Jurnal Pelopor – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) resmi mengumumkan rencana menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 17 Desember 2025, pukul 10.00–12.00 WIB. Rapat akan diadakan secara fisik dan elektronik, namun perseroan belum merinci mata acara yang akan dibahas.
Rapat tersebut merujuk pada ketentuan Pasal 12 Anggaran Dasar Perseroan serta POJK Nomor 15/2020 mengenai penyelenggaraan RUPS perusahaan terbuka. Adapun pemanggilan resmi yang berisi agenda rapat baru akan diumumkan pada 25 November 2025 melalui situs GOTO, situs BEI, dan laman eASY.KSEI.
Manajemen menjelaskan bahwa kapasitas ruang rapat terbatas hanya untuk 80 peserta, sehingga pemegang saham sangat dianjurkan hadir secara elektronik melalui eASY.KSEI. GOTO juga menegaskan tidak menyediakan suvenir, makanan, atau minuman selama pelaksanaan rapat.
Pemegang Saham Diminta Gunakan e-Proxy
Pemegang saham yang berhak hadir adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham hingga 24 November 2025 pukul 16.00 WIB. GOTO juga mendorong investor untuk menggunakan fasilitas e-Proxy, yakni kuasa elektronik yang diberikan kepada wakil independen yang ditunjuk perseroan. Seluruh prosedur pemberian kuasa, baik elektronik maupun konvensional, akan dijelaskan secara rinci pada pemanggilan rapat mendatang.
Kebijakan ini dinilai sebagai strategi GOTO untuk memastikan rapat dapat berjalan efisien, mengingat tingginya jumlah investor ritel dan terbatasnya kapasitas ruang fisik.
Isu Merger GOTO–Grab Kian Menguat
Pengumuman RUPSLB ini muncul di tengah derasnya kabar merger antara GOTO dan Grab. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa pemerintah tengah membahas penyempurnaan Perpres tentang ojek online, sekaligus mengakui adanya diskusi terkait kemungkinan penggabungan dua raksasa teknologi tersebut.
“Salah satunya (yang dibahas) memang isu penggabungan Grab dan GoTo,” kata Prasetyo, tanpa memberikan detail bentuk akhir rencana merger itu.
Ia menambahkan bahwa pembahasan melibatkan banyak pihak, termasuk lembaga investasi negara Danantara, mengingat ada aspek korporasi yang ikut diperhitungkan.
Hingga saat ini belum dijelaskan bagaimana skema merger akan dijalankan, siapa pihak dominan, dan apa potensi dampaknya bagi mitra pengemudi serta pengguna. Namun pengakuan dari Istana membuat spekulasi kian keras, terlebih setelah saham GOTO sempat menguat 8,20% beberapa hari lalu.
Peran Telkom dan Struktur Kepemilikan GOTO
Sebagai informasi, BUMN melalui Telkom dan Telkomsel memiliki investasi besar di GOTO. Pada Mei 2023, Telkom membeli 29.708 lembar saham konversi senilai US$150 juta (sekitar Rp2,1 triliun). Telkomsel kemudian menambah investasi US$300 juta, sehingga total dana BUMN ke GOTO mencapai US$450 juta atau sekitar Rp6,4 triliun.
Per 31 Oktober 2025, pemilik manfaat akhir GOTO adalah:
- Andre Soelistyo
- Kevin Bryan Aluwi
- Melissa Siska Juminto
- William Tanuwijaya
Mereka mengendalikan GOTO baik langsung maupun melalui PT Saham Anak Bangsa.
Performa Saham Masih Penuh Tantangan
Dalam satu bulan terakhir, saham GOTO naik 12,96% ke level 61. Namun jika melihat sepanjang tahun berjalan, saham ini masih terkoreksi 14,08%, dan jika dibandingkan harga IPO pada 11 April 2022, GOTO sudah turun 81,95%.
Kinerja saham yang melemah membuat isu merger dengan Grab menjadi perhatian pasar. Banyak analis menilai bahwa konsolidasi lima tahun pasca-IPO bisa menjadi jalan keluar bagi efisiensi operasional dan stabilisasi nilai perusahaan.
Menunggu Agenda Resmi 25 November
Hingga pemanggilan resmi dirilis pada 25 November mendatang, publik masih menebak-nebak apakah RUPSLB 17 Desember akan benar-benar membahas merger GOTO–Grab atau agenda strategis lainnya, seperti restrukturisasi manajemen, perubahan modal, atau persetujuan aksi korporasi baru.
Yang jelas, rapat ini berpotensi menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan perusahaan teknologi terbesar di Indonesia itu.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







