi dari pihak mana pun.

Permintaan maaf itu disampaikan pada Rabu (21/10/2026). Asky mengaku menyadari kesalahannya dan menyesalkan tindakannya yang menimbulkan ketidaknyamanan bagi mahasiswa maupun masyarakat.

“Saya secara tulus menyampaikan permohonan maaf kepada rekan-rekan mahasiswa dan warga masyarakat atas sikap arogansi saya,” ujar Asky.

Akui Kesalahan dan Berjanji Tidak Mengulangi

Dalam pernyataan permintaan maafnya, Asky menegaskan bahwa tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakannya terhadap para demonstran. Ia juga menyatakan kejadian tersebut bukan atas perintah siapa pun.

Menurut Asky, tindakan itu terjadi secara spontan. Meski demikian, ia mengakui bahwa responsnya tidak tepat dan telah menimbulkan persoalan di tengah aksi penyampaian pendapat.

Ia pun meminta maaf sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Asky berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa di kemudian hari.

Permintaan maaf tersebut muncul setelah insiden yang melibatkan ajudan gubernur dan mahasiswa menjadi perhatian publik. Peristiwa itu turut memunculkan sorotan terhadap sikap aparat maupun pihak yang mendampingi pejabat saat menghadapi masyarakat yang menyampaikan aspirasi.

Berawal Saat Gubernur Hendak Salat Magrib

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memberikan penjelasan mengenai awal mula insiden tersebut. Kejadian berlangsung pada Senin (19/10/2026) sekitar pukul 18.00 WITA di kawasan Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda.

Saat itu, Rudy Mas’ud hendak menunaikan salat Magrib di Masjid Nurul Mukminin yang berada di lingkungan kantor gubernur. Pada waktu bersamaan, sejumlah mahasiswa dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) masih berada di kawasan tersebut setelah menggelar aksi demonstrasi sejak sore hari.

Massa GMNI diketahui belum sempat bertemu langsung dengan gubernur karena padatnya agenda. Para mahasiswa kemudian berada di sekitar masjid yang juga menjadi titik berkumpul sekaligus lokasi pembubaran aksi.

Tim Ahli Gubernur Kaltim Bidang Informasi dan Komunikasi Publik, Sudarno, menjelaskan bahwa saat gubernur tiba, sudah ada mahasiswa yang menghadang, disertai sejumlah celetukan.

“Pada saat Pak Gubernur masuk, sebenarnya sudah dihadang sama teman-teman itu. Walaupun ada celetukan-celetukan kecil,” kata Sudarno.

Demonstrasi Soroti Kebakaran Hutan dan Lahan

Aksi yang dilakukan mahasiswa GMNI tersebut berkaitan dengan persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Dalam demonstrasi itu, mahasiswa menyampaikan aspirasi terkait penanganan persoalan lingkungan yang menjadi perhatian masyarakat.

Namun, situasi di sekitar kantor gubernur kemudian menjadi sorotan setelah terjadi kontak fisik antara Asky dan sejumlah demonstran. Insiden tersebut memicu perhatian publik, terutama setelah rekamannya beredar di media sosial.

Permintaan maaf Asky menjadi respons atas tindakannya dalam peristiwa tersebut. Ia telah mengakui kesalahan dan menyatakan komitmen untuk tidak mengulanginya.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bahwa penyampaian aspirasi masyarakat perlu dihadapi dengan sikap tenang dan profesional. Terlepas dari situasi yang terjadi di lapangan, komunikasi yang baik dan pengendalian diri menjadi hal penting agar perbedaan pendapat tidak berkembang menjadi benturan fisik.

Baca Juga:

Testosteron Rendah, Ancaman bagi Fokus dan Produktivitas Pria

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Cara Mudah Membuat Kremesan Ayam Kriuk di Rumah

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #JurnalPelopor #Kaltim #Samarinda #RudyMasud #AskyRizalToding #MahasiswaPendemo #BeritaKaltim #BeritaViral
Previous Post

Italia Siapkan 500 Tentara untuk Amankan Milan dari Kerusuhan

Next Post

TPA Supit Urang Terbakar Siang Hari, Truk Sampah Dievakuasi

musa

musa

Related Posts

prabowo
Nasional

Prabowo Puji Kabinet Merah Putih di Dua Tahun Pemerintahan

21/10/2026
Greenpeace
Nasional

Aktivis Greenpeace Gelar Aksi di Bundaran HI, Apa Pesan Mereka?

21/10/2026
Nusron Wahid
Nasional

Nusron Wahid ke Luar Negeri, Pencekalan Belum Diminta

21/10/2026
KMP Batu mandi
Nasional

KMP Batu Mandi Terbakar di Laut Merak, Ini Kronologinya

20/10/2026
greenpeace
Nasional

Viral Aksi Greenpeace di Bundaran HI, Ini Pesan Spanduknya

20/10/2026
double job
Nasional

Gaji Utama Tak Cukup, Kelas Tengah Andalankan Double Job

20/10/2026
Next Post
tpa supit urang

TPA Supit Urang Terbakar Siang Hari, Truk Sampah Dievakuasi

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.