• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Polisi Bekuk Wanita yang Diduga Pemicu Kerusuhan di DPR

Polda Metro Jaya menetapkan enam tersangka kerusuhan DPR, termasuk admin TikTok FL yang dituding memicu ribuan pelajar turun aksi.

musa by musa
04/09/2025
in Nasional
0
dpr
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Polda Metro Jaya menetapkan enam orang tersangka atas tuduhan penghasutan yang berujung kerusuhan di kompleks DPR/MPR RI. Salah satunya adalah FL, seorang perempuan admin akun TikTok @fighaaaaa, yang disebut berperan besar dalam menggerakkan ribuan pelajar ikut turun ke jalan.

Kanit 2 Subdit Kamneg Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Kompol Gilang Prasetya, menjelaskan FL membuat siaran langsung TikTok yang ditonton hingga 10 juta orang. Siaran itu berisi ajakan provokatif yang dianggap memicu kedatangan ribuan pelajar ke lokasi aksi.

“Platform TikTok memang didominasi anak-anak dan remaja. Dampaknya, ajakan FL menjadi sangat masif,” ujar Gilang dalam konferensi pers, Selasa (2/9/2025).

Ajakan Sistematis Lewat Medsos

Selain FL, polisi juga menemukan peran akun lain seperti Instagram @gejayanmemanggil yang dikelola oleh Syahdan Husein. Akun itu diketahui menyebar flyer digital sejak 25 Agustus 2025, berisi ajakan untuk turun aksi.

Meski sebelumnya polisi sudah mengamankan 337 orang peserta aksi pada 25 Agustus, sebagian dari mereka kembali hadir pada 28 Agustus setelah terhasut postingan baru. Polisi menilai ada pola sistematis di balik gerakan ini, mulai dari akun penyebar flyer, akun pemberi semangat dengan narasi provokatif, hingga akun yang berfungsi sebagai tim pendukung.

Hasutan dan Iming-Iming Uang

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, mengungkapkan para tersangka menyebarkan flyer dengan caption provokatif, salah satunya berbunyi: “Polisi butut, jangan takut.”

Menurut Ade Ary, isi ajakan itu sengaja ditujukan kepada pelajar agar berani melawan aparat. Bahkan, ada ajakan ekstrem berupa tutorial pembuatan bom molotov dan tawaran imbalan uang Rp62.500–Rp200 ribu bagi siapa pun yang mau ikut aksi.

“Tujuan mereka jelas, memancing kerusuhan yang mengancam jiwa anak-anak maupun keselamatan masyarakat,” kata Ade Ary.

Rentetan Kerusuhan di DPR

Kericuhan pertama pecah pada 25 Agustus, ketika ratusan pelajar tiba-tiba mendatangi DPR tanpa prosedur penyampaian pendapat. Polisi mengamankan 337 orang, terdiri atas 202 pelajar, 26 mahasiswa, dan sisanya warga umum. Setelah didata dan dikonseling, mereka dipulangkan.

Namun, provokasi di media sosial berlanjut. Pada 28 Agustus, kerusuhan kembali terjadi. Polisi menangkap 794 orang, mayoritas pelajar dari berbagai daerah, termasuk Cirebon, Indramayu, Purwakarta, Cianjur, dan Serang.

Kerusuhan berulang pada 29 Agustus, dengan 11 orang diamankan. Lalu berlanjut pada 30–31 Agustus, ketika 205 orang ditangkap, 25 di antaranya ditetapkan tersangka pengrusakan fasilitas umum.

Hingga kini, total 38 tersangka sudah ditahan atas berbagai pelanggaran, mulai dari penghasutan, perusakan fasilitas umum, hingga melawan petugas. Polisi menegaskan akan terus mengusut jaringan yang terlibat dalam provokasi kerusuhan tersebut.

Polisi Tegas, Publik Prihatin

Kasus FL dan lima tersangka lainnya menjadi sorotan publik karena menunjukkan bagaimana media sosial bisa digunakan sebagai alat mobilisasi massa yang berbahaya. Polisi menyatakan langkah tegas ini perlu diambil untuk mencegah kerusuhan berulang.

Namun, di sisi lain, muncul keprihatinan atas banyaknya pelajar yang terlibat, bahkan dijadikan sasaran hasutan dengan iming-iming uang. Pemerintah dan masyarakat kini didorong untuk memperkuat literasi digital, agar anak-anak tidak mudah termakan provokasi yang berujung pada tindakan anarkis.

Sumber: Liputan6

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KerusuhanDPR #TikTok #Penghasutan #FL #PoldaMetroJaya #DemoPelajar #BeritaTerkini
Previous Post

Inikah Skema Tunjangan DPR yang Benar-Benar Adil?

Next Post

Timnas Indonesia vs Chinese Taipei, Begini Kata Patrick Kluivert

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
kluivert

Timnas Indonesia vs Chinese Taipei, Begini Kata Patrick Kluivert

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.