Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Polemik 6 Kodam Baru, Koalisi Sipil Angkat Suara! - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Polemik 6 Kodam Baru, Koalisi Sipil Angkat Suara!

Koalisi sipil desak TNI usut tuntas kekerasan anggota, kritik vonis ringan kasus penembakan anak dan kematian Prada Lucky.

musa by musa
09/08/2025
in Nasional
0
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan kembali menyuarakan keprihatinan mendalam atas maraknya kasus kekerasan yang melibatkan anggota TNI, khususnya yang menyasar sipil maupun sesama anggota. Dalam pernyataan resminya, mereka menyoroti vonis ringan terhadap pelaku penembakan anak di Serdang Bedagai serta mendesak pengusutan tuntas atas kematian Prada Lucky yang diduga kuat sebagai korban penganiayaan oleh seniornya di Batalyon Teritorial Pembangunan 834, Nusa Tenggara Timur.

Menurut koalisi, vonis 2,5 tahun penjara terhadap Serka Darmen Hutabarat dan Serda Hendra Francisco Manalu, pelaku penembakan anak berinisial MAF, sangat tidak proporsional. Vonis tersebut juga dinilai mengabaikan keadilan bagi korban dan keluarga yang sebelumnya mengalami intimidasi.

“Kami mendesak Panglima TNI mengevaluasi serius proses hukum kasus penembakan anak di bawah umur di Peradilan Militer I-02 Medan,” tegas mereka.

Kematian Prada Lucky Picu Sorotan Nasional

Lebih jauh, perhatian juga tertuju pada kasus Prada Lucky. Prajurit muda tersebut menghembuskan napas terakhirnya pada 6 Agustus 2025 setelah sempat dirawat dengan luka parah diduga akibat penganiayaan oleh rekan seniornya. Luka yang ditemukan pada tubuh korban termasuk bekas tusukan di kaki dan punggung serta memar hampir di seluruh tubuh.

Koalisi sipil menyebut, kasus ini seharusnya tidak diadili melalui peradilan militer.

“Kami mendesak agar kasus Prada Lucky diadili di peradilan umum, sesuai TAP MPR No. VII Tahun 2000 dan UU TNI,” ujar perwakilan koalisi.

Mereka juga menilai sistem peradilan militer selama ini gagal memberikan keadilan dan justru melanggengkan impunitas bagi pelaku.

Desakan Revisi UU Peradilan Militer dan Reformasi Institusi

Salah satu poin penting yang ditegaskan adalah kegagalan reformasi peradilan militer. Koalisi mengutip Pasal 65 Ayat (2) UU TNI yang menyatakan bahwa prajurit yang melakukan tindak pidana umum harus diadili di peradilan umum. Oleh karena itu, DPR dan pemerintah didesak untuk segera merevisi UU Peradilan Militer Tahun 1998 agar selaras dengan semangat reformasi.

Penolakan atas Rencana Pembentukan Enam Kodam Baru

Selain kasus kekerasan, Koalisi juga mengkritik rencana pembentukan enam Komando Daerah Militer (Kodam) baru oleh TNI. Menurut mereka, penambahan ini justru mencerminkan kemunduran dalam agenda reformasi militer. Dalam pandangan mereka, keberadaan kodam sangat berkaitan dengan peran dwifungsi TNI di masa Orde Baru, yang berpotensi mengulang sejarah keterlibatan militer dalam politik dan pemerintahan sipil.

“Pemerintah seharusnya melanjutkan amanat Reformasi 1998, termasuk restrukturisasi komando teritorial, bukan justru memperluasnya,” kata koalisi dalam pernyataan tegas.

Kesimpulan: Seruan Reformasi Menyeluruh

Koalisi sipil secara tegas meminta penghentian pembentukan kodam baru dan mengusut tuntas kasus kekerasan yang melibatkan prajurit. Transparansi hukum, penguatan peradilan sipil untuk pelanggaran oleh anggota TNI, dan penegakan prinsip keadilan bagi korban menjadi kunci utama untuk mengembalikan kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan. Jika dibiarkan, budaya impunitas dalam tubuh militer hanya akan memperpanjang daftar pelanggaran HAM di Indonesia.

Sumber: Detik.com

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #ReformasiTNI #HentikanKekerasan #KeadilanUntukKorban #HakAsasiManusia #StopImpunity #PradaLucky #ReformasiSektorKeamanan
Previous Post

Jual Sawah Rp11 M Demi Surga, Hidup Petani Ini Kini Tragis

Next Post

Anggota DPR Komisi XI Tegas Bantah Terima Dana CSR BI

musa

musa

Related Posts

kayu
Nasional

Pabrik Kayu di Lamongan Terbakar, Api Menjalar Dengan Cepat

25/09/2026
erin
Nasional

Rieke Jelaskan Alasan Dampingi Eks ART Erin Lapor Polisi

25/09/2026
lapas
Nasional

Yusril Minta Temuan Lapas Cibinong Dicek, Pegawai Bisa Disanksi

25/09/2026
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso
Nasional

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

23/09/2026
Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam
Nasional

Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam

22/09/2026
ponorogo
Nasional

Prabowo Tiba di Ponorogo, Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

19/09/2026
Next Post
CSR

Anggota DPR Komisi XI Tegas Bantah Terima Dana CSR BI

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.