• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Belajar dari Negara yang Salah Langkah Saat Redenominasi

Wacana redenominasi rupiah kembali menguat setelah masuk Renstra 2025–2029. Pemerintah menargetkan RUU Redenominasi rampung pada 2027.

musa by musa
11/11/2025
in Nasional
0
Redenominasi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Redenominasi atau penyederhanaan jumlah digit rupiah kembali menjadi pembahasan penting setelah Kementerian Keuangan memasukkan agenda ini ke dalam Rencana Strategis 2025–2029. Kebijakan tersebut nantinya dituangkan dalam RUU Redenominasi yang ditargetkan rampung pada 2027.

Wacana redenominasi sebenarnya bukan hal baru. Pada 2010, Bank Indonesia sempat merancang timeline penerapan redenominasi selama 10 tahun. Dugaan awalnya, Indonesia sudah memasuki masa transisi pada 2013 dan resmi menggunakan rupiah baru pada akhir 2020. Namun rencana itu tak pernah terwujud.

Upaya resmi berikutnya muncul pada 2017 ketika Sri Mulyani dan Gubernur BI Agus DW Martowardojo mengajukan RUU Redenominasi kepada Presiden Jokowi. Sayangnya, pembahasan tak tuntas hingga berakhirnya periode DPR 2014–2019. Sejak 2018 hingga 2020, RUU ini tidak lagi masuk Prolegnas.

Pandemi Covid-19 sempat menghidupkan kembali gagasan tersebut melalui PMK 77/2020. Namun baru di 2025, lewat PMK Nomor 70/2025 yang diteken Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, redenominasi kembali menjadi agenda strategis negara.

Harapan Positif, tetapi Tantangan Tetap Besar

Pengamat Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai redenominasi berpotensi membawa dampak positif, terutama secara psikologis. Penyederhanaan digit akan membuat transaksi lebih efisien dan mata uang lebih ringkas.

Namun, ia mengingatkan bahwa sisi teknis adalah tantangan terbesar. Redenominasi menuntut adaptasi serentak pada seluruh sektor: perbankan, ATM, transaksi digital, sistem akuntansi, hingga sistem pembayaran negara. Jika tidak dilakukan secara simultan, risiko munculnya standar ganda sangat tinggi dan dapat menimbulkan kekacauan ekonomi.

Karena itu, sosialisasi yang masif menjadi kunci. Masyarakat, pelaku usaha, lembaga keuangan, bahkan pelaku UMKM harus memahami mekanisme transisi agar tidak terjadi disinformasi.

Negara yang Berhasil Melakukan Redenominasi

Beberapa negara diketahui sukses menjalankan redenominasi. Turki berhasil menghapus enam digit mata uangnya pada 2005. Brasil mampu menstabilkan ekonominya setelah serangkaian redenominasi yang disertai perubahan sistem moneter. Prancis juga menjadi contoh sukses ketika memperkenalkan “nouveau franc” pada 1960.

Keberhasilan mereka memiliki satu kesamaan: proses dirancang dengan persiapan matang, stabilitas ekonomi terjaga, dan masyarakat mendapatkan edukasi sejak awal.

Ketika Redenominasi Berujung Kegagalan

Meski demikian, tidak sedikit negara yang justru gagal setelah melakukan redenominasi. Kegagalan umumnya terjadi karena redenominasi dijalankan tanpa reformasi ekonomi pendukung. Berikut beberapa pelajaran penting dari negara-negara tersebut:

1. Zimbabwe

Zimbabwe menjadi contoh paling ekstrem. Redenominasi dilakukan berulang kali untuk memangkas digit mata uang, tetapi inflasi terus melambung hingga mencapai hiperinflasi. Penyebab utama kegagalan bukan pada redenominasi itu sendiri, melainkan kondisi ekonomi yang tidak stabil, produksi nasional menurun, dan kepercayaan publik runtuh.

2. Argentina

Argentina pernah beberapa kali mengganti mata uang untuk menghapus digit nol, namun tanpa kebijakan fiskal dan moneter yang disiplin. Akibatnya, inflasi kembali naik dan redenominasi tidak membawa perubahan signifikan.

3. Venezuela

Venezuela juga berkali-kali menghapus nol dari mata uang bolivar, namun tetap gagal menahan inflasi karena masalah struktural di sektor energi, korupsi, dan kolapsnya industri dalam negeri.

Dalam banyak kasus, redenominasi gagal ketika dilakukan hanya sebagai kosmetik ekonomi sekadar mengubah nominal tanpa memperbaiki fondasi fiskal, produksi, dan kepercayaan investor.

Belajar dari Pengalaman Global

Pelajaran utama dari negara-negara yang gagal adalah: redenominasi tidak boleh dilakukan ketika inflasi tinggi, ekonomi rapuh, atau stabilitas politik terganggu. Ini penting untuk memastikan efek penyederhanaan digit benar-benar positif.

Untuk Indonesia, momentum redenominasi harus dipilih secara hati-hati. Dengan ekonomi yang relatif stabil dan inflasi terkendali, peluang sukses memang terbuka. Namun keberhasilan hanya bisa dicapai bila pemerintah menyiapkan:

  • regulasi yang jelas,
  • infrastruktur transaksi yang siap,
  • koordinasi lintas lembaga,
  • edukasi publik secara massif, dan
  • disiplin fiskal yang kuat.

Redenominasi bukan sekadar mengganti angka pada uang melainkan proses besar yang menyentuh seluruh aspek ekonomi negara.

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #RedenominasiRupiah #RUURedenominasi #Kemenkeu #BI #EkonomiIndonesia #ReformasiRupiah #KebijakanMoneter
Previous Post

7 Raja Assist Sepanjang Masa, Messi Hampir Rebut Puncak!

Next Post

Isu Merger Menggila! GOTO Gelar RUPSLB 17 Desember 2025

musa

musa

Related Posts

Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
keraton
Nasional

Konflik Keraton Memanas, Ancaman Gugatan PTUN

19/01/2026
ferry irawan
Nasional

Di Balik Tragedi Pesawat ATR, Kisah Ferry Irawan

19/01/2026
evakuasi
Nasional

Bagian Pesawat ATR Ditemukan, Proses Evakuasi Masih Tertahan

19/01/2026
kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
Next Post
rupslb

Isu Merger Menggila! GOTO Gelar RUPSLB 17 Desember 2025

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.