• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Prabowo Restui Bahlil Campur Bensin dengan Etanol 10%!

Bahlil dapat restu Presiden Prabowo jalankan program etanol 10 persen (E10) demi energi bersih dan kemandirian nasional.

musa by musa
08/10/2025
in Nasional
0
etanol
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa dirinya telah mendapatkan izin langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk melaksanakan proyek mandatori etanol 10 persen (E10).
Program ini memungkinkan bahan bakar bensin dicampur dengan 10 persen etanol sebagai langkah lanjutan menuju energi bersih.

“Kemarin malam kami rapat dengan Pak Presiden, dan beliau sudah menyetujui untuk direncanakan mandatori 10 persen etanol. Dengan demikian, bensin kita akan dicampur etanol,” kata Bahlil di Jakarta, Selasa (7/10/2025).

Langkah Menuju Energi Bersih dan Mandiri

Menurut Bahlil, kebijakan ini memiliki dua tujuan utama: mengurangi ketergantungan impor bahan bakar dan menciptakan energi yang lebih ramah lingkungan.

“Tujuannya agar impor minyak berkurang dan untuk menciptakan energi yang bersih,” ujarnya.

Ia menambahkan, saat ini konsumsi BBM Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri (lifting) hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Dengan demikian, Indonesia masih harus mengimpor 1 juta barel per hari untuk memenuhi kebutuhan nasional.

Program E10 diharapkan bisa mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional. Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan program B50 campuran 50 persen biodiesel dari minyak sawit mentah (CPO) untuk mengurangi impor solar hingga nol persen.

Diterapkan di Banyak Negara

Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pencampuran etanol dalam BBM bukanlah hal baru. Praktik ini telah lama diterapkan di berbagai negara dan terbukti efektif dalam menurunkan emisi karbon.

“Pencampuran etanol adalah praktik terbaik internasional. Selain mendukung transisi energi, langkah ini juga meningkatkan kualitas udara,” kata Roberth MV Dumatubun, Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga.

Etanol yang berasal dari bahan alami seperti tebu dan jagung dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil murni.
Negara-negara seperti Amerika Serikat, Brasil, Prancis, Jerman, dan Inggris telah lama menerapkan standar bahan bakar campuran etanol, mulai dari E10 hingga E85.

Brasil Jadi Pelopor Campuran Etanol

Brasil menjadi negara pertama yang berhasil memanfaatkan E27, yaitu bahan bakar dengan 27 persen etanol berbasis tebu. Sementara Uni Eropa kini menjadikan E10 sebagai standar di sebagian besar negara anggotanya.
India bahkan menargetkan penggunaan E20 pada tahun 2030 untuk mendukung program transportasi rendah karbon.

Menurut Roberth, penggunaan etanol dalam BBM memberikan banyak keuntungan, mulai dari pengurangan emisi gas buang hingga penguatan ekonomi lokal.

“Implementasi ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi sektor pertanian karena bahan bakunya berasal dari hasil bumi,” jelasnya.

Dari Biodiesel ke Etanol: Visi Transisi Energi Nasional

Langkah pemerintah memandatori campuran etanol menandai babak baru dalam transisi energi nasional. Setelah sukses dengan program biodiesel (B30 dan B40), kini Indonesia berupaya memperluas penggunaan energi terbarukan untuk bahan bakar bensin.

Kebijakan ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi impor, dan mendorong pertumbuhan ekonomi hijau.
Dengan dukungan industri bioetanol dalam negeri, Indonesia diharapkan bisa menjadi salah satu pemain utama energi bersih di kawasan Asia.

Sumber: Liputan6

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BahlilLahadalia #PrabowoSubianto #EtanolE10 #EnergiBersih #ESDM #TransisiEnergi #KemandirianEnergi
Previous Post

Purbaya Kaget! 99% Busana Muslim di RI Ternyata dari China

Next Post

Purbaya Bantah Isu Donasi Rp1.000 dari Pemerintah Pusat

musa

musa

Related Posts

batu bara
Nasional

Satgas SIRI Berhasil Bekuk Buronan Kasus Batu Bara di Soetta

22/06/2026
obligasi
Nasional

Obligasi Danantara Laris, Investor Global Borong Hingga Melonjak

16/06/2026
mbg
Nasional

Program MBG Masuk Fase Baru, Fokus pada Kualitas Layanan

09/06/2026
Tio Pakusadewo
Nasional

Keluar Masuk Rumah Sakit, Kondisi Tio Pakusadewo Jadi Sorotan

05/06/2026
dadan
Nasional

Dadan Hindayana dan Dua Eks Pimpinan BGN Jadi Tersangka

04/06/2026
prabowo
Nasional

MBG Penting untuk Masa Depan Bangsa, Prabowo Minta Dijaga

04/06/2026
Next Post
donasi

Purbaya Bantah Isu Donasi Rp1.000 dari Pemerintah Pusat

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.