Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Google Klarifikasi Isu Chromebook yang Jerat Nadiem Makarim - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Google Klarifikasi Isu Chromebook yang Jerat Nadiem Makarim

Kasus korupsi Chromebook seret Nadiem Makarim, Google Indonesia angkat bicara tegaskan tak terlibat langsung dalam proyek pemerintah.

musa by musa
05/09/2025
in Nasional
0
nadiem
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Penetapan eks Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim sebagai tersangka kasus pengadaan Chromebook oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) terus menjadi sorotan publik. Kasus ini bahkan turut mendapat perhatian dari Google Indonesia, perusahaan yang produknya digunakan dalam proyek tersebut.

Dalam pernyataan resminya, Google Indonesia menegaskan bahwa mereka tidak memiliki keterlibatan langsung dalam pengadaan Chromebook yang dilakukan pemerintah.

“Kami tidak memberikan komentar atas putusan terbaru Kejaksaan Agung. Google bangga atas komitmen dan kontribusi jangka panjangnya dalam upaya memajukan pendidikan di Indonesia,” ujar perwakilan Google saat dihubungi.

Google menekankan bahwa perannya sebatas penyedia teknologi. Pengadaan perangkat dilakukan langsung oleh instansi pemerintah melalui jaringan reseller dan mitra, bukan melalui Google secara langsung.

“Kegiatan instansi pemerintah untuk pengadaan Chromebook dilakukan secara langsung dengan organisasi-organisasi tersebut, bukan dengan Google,” tegas perusahaan itu.

Dugaan Keterlibatan Nadiem

Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Nurcahyo Jungkung Madyo, menyebut Nadiem diduga terlibat sejak awal perencanaan. Pada Februari 2020, Nadiem mengadakan pertemuan dengan Google Indonesia untuk membahas program Google for Education, termasuk penggunaan Chromebook di sekolah-sekolah.

Dari hasil penyelidikan, dalam pertemuan itu disepakati penggunaan produk Google berupa Chrome OS dan Chrome Device Management (CDM) dalam proyek pengadaan TIK. Untuk memperkuat arah kebijakan tersebut, pada 6 Mei 2025, Nadiem bahkan menggelar rapat virtual internal bersama pejabat Kemendikbudristek. Rapat itu disebut membahas pengadaan Chromebook secara khusus, meski proyek TIK secara resmi belum diluncurkan.

Kejagung juga menyoroti sikap Nadiem yang sempat menanggapi surat tawaran Google terkait penyediaan Chromebook. Padahal, tawaran serupa pernah ditolak oleh menteri pendidikan sebelumnya setelah uji coba pada 2019 dinilai gagal. Saat itu, Chromebook dianggap belum cocok digunakan di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar).

Sorotan Publik

Kasus ini kini menjadi perhatian luas masyarakat. Banyak pihak mempertanyakan kebijakan yang tetap memaksakan penggunaan Chromebook meski sebelumnya terbukti bermasalah di lapangan.

Google sendiri menegaskan bahwa tanggung jawab proses pengadaan sepenuhnya berada di tangan pemerintah dan mitra reseller. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat itu menyatakan akan tetap fokus pada komitmen mereka dalam mendukung pendidikan Indonesia melalui teknologi.

Sumber: Detik.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #NadiemMakarim #Kejagung #KasusChromebook #GoogleIndonesia #Korupsi #BeritaTerkini #DigitalisasiPendidikan
Previous Post

Karangan Bunga Penuhi Kantor Sri Mulyani Usai Rumah Dijarah

Next Post

Tak Bawa Poster, BEM SI Pilih Tabur Bunga di Depan DPR

musa

musa

Related Posts

kayu
Nasional

Pabrik Kayu di Lamongan Terbakar, Api Menjalar Dengan Cepat

25/09/2026
erin
Nasional

Rieke Jelaskan Alasan Dampingi Eks ART Erin Lapor Polisi

25/09/2026
lapas
Nasional

Yusril Minta Temuan Lapas Cibinong Dicek, Pegawai Bisa Disanksi

25/09/2026
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso
Nasional

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

23/09/2026
Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam
Nasional

Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam

22/09/2026
ponorogo
Nasional

Prabowo Tiba di Ponorogo, Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

19/09/2026
Next Post
bem si

Tak Bawa Poster, BEM SI Pilih Tabur Bunga di Depan DPR

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.