Jakarta – Harga batu bara dunia melonjak tajam dalam sepekan terakhir, didorong kejutan dari Indonesia yang merilis peta jalan energi nasional. Harga batu bara acuan ICE Newcastle kontrak Juli 2025 naik 4,84% sepanjang pekan, meski sempat terkoreksi tipis 0,64% pada Jumat (6/6).
RI Tambah PLTU, Harga Batu Bara Terkerek
Kenaikan harga dipicu rencana Indonesia menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 60 GW hingga 2034. Meski sebagian besar berasal dari energi hijau, ada penambahan 6 GW dari PLTU batu bara. Hal ini mempertegas peran batu bara dalam industri strategis, seperti pengolahan nikel.
“Pengecualian untuk PLTU baru tetap diberikan bagi proyek strategis yang sudah direncanakan,” tulis laporan CNBC Indonesia Research.
Pasokan Seret, Permintaan Tetap Ada
Cuaca buruk juga menghantam ekspor dari Australia. Whitehaven, salah satu raksasa tambang, mengakui gangguan distribusi. “Pasokan baru masih terbatas,” kata analis utama Commodity Insights, Sylvia Cao. Kombinasi pasokan ketat dan permintaan yang tetap tinggi, terutama dari RI, mendorong harga batu bara menguat.
Tapi, Jalan Energi Hijau Masih Terjal
Di sisi lain, Indonesia masih tertinggal dalam transisi energi. Energi terbarukan baru menyumbang 13% dari bauran nasional, jauh dari target 23% pada 2025.
“Subsidi BBM dan regulasi investasi jadi hambatan utama,” papar laporan tersebut.
Sementara itu, India dan China justru menurunkan penggunaan batu bara. Konsumsi batu bara India untuk pembangkit tercatat menurun paling tajam dalam lima tahun terakhir, sementara China menurunkan output listrik dari bahan bakar fosil hingga 4,7% yoy.
Batu Bara Masih Menyala, Tapi Tak Selamanya
Meski batu bara RI masih memanas di pasar global, tekanan transisi energi dan kebijakan hijau global bisa mengubah permainan. Indonesia dihadapkan pada dilema: mempertahankan energi murah untuk industri atau percepat langkah menuju energi bersih.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







