Jurnal Pelopor – Nilai tukar rupiah terus menunjukkan kekuatan terhadap yen Jepang. Pada perdagangan Senin (6/10/2025), rupiah menguat hingga 1,63% ke level Rp109,90 per yen. Kondisi ini memberi keuntungan bagi wisatawan Indonesia yang ingin berkunjung ke Negeri Sakura karena biaya perjalanan menjadi lebih terjangkau.
Yen Melemah karena Dinamika Politik Jepang
Pelemahan yen dipicu oleh dinamika politik di Jepang setelah Sanae Takaichi memenangkan pemilihan pimpinan Partai Liberal Demokrat (LDP). Takaichi dikenal mendukung kebijakan fiskal ekspansif dan melanjutkan stimulus ala “Abenomics”. Pasar menilai kebijakan ini bisa menunda kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ), sehingga investor melepas yen dan beralih ke dolar AS. Akibatnya, yen semakin tertekan terhadap mata uang utama, termasuk rupiah.
Ekspektasi pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga BoJ hingga Desember turun drastis dari 68% menjadi 41%. Pernyataan Takaichi yang menekankan kerja sama pemerintah dan BoJ untuk mendorong inflasi berbasis kenaikan upah juga memperkuat asumsi bahwa kebijakan moneter longgar masih akan berlanjut.
Dampak Positif bagi Wisatawan Indonesia
Pelemahan yen menjadi kabar baik bagi wisatawan Indonesia. Dengan rupiah yang semakin perkasa, biaya liburan ke Jepang jauh lebih murah. Tiket pesawat, akomodasi, transportasi lokal, hingga belanja di kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Hokkaido menjadi lebih terjangkau.
Data Japan National Tourism Organization (JNTO) mencatat, jumlah wisatawan Indonesia ke Jepang pada Juni 2025 mencapai lebih dari 51 ribu orang, naik hampir 20% dibandingkan tahun sebelumnya. Secara total, kunjungan wisatawan Indonesia sejak Januari hingga Juni 2025 mencapai 335 ribu orang, tumbuh 27% dari periode yang sama di 2024. Tren ini menunjukkan melemahnya yen berkontribusi besar pada meningkatnya arus wisata.
Rp10 Juta Bisa Bertahan 10 Hari di Jepang
Dengan kurs saat ini, uang Rp10 juta bisa ditukar menjadi sekitar JPY90.917. Sebagai perbandingan, pada April 2025 saat yen masih berada di level Rp120,03, jumlah yang sama hanya setara JPY83.312. Artinya, ada selisih sekitar JPY7.600 atau penghematan hampir Rp800 ribu.
Menurut Japan-guide.com, biaya hidup di Jepang per hari berkisar JPY5.000–13.000. Dengan bekal Rp10 juta, wisatawan Indonesia bisa mencukupi kebutuhan perjalanan hingga 10 hari. Apalagi memasuki musim gugur September–November, Jepang menjadi destinasi favorit dengan keindahan daun momiji.
Ditambah dengan harga tiket pesawat ke Jepang yang relatif stabil di kisaran Rp3–5 juta menurut catatan Tiket.com, kondisi kurs rupiah yang menguat jelas memberi peluang lebih besar bagi masyarakat untuk menikmati liburan murah ke Negeri Sakura.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






