Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the jnews domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Deprecated: Function WP_Dependencies->add_data() was called with an argument that is deprecated since version 6.9.0! IE conditional comments are ignored by all supported browsers. in /home/u621243055/domains/jurnalpelopor.com/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Fadli Zon: Revisi Sejarah Itu Wajar, Bukan Hal Tabu - Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Fadli Zon: Revisi Sejarah Itu Wajar, Bukan Hal Tabu

Fadli Zon tegaskan sejarah nasional harus diperbarui, bukan tabu. Sudah 26 tahun tak ditulis ulang secara komprehensif.

musa by musa
26/07/2025
in Nasional
0
Fadli Zon: Revisi Sejarah Itu Wajar, Bukan Hal Tabu
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penulisan ulang sejarah nasional Indonesia bukanlah hal yang tabu. Justru, menurutnya, sejarah adalah ruang terbuka yang harus terus diperbarui dan bisa diperdebatkan secara akademis.

“Tidak ada yang kita tutup-tutupi di dalam sejarah kita. Sangat bisa diperdebatkan,” ujar Fadli dalam Diskusi Publik Draf Penulisan Buku Sejarah Indonesia di Universitas Indonesia, Depok, Jumat (25/7/2025).

Sejarah Tak Boleh Diam: 26 Tahun Tak Diperbarui

Fadli menyoroti fakta bahwa sejarah nasional terakhir kali ditulis ulang 26 tahun lalu, sehingga sudah waktunya dilakukan pembaruan agar relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan konteks sosial saat ini.

“Saya justru menganggap ini terlalu lambat. Masa selama 26 tahun kita tidak menulis ulang sejarah kita?” tegasnya.

Menurutnya, setiap titik perjuangan bangsa harus didokumentasikan. Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan identitas dan arah pijakan bangsa ke depan.

Bukan untuk Aktivis, tapi Ahli

Fadli juga menjawab kritik yang menilai penulisan ulang sejarah bisa ditunggangi kepentingan politik.

“Sejarah harus ditulis oleh sejarawan, bukan oleh aktivis. Kalau ditulis aktivis, ya pasti beda nuansanya,” ucapnya.

Ia memastikan bahwa penulisan ini melibatkan 112 sejarawan dari 34 perguruan tinggi di seluruh Indonesia, dengan pendekatan akademik yang ketat. Targetnya, buku sejarah nasional versi terbaru ini akan selesai pada 17 Agustus 2025—sebagai kado untuk 80 tahun kemerdekaan Indonesia.

Harapan untuk Generasi Muda

Politikus Partai Gerindra ini juga menyampaikan bahwa tujuan utama dari proyek ini adalah meningkatkan kesadaran sejarah di kalangan generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha.

“Mudah-mudahan nanti ke depan, kesadaran sejarah generasi muda kita makin tinggi,” harap Fadli.

Penulisan ulang sejarah bukan semata-mata menulis ulang narasi, tapi juga memperbaiki kekosongan, merangkul sudut pandang baru, dan mendekatkan sejarah pada realitas kekinian.

Kesimpulan:

Proyek penulisan ulang sejarah nasional bukan untuk menciptakan versi baru atas kebenaran, tapi memastikan sejarah terus hidup dan bisa dikritisi. Fadli Zon mengajak semua pihak melihat sejarah sebagai ruang diskusi, bukan dogma yang tak bisa disentuh.

 

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

 

Tags: #SejarahIndonesia #FadliZon #PembaruanSejarah #IdentitasBangsa #IlmuPengetahuan #DiskusiPublik #UniversitasIndonesia #Indonesia #Prabowo #JurnalPelopor
Previous Post

HONOR Masuk Pasar RI, Store Pertama Langsung Diserbu!

Next Post

Ketegangan Meningkat! Proyek China Picu Reaksi Keras India

musa

musa

Related Posts

kayu
Nasional

Pabrik Kayu di Lamongan Terbakar, Api Menjalar Dengan Cepat

25/09/2026
erin
Nasional

Rieke Jelaskan Alasan Dampingi Eks ART Erin Lapor Polisi

25/09/2026
lapas
Nasional

Yusril Minta Temuan Lapas Cibinong Dicek, Pegawai Bisa Disanksi

25/09/2026
Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso
Nasional

Bocah 7 Tahun di Batang Meninggal Setelah Tersedak Bakso

23/09/2026
Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam
Nasional

Suahasil Dorong Pengawasan Pajak dan Bea Cukai Lebih Tajam

22/09/2026
ponorogo
Nasional

Prabowo Tiba di Ponorogo, Hadiri Puncak 100 Tahun Gontor

19/09/2026
Next Post
Ketegangan Meningkat! Proyek China Picu Reaksi Keras India

Ketegangan Meningkat! Proyek China Picu Reaksi Keras India

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.